
Para gadis itu melihat kebelakang saat mendengar suara Ferzo setengah berteriak itu dan mereka tertawa.
Ferzo manyun dan ia pun memakan gorengannya tanpa mempedulikan mereka.
"Apa-apaan sih mereka? Lagian ini kopi panas banget, ini bukan kopi anget, tapi kopi mendidih," umpat Ferzo.
Matahari pun berangsur-angsur tengelam dan mereka menyaksikan warna jingga di langit. tak terasa matahari pun tidak terlihat lagi, lampu-lampu di jalan sudah terlihat cahayanya karena sudah mulai gelap, di tempat itu juga di hiasi lampu-lampu yang menggantung untuk menambah keindahan dan menarik para wisata untuk datang.
Para gadis itu mendekati Ferzo.
"Nama kamu siapa?" tanya gadis itu tersenyum manis ke arah Ferzo, kelihatannya dia memang sangat manis.
"Ferzo," jawab Ferzo datar dan ia mengulurkan tangannya.
"Namaku Alila, yang ini Sophia dan yang ini Lazi," ucap gadis yang bernama Alila itu menunjuk kedua temannya. Mereka pun mengulurkan tangan dan bersalaman dengan Ferzo.
"Ku masih sekolah?" tanya Alila.
"Eh, Iya." angguk Ferzo merasa canggung, ia tidak pernah di dekati oleh gadis soalnya, biasa dia di jauhi, akan tetapi jika tiba-tiba ia di dekati begini ia merasa malu-malu.
"Di mana?" tanya Alila sambil mengelus Comot.
"Anu … di … di SMAN 4 tanjung batu," jawab Ferzo ragu-ragu.
"Oh masih SMA juga ya? Sama donk, kami juga masih SMA kelas Xl di SMAN 20 Muara selasih.
"Oh, aku juga kelas Xl," jawab Ferzo tersenyum.
"Minta nomor Wa mu, biar kita bisa temanan, lagian Anabul ini senang bersama ku, lain kali aku pasti akan Mein ke rumah mu untuk melihat mereka berdua. Oh ya, ngomong-ngomong siapa nama anabul ini?" tanya Alila.
"Kucing Oren namnya Comot, Anjing coklat abu-abu namanya Cimot," Jawa Ferzo.
"Nama yang sangat lucu, sangat cocok dengan kalian berdua," ucap Alila menggosok-gosok kepala keduanya.
[Ding Ding]
__ADS_1
[Misi baru]
[Menyelamatkan seseorang dari pembunuhan]
[Hadiah 7.000.000]
[Status misi: Sedang berlangsung]
"Tolong kalian jaga Comot dan Cimot, aku pergi sebentar, tolong ya," ucap Ferzo buru-buru.
"Eh iya." angguk Alila.
Ferzo pun berlari ke tempat keramaian itu dan mencari seseorang yang mencurigakan, jika seseorang yang akan membunuh, biasanya mereka akan sangat antusias dan berhati-hati.
[Klik di sini untuk membuka]
[Klik]
Ferzo melihat di layar hologramnya untuk membeli beberapa skil karena ia sudah mempunyai poin dan uang yang cukup.
[Kelincahan\=10 poin uang 500.000]
[Kecepatan\=10 poin uang 500.000]
[Gunakan poin dan uang untuk membeli kelincahan dan kecepatan]
Memuat…
Loading…
Mulai…
10%…
20%…
__ADS_1
30%…
40%…
50%…
60%…
70%…
80%…
90%…
100%…
Selesai
[Poin Anda di potong 20 poin]
[Sisa poin Anda 80 poin]
[Saldo Anda di potong 1.000.000]
[Sisa saldo Anda 7.900.000]
[Kelincahan siap di gunakan]
[Kecepatan siap di gunakan]
"Baiklah, sekarang aku tidak perlu lagi menerima serangan lagi, karena aku punya kelincahan untuk menghindar dan gerakan dengan cepat," ucap Ferzo.
Ferzo berkeliling dan sambil berjalan mundur agar ia bisa memantau dengan luas siapa di antara keramaian itu yang mencurigakan.
Tempat yang sangat ramai oleh para wisata itu membuat Ferzo nabrak-nabrak dengan orang-orang yang berlalu lalang itu.
__ADS_1