
"Oh Buk polwan cantik, perkenalkan aku adalah Syahila teman dari Ferzo," ucap Syahila mengulurkan tangannya.
Polwan itu mengulurkan tangannya juga dan Syahila menyalaminya.
"Jadi dia masih sekolah?" tanya polwan itu bingung. Karena dari yang ia lihat dari bentuknya tadi malam itu ia seperti pria dewasa.
Mendadak wajah polwan itu memerah karena teringat kejadian tadi malam. Untung saja ia hanya melihat seluruh tubuh Ferzo tapi tidak yang inti utamanya.
Ferzo keluar dari kamarnya yang sudah rapi memakai seragam lengkap dengan tas ransel di belakangnya.
"Eh, aku permisi dulu," ucap polwan itu buru-buru dan ia pun langsung kabur menuju mobilnya, masuk ke dalam mobil dan langsung melaju. Rasanya pasti akan sangat canggung jika berhadapan langsung dengan pria yang ia lihat tanpa busana meskipun ia masih anak-anak di bawah usianya
"Eh, kenapa Buk polisi itu cepat sekali larinya seperti melihat hantu," ucap Syahila menekuk alisnya melihat Ferzo.
"Hm … entahlah, mungkin di buru-buru ingin ke kantor kali kan udah pagi, dia itu takut terlambat," jawab Ferzo menduga.
"Oh iya kali." angguk Syahila.
__ADS_1
"Sebentar ya." Ferzo berlari masuk ke dalam ruangan dua bocil itu. Tadi pagi ia tidak melihat jika kedua anabulnya ini ada bersama polwan itu, berarti mereka sudah mengerti tempat tidurnya, Ferzo meletakkan makanan di dalam mangkuk dan juga minumnya. Tak lupa Ferzo berlari kebelakang rumah untuk mengambil tanah pasir untuk pup keduanya karena tidak bisa keluar rumah.
"Ya udah, ayo berangkat sekolah," ajak Ferzo. Mereka pun keluar dari rumah dan Ferzo pun mengunci rumahnya.
Mereka masuk ke dalam mobil dan mobil pun melaju di jalanan menuju sekolahan.
[Ding Ding]
[Selamat Anda mendapatkan penambahan saldo sebesar 30.000.000 dari PT game online]
'Hm … uangku sudah banyak, aku gunakan untuk membangun bisnis sendiri nih, yaitu bisnis game online,' batin Ferzo.
"Oh ya, nanti malam jadi kita mengerjakan tugasnya?" tanya Syahila.
"Aku usahakan bisa, moga aja nggak ada halangan malam ini ya," ucap Ferzo.
Sesampainya di sekolah, mereka pun keluar dari mobil, dari kejauhan terlihat seorang pria yang terus memandangi Syahila dan Ferzo.
__ADS_1
"Lihat saja nanti, kau akan ku habisi!" ucap pria itu geram.
"Ya udah, aku ke kelas dulu ya," ucap Syahila melambaikan tangan sambil tersenyum.
"Oke." angguk Ferzo.
Ferzo pun masuk ke dalam kelasnya dan terlihat Yun, Mul dan Iyan sedang menatap ke arahnya. Ferzo berdiri di depan kelas menatap mereka tersenyum.
"Oh, sudah masuk sekolah kalian rupanya? Wah selama tidak sekolah pasti kalian sudah melakukan hal-hal yang menyenangkan, ya kan? Lain kali buat lagi seperti itu, biar dapat hari libur lagi," ucap Ferzo tersenyum sinis.
"Kau lebih baik jangan memprovokasi ku, atau kau akan menyesal nanti!" ancam Yun menatap Ferzo tajam.
"Benar juga? Orang kaya mah bebas ya mau melakukan apa pun, termasuk membuat orang itu kehilangan tempat tinggalnya kan? Makanya aku ingin menjadi orang kaya biar bisa melakukan apa yang aku mau," ucap Ferzo tersenyum mengejek.
"Yang akan aku lakukan lebih parah dari itu, lihat saja, kau akan merasakannya nanti," ancam Yun.
"Baiklah, baiklah, aku akan menantikannya," ucap Ferzo mengangkat alisnya dan kembali duduk di kursinya.
__ADS_1