
Ferzo pun masuk ke dalam kamar itu diam-diam. Dari cermin terlihat Ferzo ingin membuka jendela kamarnya. Mama Yun menekuk alisnya dan berbalik badan.
Ia pun mendekati jendela itu lalu membukanya.
"Siapa!" panggil Mamanya Yun.
Ferzo pun keluar dan ia pun langsung mendekap mulut Mama Yun. Mama Yun berusaha untuk melepaskannya dan Ferzo langsung memukul kepala bagian belakangnya. Seketika pun ia pun pingsan.
Ferzo melakukan hal yang sama dengan menyobek gorden lalu mengingatnya turun ke bawah.
Ferzo juga melompat ke bawah, diam-diam ia pun memikul Yun dan istri Yusen untuk membawanya masuk ke dalam mobil.
"Siapa itu!" panggil pengawal saat melihat Ferzo membawa Yun dan Mamanya.
Ferzo pun secepatnya berlari dan masuk ke dalam mobilnya dan melaju secepat mungkin.
"Ayo cepat kejar mobil itu!" teriak pengawal yang lain. Mereka bergegas masuk ke dalam mobil dan ingin mengejar mobil Ferzo.
Ferzo menambah kecepatan mobilnya dan melesat di jalanan sehingga mobil para pengawal itu tidak bisa mengejarnya.
[Klik di sini untuk membuka]
[Klik]
Ferzo melihat peta digital dan melihat di manakah alamat rumah Yuse.
__ADS_1
"Untunglah tidak jauh kali," ucap Ferzo memutar mobilnya dan menuju rumah Yuse.
Tak lama kemudian, mobil Ferzo sampai di depan rumah Yuse. Ferzo segera keluar dari mobil dan mengetuk pintu rumahnya.
Tok!
Tok!
Tok!
"Siapa itu?" tanya orang tua Yuse. Ayahnya pun membuka pintu dan menekuk alisnya karena melihat wajah asing.
"Mau cari siapa?" tanya ayah Yuse.
"Bu, panggil Yuse, temannya datang," ucap Ayah Yuse.
"Ya bentar," jawab ibu Yuse.
"Ya udah ayo masuk ke dalam dulu," ajak ayah Yuse.
"Eh, nggak usah Pak. Aku cuma sebentar aja kok," ucap Ferzo.
"Eh, Ferzo ya, ada apa?" tanya Yuse datang mendekati Ferzo.
"Hm itu …." Ferzo melihat ke arah ayah Yuse dan ia merasa tak enak untuk berbicara.
__ADS_1
"Ayah, aku keluar sebentar ya, nggak lama kok," ucap Yuse yang langsung merangkul pundak Ferzo dan membawanya menjauh menuju mobil Ferzo.
"Kamu ada apa? Seperti penting sekali," ucap Yuse.
"Nggak apa-apa nih kamu kalau aku bawa? Nggak marah ayah kamu nanti," ucap Ferzo.
"Nggak sebentar aja, ayo masuk ke dalam mobil kamu," ajak Yuse membuka pintu mobil Ferzo dan masuk ke dalam. Ferzo juga masuk ke dalam dan perlahan-lahan mobil pun meninggalkan rumah Yuse.
"Ada apa Ferzo?" tanya Yuse penasaran.
"Lihatlah kebelakang," ucap Ferzo dan Yuse sangat terkejut.
"Lho? Ini bukannya Yun? Ada apa dengan mereka?" tanya Yuse geregetan.
"Aku minta bantuan pada mu untuk menyendera mereka karena Papa Yun sudah menculik Syahila, ibunya dan para karyawan ku, aku hanya ingin kau menunggu mereka dan menunggu instruksi dari ku, sedangkan aku akan pergi ke markas mereka nanti," ucap Ferzo.
"Apa! Papa Yun benar-benar nekad, memangnya ada masalah apa kamu dengan Papa Yun sampai terjadi hal sebesar ini?" tanya Yuse melihat ke arah Ferzo.
"Nanti aku ceritakan, aku tidak punya banyak waktu sekarang, pokoknya kau jaga mereka di rumah ku, aku akan menelpon mu untuk memberikan instruksinya," ucap Ferzo.
"Baiklah kalau begitu." angguk Yuse mengerti.
Tak lama kemudian, mereka pun sampai di rumah Ferzo. Ferzo pun masuk ke dalam rumahnya lalu membawa Yun dan Mamanya lalu mengikatnya di tiang penyangga rumahnya.
"Yuse, apa pun permintaan mereka kamu jangan pedulikan sebelum aku yang memintanya, karena ini juga keselamatan Syahila dan yang lain, termasuk mereka mau kencing mau bab juga jangan pedulikan," ucap Ferzo mengingatkan.
__ADS_1