
Polwan itu langsung memborgol tangan Ferzo. Ferzo terbangun dan tangannya sudah di borgol.
"Buk polwan yang cantik, aku salah apa sampai di borgol begini? Kau sangat cantik, jika galak-galak maka buk polisi tidak akan laku," ucap Ferzo tersenyum mengejek.
"Asem! Ikut aku sekarang ke kantor polisi," ucap polwan itu menarik tangan Ferzo dan membawanya ke mobil polisi.
"Ayolah, Anda ingin membawaku ke kantor polisi untuk apa? Kesalahan apa yang sudah aku perbuat," ucap Ferzo.
"Pokoknya kamu ikut saja aku ke kantor polisi," ucap polwan itu yang terus menyeret Ferzo.
Ctak!
Ferzo memutuskan borgol itu dari tangannya dan membuat polwan itu terkejut.
"Kamu …."
"Katakan dulu ada apa? Jika tidak aku tidak akan ikut, lagian aku mau istirahat, besok aku aku sekolah, jika ini bukan hal penting jangan menganggu ku," ucap Ferzo berlari masuk ke dalam rumahnya.
"Hey tunggu! Baiklah aku katakan, kau di minta untuk datang untuk memberikan keterangan masalah kasus pembunuh itu," ucap polwan itu menjelaskan.
"Ah, besok ajalah, aku masih mengantuk nih," ucap Ferzo menutup mulutnya karena menguap dan melambaikan tangan dengan mengartikan jika ia menyuruh polwan itu untuk pulang.
Ferzo pun langsung menutup pintunya dan masuk ke dalam kamarnya dan ia pun tidur kembali.
__ADS_1
"Hey! Buka pintunya!" teriak polwan itu mengendor-gedorkan pintu rumah Ferzo. Lalu polwan itu memencet bel terus menerus membuat kuping Ferzo panas.
Ferzo berusaha menutup kupingnya dengan bantal tapi polwan itu terus memencetnya.
"Dia ini ya, ingin melawan ku," ucap Ferzo geram.
Ferzo membuka bajunya dan hanya menyisakan celana boxer sepahanya.
Ferzo pun keluar dan membuka pintu lalu menyenderkan tubuhnya ke pintu sambil melipat tangan.
"Mau apa lagi?" tanya Ferzo.
"Hey! Apa yang kau lakukan!" teriak polwan itu menutup matanya.
"Cepat pakai baju mu dan ikut aku ke kantor polisi," ajak polwan itu tak mau kalah.
"Lain kali saja," ucap Ferzo menutup kembali pintunya lalu mencabut kabel itu agar belnya tidak berbunyi lagi.
Ferzo pun masuk ke dalam kamarnya dan ia pun tidur. Polwan itu terus memencet tombol bel dan tidak terdengar lagi.
Polwan itu pun memilih untuk pulang, ia masuk juga tidak bisa karena pintu rumah hanya bisa di buka dengan sidik jari.
Bruum!
__ADS_1
Bruum!
Mobil polisi pun melaju meninggalkan rumah Ferzo.
"Heh! Akhirnya pergi juga," ucap Ferzo kembali tidur.
***
Keesokkan paginya, seperti biasa ia sekolah, hari ini ia pergi sekolah sendiri, Syahila tidak datang ke rumah Ferzo dan Ferzo berangkat sendiri.
Sesampainya di sekolah, Ferzo pun memarkirkan mobilnya.
"Yang bernama Ferzo, harap ke kantor sekarang." terdengar pengeras suara dari kantor. Ferzo pun langsung menuju kantor dan masuk ke dalam.
"Ada apa Buk?" tanya Ferzo.
"Ada orang yang ingin bertemu denganmu," jawab buk guru.
Ferzo pun masuk ke ruangan dan mendapati ternyata Yusen.
"Oh, Om sudah datang ya, apa kabar Om," ucap Ferzo mengulurkan tangannya sambil tersenyum menyengir.
"Jangan sok akrab kamu, aku ingin kamu mempertanggung jawabkan perbuatan mu," ucap Yusen menatap Ferzo tajam
__ADS_1