
"Tapi aku sangat mencintai mu Ferzo, bagaimana aku bisa memiliki mu? Kenapa aku tidak sebanding dengannya? Apa karena aku datang lebih lama darinya?" tanya Alila dengan mata yang penuh sendu.
"Ini bukan masalah siapa yang datang pertama atau masalah lainnya, tapi ini tentang hati. Kau harus mengerti itu. Ya sudah, aku mau mandi dulu, papa mu pasti udah lama menunggu," ucap Ferzo meninggalkan Alila sendiri di dalam kamar dan ia masuk ke dalam kamar mandi dan menguncinya dari dalam takut jika Alila mendadak berbuat nekat dan masuk ke dalam kamar mandi.
Alila terpaku terdiam di mana tempat ia berdiri, rasanya entah berada di mana ia saat ini. Perasaan macam apa ini yang ia rasakan? Sedih, duka, bingung semuanya ada di pikirannya. Sedih yang tak menentu, dari hatinya sangat ingin bersama Ferzo dan ingin hidup bahagia, tapi pada kenyataannya ia di tolak tanpa di beri waktu lagi. Sakit sekali rasanya rasanya saat cinta di tolak, berasa punya harapan tapi harapan itu tidak berbalas.
Ia duduk di tempat tidur Ferzo dan menatap foto Ferzo yang terpasang di dinding itu dengan mata sayu.
Setelah selesai mandi, Ferzo pun keluar dari kamar mandi dan melihat Alila masih berada di kamarnya sambil menatap fotonya.
"Hm … Alila, maaf, aku … mau ganti baju dulu," ucap Ferzo membuyarkan lamunan Alila. Alila merasa salah tingkah, ia mengangguk dan meninggalkan kamar Ferzo lalu menuju ruang tamu.
__ADS_1
Meskipun merasa tidak enak menolak Alila, tapi itu yang harus ia lakukan, apa bila cinta karena terpaksa pada akhirnya keduanya tersakiti dan menjadi musuh, lebih baik tersakiti sekarang tapi menjadi teman, dari pada esok hari akan menjadi benalu.
Ferzo mengambil baju kaos dan mengenakannya, ia juga memakai celana jins hitam dan sepatu kets putih. Setelah merasa rapi, Ferzo keluar dari kamarnya dan menghampiri Alila yang mana matanya masih memerah karena sedih.
"Ya sudah, ayo kita berangkat, Papa mu pasti sudah menunggu kita, jadi jangan biarkan dia menunggunya terlalu lama," ajak Ferzo tersenyum.
Alila mengangguk dan menyeka air matanya dan mereka pun keluar dari rumah Ferzo dan naik kendaraan masing-masing.
"Hm? Ada apa dengan Alila? Kenapa ia malah melaju di jalur yang salah?" tanya Ferzo bingung karena mobil Alila ada di tengah-tengah jalan perbatasan jalur kiri dan kanan.
[Ding Ding]
__ADS_1
[Misi baru]
[Menyelamatkan Alila dari kecelakaan]
[Status misi: Sedang berlangsung]
"Sial! Apa yang Alila pikiran sehingga akan mengalami kecelakaan!" ucap Ferzo panik. Ferzo menekan klaksonnya berkali-kali agar Alila melihat ke arah dirinya, tapi tetap saja mobil Alila melaju, dan itu hampir sampai di perbatasan jalur sebelahnya.
Jika seperti ini, Alila pasti akan mengalami kecelakaan fatal jika ia berada di jalur yang salah. Mana kaca jendelanya juga tertutup rapat, Ferzo juga berusaha menelpon ponsel Alila, akan tetapi tidak di angkat, beberapa mobil melewatinya, dan semuanya berkendara menepi memilih untuk mengalah untuk menghindari kecelakaan, tapi bagaimana jika ada mobil besar yang lewat nanti?
Benar saja, ada 2 mobil trailer yang akan lewat, tentu saja mobil itu sedang berada di jalurnya, jika Alila tidak menghindar, habislah dia, mana mobilnya juga sudah mendekat.
__ADS_1