System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 120


__ADS_3

Lukisan itu adalah lukisan pemandangan bunga matahari di mana di belakangnya ada sebuah rumah sederhana tapi sangat nyaman di tempati.


"Perasaan damai ya," ucap Ferzo.


"Iya, itulah yang aku rasakan," ucap Yuse.


Ting tong!


Ting tong!


"Eh, siapa yang datang malam-malam begini?" tanya Yuse.


"Aku coba cek ke sana dulu," ucap Ferzo berjalan keluar dari kamarnya dan mendekati pintunya lalu membukanya.


Setelah membuka pintu, Ferzo menekuk alisnya. Orang yang ia lihat adalah Yun.


"Untuk apa kau datang ke sini lagi?" tanya Ferzo dengan nada tidak suka.

__ADS_1


"Tolong lepaskan Papa ku," ucap Yun dengan mata berkaca-kaca.


Yuse juga datang menyusul Ferzo dan berdiri di belakang Ferzo.


Ferzo menambah kerutan di keningnya. "Kau jangan bicara yang tidak masuk akal begini," ucap Ferzo.


"Setidaknya kurangi masa hukuman Papa ku," ucap Yun, meskipun ucapannya datar tapi sebenarnya ia memohon.


"Aku bukan hakim, lagian kejahatan Papa mu itu sungguh keterlaluan, aku yang hanya anak seusia mu saja dia sangat perhitungan dan membalasnya dengan cara menculik Syahila, ibu dan para karyawan ku yang lain. Apa pantas orang tua seperti Papa mu di maafkan?" tanya Ferzo gusar.


"Hm? Dengan mama mu saja aku tidak kenal. Kau saja tidak pernah berpikir jika akan ada karma, dulu kau hina aku dengan berbagai cara, dari menghina dari di depan orang banyak sampai kau memukuli ku, aku berbaik hati karena melepaskan mu untuk menyaksikan derita yang kalian dapatkan. Seharusnya kau bersyukur," ucap Ferzo.


Yun tiba-tiba saja berlutut di hadapan Ferzo.


"Aku mengaku salah, aku minta maaf. Aku juga minta maaf atas kesalahan Papa ku, tapi tolong setidaknya berikan dia laporan untuk meringankan hukuman Papa ku," ucap Yun sambil menangis meneteskan air matanya.


"Dulu … di saat aku merasa kesakitan apa ada kau berhenti melakukannya? Sedikit pun kau tidak merasa iba atau berhenti. Hari ini kau datang berlutut dan memohon pada ku, tidak kah kau malu memohon pada orang yang kau zholimi, dasar aneh," ucap Ferzo menutup pintu rumahnya.

__ADS_1


Yun mengetuk-ngetuk pintu rumah Ferzo dengan Isak tangkisnya.


"Ferzo tolong bantu aku kali ini saja, aku akan mengingat kebaikan mu!" teriak Yun.


"Lalu apa kau tidak berpikir bagaimana aku membalasnya? Setelah seperti ini baru datang memohon. Ya sudah Yuse ayo kita tidur saja, tidak udah pedulikan dia," ajak Ferzo.


Yuse pun mengikuti Ferzo masuk ke dalam kamar dan membiarkan Yun di luar menangis.


Yun rasanya putus asa, ia pun mendatangi rumah Iyan dan Mul.


"Karena berkasnya sudah di kumpul semua, jadi Tuan Yusen ikut kami ke kantor polisi," ucap petugas yang memeriksa rumah Yusen tadi.


"Tolong jangan bawa suami ku! Dia tidak bersalah!" teriak istrinya menahan kursi roda Yusen untuk di bawa masuk ke dalam mobil polisi.


"Ibu juga ikut kami ke kantor polisi untuk di mintai keterangan dan para pengawal di sini juga," ucap petugas itu lagi dan ia pun terlebih dahulu berjalan menuju mobil.


Mereka pun di bawa ke dalam mobil polisi, kini rumah mewah itu di pasangan garis polisi.

__ADS_1


__ADS_2