System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 88


__ADS_3

"Gila! Persyaratannya ini sudah menandakan jika dia beneran nggak mau sama Yudi," bisik temannya.


Yudi terdiam sejenak menatap Syahila dengan tatapan sedih, orang yang sangat ia cintai sangat jelas tidak mencintainya.


"Syahila, aku adalah pewaris tunggal perusahaan Papa ku, semua yang menjadi milik ku juga akan menjadi milik mu juga suatu saat ini, kenapa kau tidak menerima ku? Aku bisa memberikan semua pada mu suatu hari nanti," ucap Yudi penuh harap.


"Harta kekayaan mu tetap lah milik mu, tidak akan berpindah tangan pada ku, orang tua mu juga tidak akan membiarkan orang dari keluarga miskin masuk ke dalam keluarga mu, bisa jadi kau sudah di jodohkan. Dunia kita berbeda Yudi, berhenti berharap dan jalani hidup kita masing-masing," ucap Syahila menatap Yudi datar.


"Hey! Dia juga kaya dan punya mobil, tapi kamu mau dengannya," ucap Yudi menunjuk ke arah Ferzo.


"Hm dia? Aku dan dia? Sudah aku katakan, jika Ibu ku kerja di cafe dia, jika kami dekat lalu kamu mau apa? Wajar saja jika aku dan dia sering bersama, aku di cafenya juga datang untuk bantu-bantu," ucap Syahila menekuk alisnya.


"Baiklah, aku akan meminta Papa ku untuk membuatkan cafe dan ibumu bisa bekerja di sana, aku akan telpon Papa aku sekarang," ucap Yudi mengambil ponselnya. Ferzo menggeleng kepala sambil tersenyum.


'Dia ini benar-benar cinta mati pada Syahila,' batin Ferzo.

__ADS_1


"Yudi! Sudah aku katakan padamu kita ini berbeda! Mau ibu ku bekerja di cafe mu tetap orang tuamu tidak akan menerima menantu miskin, harus berapa kali aku katakan agar kau mengerti!" teriak Syahila seperti orang kehilangan akal sambil menghentakkan kakinya


Ferzo datang mendekati Syahila dan memegang bahu Syahila.


"Berhenti mengganggunya! Berapa kali dia harus mengatakan jika dia tidak menyukai mu, jika kau mencintai dia maka biarkan dia bahagia meskipun tidak bersama mu, karena cinta itu akan bahagia apa bila melihat orang yang kau cintai bahagia," ucap Ferzo.


Ferzo memegang tangan Syahila dan mengajaknya masuk ke dalam mobil.


"Ayo kita pergi." Mereka pun masuk ke dalam mobil, Ferzo perlahan-lahan memutar mobilnya dan melaju di jalanan.


"Aku."


"Dia."


Secara tak sengaja merek bersamaan untuk berbicara dan mendadak diam dan saling berpandangan lalu tersenyum.

__ADS_1


"Ya sudah kamu duluan," ucap Ferzo.


"Enggak, kamu duluan," ucap Syahila.


"Kamu duluan deh, nanti baru aku," ucap Ferzo.


"Hm … itu … aku minta maaf ya, gara-gara aku kamu jadi bermusuhan dengannya dan mendapat masalah," ucap Syahila kembali menundukkan kepalanya.


"Tidak apa-apa, aku suka masalah kok, masalah bisa mendewasakan diri," ucap Ferzo menyengir.


"Kamu bisa aja sih, tapi intinya aku benar-benar merasa bersalah banget sama kamu, aku akan menyelesaikan sendiri masalah ini nanti dengan Yudi," ucap Syahila.


"Jangan, kamu jangan menyelesaikan sendiri, bagaimana jika terjadi lagi hal yang seperti waktu itu, siapa yang akan membantu mu? Dia itu pria, tenaganya lebih kuat dari kamu, jadi biarkan aku bersama mu, aku akan ikut tapi akan bersembunyi dan membiarkan mu berbicara dengannya, jika dia berani melakukan sesuatu pada mu aku akan keluar dan menolong mu, apa seperti ini kamu setuju?" tanya Ferzo.


"Hm ... baiklah." angguk Syahila.

__ADS_1


__ADS_2