
Wanita itu berlutut dan menangis sesenggukan. Ia mengangguk dan paham.
"Sepertinya pengorbanan ku selama ini hanya sia-sia saja ya, aku yang terlalu mencintaimu, aku yang terlalu berharap padamu, aku yang tergila-gila padamu, aku yang berhalusinasi berharap kau membuka hatimu untuk mencintai ku setelah aku mengorbankan dan memperjuangkan cintaku, aku yang terlalu bodoh malah mencintai orang yang sama sekali tidak menganggap ku. Hanya aku yang menganggap mu sebagai rumahku. Baiklah jika begitu, selamat tinggal," ucap wanita itu berdiri dengan lemas, ia pun berbalik badan dan pergi. Jika di lihat perasaannya sudah mati karena ia bagaikan orang yang tidak punya tujuan lagi.
Semua orang menatap sedih, dua pasangan yang harus berpisah karena cinta, tapi Ferzo sama sekali tidak mengerti cinta orang dewasa.
Ding Ding
Misi selesai
Selamat Anda mendapatkan penambahan saldo sebesar 7.000.000
[Selamat Anda mendapatkan 10 poin]
[Selamat Anda mendapatkan Reward saham 40 persen di perusahaan MT]
Selamat Anda mendapat penambahan saldo reward dari 40% saham MT sebesar 40.000.000
[Selamat Anda naik level]
[Level kekayaan 12]
Poin [90]
Pengalaman [35]
__ADS_1
Reward [saham 40% MT grub]
Saldo [55.900.000]
Ferzo mendekati Alila. "Pisaunya," ucap Ferzo menampung tangannya.
"Kamu masih remaja nggak boleh bawa pisau, mending aku beri saja sama orang dewasa," ucap Alira.
"Ayolah, itu pisau dari tangan orang dewasa, bagaimana mereka menggunakan untuk mencuri," ucap Ferzo.
[Ding Ding]
[Misi baru]
[Hadiah 4.000.000]
[Status misi: Sedang berlangsung]
"Baru saja aku katakan beneran ada pencuri, kembali kan pisaunya," ucap Ferzo mengambil pisau dari tangan Alira dan berlari.
"Tapi kali ini yang mana lagi ya?" tanya Ferzo berpikir.
"Eh, kemana tas ku!" teriak salah satu wanita panik.
"Hilang di mana?" tanya temanya.
__ADS_1
"Tidak tahu, barusan aku taro di sini memperbaiki tali sepatuku, tiba-tiba saja tidak ada," ucap wanita itu mencari-carinya di sekitar kursi itu.
"Jangan-jangan tas kamu di curi kali," ucap temannya.
"Aduh, gimana donk." wanita itu tambah panik.
Ferzo mencari-cari siapa pencuri itu, dia ingat jika orang yang ia ikuti itu bisa jadi adalah pencurinya. Ferzo pun mencari orang berjaket hitam itu, rasanya jika sudah mencuri pasti sudah tidak mungkin ada di lokasi lagi. Ferzo kembali berlari ke jalanan dan melihat ke kiri dan kanan.
Dari kejauhan di Sinaro oleh lampu jalan, Ferzo melihat pria itu berjalan sendirian, Ferzo pun berlari mengejar pria itu dengan cepat, pria itu mendengar suara langka kaki di belakangnya dan melihat kebelakang. Ia pun juga berlari.
"Hey! Berhenti kamu!" teriak Ferzo. Tapi pra itu terus berlari.
"Benar juga, mana mungkin dia berhenti," gumam Ferzo. Mereka pun kejar-kejaran, pria itu masuk ke dalam gang dan ia bersembunyi.
"Sial! Kemana dia lari," ucap Ferzo kehilangan orang itu.
Kresek!
Suara plastik yang bergerak, Ferzo mendekati arah suara itu dan melihatnya.
Orang itu langsung menerpa Ferzo dan mereka jatuh bersamaan, ternyata dia adalah seorang pria.
Pria itu mencoba melepaskan diri ingin melarikan diri, tapi Ferzo memegang kakinya membuat pria itu terjatuh, Ferzo menarik kakinya dan mereka pun bergulat.
"Kau yang mencuri tas seorang gadis di tempat wisata itukan!" Ferzo memegang kerah baju pria itu dan begitu juga pria itu memegang tangan Ferzo.
__ADS_1