System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 60


__ADS_3

"Ada apa?" tanya asisten Joy.


"Di depan ada anak SMA yang ingin bertemu dengan Anda," ucap Amel. Joy langsung keluar dari ruangannya dan Amel juga ikut keluar dan menutup pintu ruangan Joy.


Joy berjalan cepat dan menuju pintu utama dan melihat Ferzo yang berdiri sambil melihat sikunya yang pedih akibat terkena aspal.


Kedua petugas keamanan itu menundukkan kepala memberi hormat. Joy langsung berlari menghampiri Ferzo.


"Apa Anda adalah Ferzo Ananda?" tanya Joy.


"Ya aku sendiri," jawab Ferzo datar.


"Maaf Tuan, di hari pertama Anda datang malah bertemu dengan hal seperti ini," ucap Joy membungkukkan badannya beberapa kali dan ia merasa sangat bersalah.


"Kamu tau apa yang harus di lakukan kan?" tanya Ferzo menatap kedua petugas keamanan itu.


Melihat Joy yang membungkukkan badan di hadapan Ferzo, barulah mereka percaya jika Ferzo adalah pemilik perusahaan itu. Mereka kalang kabut, mana mereka yang hanya menonton tadi kembali ke tempat kursi kerjanya masing-masing. Kedua petugas keamanan langsung menggigil ketakutan.

__ADS_1


"Ya saya tahu." angguk Joy. Ia balik badan dan melihat ke arah kedua petugas itu.


"Kalian boleh pulang sekarang dan jangan datang lagi," ucap Joy. Kedua petugas itu datang dan langsung berlutut di hadapan Joy.


"Tolonglah Tuan, jangan pecat kami, di sinilah kami mencari makan," ucap petugas itu memohon dengan mengatupkan kedua tangannya.


"Ini adalah permintaan dari CEO langsung aku tidak bisa mempertahankan kalian, atas tindakan kekerasan Tuan Ferzo," ucap Joy.


"Aku tidak mau ada yang berlaku kasar di perusahaan ku," sahut Ferzo. Kedua petugas keamanan itu berlari ke arah Ferzo dan berlutut di hadapannya.


"Tuan, maafkan kami, berikan kami kesempatan sekali lagi, kami janji akan memperbaiki perilaku kami, kami janji, bahkan kami akan ganti rugi atas perbuatan kami hari ini, biasanya kami bekerja sangat rajin Tuan, hari ini kami khilaf sehingga tidak mengetahui jika Anda adalah pemilik tempat ini," ucap mereka memohon.


"Baik Tuan." angguk Joy. "Kalian lebih baik pergi dari sini, Tuan tidak ingin minat kalian lagi," ucap Joy berjalan meninggalkan mereka.


Joy berlari mengikuti Ferzo dari belakang, para karyawan terdiam dan melihat Ferzo ketakutan, karena mereka tadi hanya melihat saja tanpa menolongnya, mereka takut jika di pecat juga.


"Siapa sekretarisnya?" tanya Ferzo.

__ADS_1


"Nona Kesin," jawab Joy. "Mari.Tuan saya antarkan ke ruangan Anda," ucap Joy.


Mereka pun berjalan ke rumah utama kantor itu, yaitu ruang CEO.


"Silakan Anda masuk sidik jari Anda, jika nanti Anda masuk hanya Anda yang bisa masuk ke ruangan ini," ucap Joy. Ferzo memasukkan jarinya.


[Ding]


[Sidik jari Anda terdeteksi]


Pintu pun terbuka secara perlahan-lahan secara otomatis.


Ferzo pun masuk ke dalam dan ruangan itu sangat luas.


"Panggilkan Sekretarisnya, aku ingin melihatnya," ucap Ferzo.


"Baik Tuan." angguk Joy, ia pun keluar dari rumah CEO dan berjalan menuju rumah sekretaris.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Joy dan seorang wanita seksi datang dan masuk ke ruangan Ferzo.


"Hay Tuan, saya sekretaris Anda, Kesin. Ada yang bisa Saya bantu?" tanya Kesin tersenyum manis ke arah Ferzo.


__ADS_2