System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 77


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 21:23 menit. Ferzo terus melajukan mobilnya. Karena tadi siang mereka memberi tahu alamatnya, Ferzo tidak perlu bertanya lagi di mana alamat mereka. Hanya saja rumah mereka saja yang tidak tahu bentuknya seperti apa.


"Rumah kamu yang mana satu?" tanya Ferzo kepada Lazi yang tinggalnya di komplek perumahan elit.


"Rumahku ke depan lagi. Nah yang warna biru itu rumah Alila," ucap Lazi. Ferzo mengangguk-angguk saat melewati rumah gedung itu.


"Wah, besar banget," ucap Syahila kagum.


Ferzo tersenyum melihat Syahila. 'Melihat dia yang seperti ini rasanya pengen sekali aku memberikan rumah untuknya juga ia senang, kasihan Syahila hanya hidup di balik bambu yang di anyam,' batin Ferzo.


"Ini nih rumah aku," ucap Lazi menunjuk ke arah rumahnya yang berwarna putih.


Ferzo pun membelokkan mobilnya masuk ke perkarangan rumah Lazi.


"Terima kasih sudah mengantar ku pulang, moga bisa ketemu di lain waktu," ucap Lazi tersenyum.


"Eh, iya." angguk Ferzo.


Perlahan-lahan Ferzo memutar mobilnya untuk menuju ke arah rumah Shopia yang berjauhan dengan rumah Lazi.

__ADS_1


"Oh Ferzo, sisa uang belanja tadi siang aku lupa memberikan kepadamu, untung saja aku bawa. Sisanya tadi itu ada 1.500.000 lagi." Syahila merongohkan tas selempangnya untuk mengambil uang tersebut.


Ferzo menahan tangan Syahila. "Nggak usah di kembalikan, untuk Ibu kamu saja, mana tau Ibu kamu ingin membelikan sesuatu yang sekarang masih ia simpan. Kitakan nggak tahu," ucap Ferzo tersenyum.


"Tapi kan …."


"Udah, jangan merasa nggak enak gitu sama ku, kita partner kerja," ucap Ferzo.


"Terima kasih banyak ya, Ibu aku pasti akan sangat senang," ujar Syahila dengan senyum terima kasihnya. Di belakang Shopia bagaikan gentayangan, di bilang ada tapi nggak kelihatan, nggak kelihatan tapi ada. Ia menatap Ferzo dan Syahila dengan wajah masamnya, rasanya seperti di kacangi.


Di matanya terlihat mesra antara Ferzo dan Syahila, di tambah lagi Ferzo memegang tangan Syahila tadi. ia berpikir mungkin Alila sahabatnya itu tidak akan ada kesempatan.


Perjalanan beberapa menit akhirnya sampai di daerah rumah Shopia.


"Rumah kamu di mana Shopia?" tanya Ferzo.


"Rumahnya cat warna hijau," jawab Shopia.


"Hm … warna hijau di sini ada beberapa, yang mana satu?" tanya Ferzo menekuk alisnya, kira-kira ada 7 rumah yang cat hijau.

__ADS_1


"Rumahku cat hijaunya beda, hijau tosca tua, yang lain hijau daun dan hijau tua aja," sahut Shopia. Ferzo mengangguk-angguk mengerti. Memang ada satu rumah yang warna hijau tosca dan ia pun memberhenti mobilnya di depan rumah tersebut.


"Terima kasih ya sudah mengantar aku pulang," ucap Shopia setelah keluar dari mobil Ferzo.


"Iya sama-sama." angguk Ferzo.


perlahan-lahan Ferzo pun melajukan mobilnya meninggalkan rumah Shopia dan ingin mengantarkan Syahila ke rumahnya.


"Ibu kamu sudah tidur?" tanya Ferzo.


"Sepertinya sudah kalo jam segini." angguk Syahila.


"Kamu sudah makan?"


"Sudah di rumah tadi."


"Ya udah kalau begitu ayo makan pagi dengan ku, aku belum makan, lapar banget," ucap Ferzo.


"Ya udah kalau gitu." angguk Syahila setuju.

__ADS_1


Mobil pun melaju dan sampailah mereka di penjual kaki lima di pinggir jalan.


__ADS_2