System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 115


__ADS_3

"Baik Ferzo, aku mengingatnya, kau juga hati-hati dan pulanglah dengan selamat dengan membawa mereka semua," ucap Yuse menepuk pundak Ferzo.


"Baiklah, aku pergi dulu," ucap Ferzo. Ferzo meminta nomor telpon Yuse lalu mengatur keamanan rumahnya ia pun masuk ke dalam mobilnya.


"Jika aku.pergi sendiri ke markas Yusen, mereka takutnya akan curiga, aku lebih baik pergi bersama pengawalnya saja," ucap Ferzo yang terus mengendarai mobilnya.


Perjalanan beberapa menit, ia pun sampai di cafenya, ternyata sudah ada menunggu 3 orang pria yang bertubuh besar dengan jas hitam.


Ferzo keluar dari mobilnya dan menghampiri mereka bertiga.


"Kamu yang bernama Ferzo?" tanya salah satu pengawal itu.


"Iya." angguk Ferzo.


"Lama sekali! Ayo cepat masuk ke dalam mobil. Tapi ingat satu hal, jangan melakukan apa pun atau mereka tidak akan selamat," ancam pengawal itu.


Ferzo pun masuk ke dalam mobil, mereka menutup mata dan mengikat tangan Ferzo dengan maksud dan tujuannya agar Ferzo tidak melihat arah jalan yang akan mereka tuju dan Ferzo tidak tahu jalannya.


[Klik di sini untuk membuka]

__ADS_1


[Klik]


"Hey apa yang kau lakukan?" tanya pengawal itu saat melihat Ferzo mengangkat tangannya.


"Bukan apa-apa, aku tadi ada mendengar suara nyamuk saja," jawab Ferzo beralasan.


Ferzo melihat dari Systemnya tujuan dari mereka.


'Hm … ternyata markasnya perjalanan setengah jam saja rupanya, tidak begitu jauh,' batin Ferzo mengangguk-angguk.


"Apa yang kamu angguk-anggukkan?" tanya pengawal itu lagi melihat tingkah aneh Ferzo.


"Huh! Ada-ada saja kelakuannya," ucap pengawal itu sebal.


Setengah jam perjalanan akhirnya mereka pun sampai di tempat tersebut, Ferzo di bawa masuk ke dalam markas tersebut.


Ia di dudukkan ke atas kursi lalu tubuhnya di ikat. Lalu penutup matanya di buka dan terlihat jika Syahila, ibunya dan ketiga karyawannya ada di hadapannya dan mereka sedang duduk di kursi yang juga di ikat.


"Syahila! Bibi! Kalian semua tidak apa-apa kan?" tanya Ferzo khawatir.

__ADS_1


"Kami baik-baik saja Nak Ferzo," jawab ibu Syahila tersenyum melihat Ferzo.


"Maafkan aku yang sudah menempatkan kalian dalam bahaya, aku pastikan jika kalian semua pulang dalam keadaan selamat," ucap Ferzo.


"Tidak, kita semua akan pulang dalam keadaan selamat," ucap Syahila tersenyum dengan berlinangan air mata.


"Ha-ha-ha, di saat seperti ini kalian masih berencana untuk kabur dengan terang-terangan di depan ku, apa kalian pikir aku akan membiarkan kalian pergi dalam keadaan selamat, aku akan membuat mu cacat," ucap Yusen tertawa puas saat melihat Ferzo sudah ada di tangannya.


"Oh ya? Kau sebentar lagi akan mendengarkan kabar buruk," ucap Ferzo tersenyum sinis.


"Tuan gawat! Ada masalah!" tiba-tiba saja pengawalnya yang lain datang dengan tergesa-gesa.


"Ada apa lagi! Di saat aku sedang bersenang-senang seperti ini, jika tidak penting jangan menganggu ku!" ucap Yusen sedikit kesal karena merasa terganggu.


Pengawal itu mendekati Yusen dan berbisik dan ia sangat terkejut.


"Apa! Kenapa bisa seperti ini!" teriak Yusen dengan membelalakkan matanya.


"Heh kenapa? Perusahan mu bangkrut ya? Ha-ha-ha sudah aku katakan, kau berani buat masalah dengan ku memangnya aku juga tak bisa," ucap Ferzo terkekeh.

__ADS_1


__ADS_2