System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 137


__ADS_3

Ke esokkan paginya, seperti biasa mereka berangkat sekolah. Ferzo juga sudah berangkat dan sampai di sekolah.


"Hey Ferzo!" panggil Yuse melambaikan tangannya dan berlari mendekati Ferzo.


"Bagaimana kabar mu hari ini?" tanya Yuse.


"Aku baik-baik saja." angguk Ferzo.


"Oh ya, tadi kalau aku enggak salah lihat di kantor kepsek ada Yun, untuk apa dia di sini? Bukankah dia sudah berhenti?" tanya Yuse merasa heran.


"Kemaren aku bertemu dengan mereka dan meminta kepala sekolah untuk membantunya," ucap Ferzo.


Bel sekolah pun berbunyi.


"Pada seluruh murid harap berkumpulnya di area!! Sekali lagi, untuk seluruh murid harap berkumpul di area, terima kasih."


Murid-murid bergegas menuju arah area yang sangat luas.

__ADS_1


Semua murid pun berkumpul dan mendengarkan arahan dari guru. 4 orang guru membawa kardus dan berdiri di depan para murid.


"Hm ... untuk apa guru membawa kardus, apa untuk sumbangan?" tanya salah satu murid dengan berbisik-bisik.


"Baiklah anak-anak sekalian, terima kasih karena sudah berkumpul. Pagi ini Ibuk ingin menyampaikan bahwa ada teman sekolah kalian dahulu yang sudah berhenti sekolah karena masalah lain dan saat ini keluarganya sangat memperhatinkan, jadi berharap uluran dari tangan kalian semua. Kehidupan ini akan berubah pada waktunya, karena kita ini hanya manusia biasa yang kadang ada di atas dan kadang ada di bawah. Jadi di saat ada yang dalam kesulitan kalian harus membantunya ya. Bagi kalian yang ingin mengulurkan sedikit uang kalian, maka masukkan ke dalam kardus ini," ucap kepala sekolah.


"Buk, siapa memangnya orang yang akan kami bantu?" tanya salah satu murid mengangkat tangannya dan murid yang lain juga sangat penasaran.


"Mereka adalah ... marilah keluar, agar mereka taku siapa yang akan mereka bantu," ucap kepala sekolah.


Mereka sangat terkejut karena orang yang mereka bantu itu adalah yang dulunya orang kaya raya.


"Lha? Kenapa sekarang menjadi gelandangan, Yun juga sangat sombong dulunya, aku hanya kasih seribu saja," ucap mereka mencibir.


"Makanya jangan sombong, pada akhirnya sekarang melarat," ucap murid yang lain mengejeknya.


"Iya, dulu angkuhnya minta ampun, sekarang baru tahu minta bantuan, sungguh memalukan," sahut yang lain.

__ADS_1


"Sudah, sudah cukup, ayo bagi kalian yang ingin menyumbang silakan dan jangan berlama-lama, soalnya kita akan masuk kelas sekarang juga," ucap kepala sekolah.


Para murid-murid berjalan secara berbaris memasukkan uang ke dalam kotak.


"Untuk apa aku memberikan uang ini kepada orang sombong itu, uang jajan ku saja tidak cukup," ucap murid yang lain yang hanya lewat saja di kotak tersebut.


"Jika aku beri maka aku tidak punya uang jaja," ucap murid yang lain.


Beberapa orang melewati kotak itu tanpa memberinya, sebagai lagi ada yang memberi uang yang paling tinggi 5000, karena mereka juga butuh jajan.


"Ayo sekarang giliran kita " Ferzo menepuk pundak Yuse.


Mereka Apun berjalan dan memasukkan uang, tak terkecuali Ferzo juga memasukkan uang ke dalam kardus tersebut.


Ferzo mendekati Yusen dan berbisik.


"Kau lihatlah mereka yang tidak mengenal mu itu, bahkan dulu anak mu yang sombong itu tidak memandang mereka. Kini mereka yang tidak kau pandang itu membantu mu, bagaimana perasaan mu? Apakah ada rasa apa perasaan itu sudah mati?" tanya Ferzo.

__ADS_1


__ADS_2