System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 83


__ADS_3

"Kenapa kamu bisa menemukannya?" tanya Polwan itu


"Aku tahu dari pembunuhnya."


"Siapa pembunuhnya?"


"Suaminya sendiri dan selingkuhannya," jawab Ferzo.


"Apa!" polwan itu terkejut membelalakkan matanya. Rasanya ia tak ingin percaya karena seminggu yang lalu suaminya melaporkan kepada polisi jika istrinya hilang, dan setelah laporan itu ia juga ikut menghilang dan tidak pernah datang lagi kekantor polisi untuk memberi keterangan lagi, selama ini para polisi pontang pating mencari mayat istrinya dia malah bersantai.


"Sial! Dia ingin mempermainkan polisi ya! Kamu dari mana tahu jika dia pembunuhnya?" tanya Polwan itu dengan mata berapi.


"Hm aku hanya orang numpang lewat saja yang kebetulan sedikit punya firasat tentang masalah ini. Itu saja, jika buk polisi tanya kenapa mereka membunuhnya? Di mana mereka membunuhnya? Atau meminta keterangan lebih lanjut, lebih baik lupakan itu, karena yang aku tahu dari firasat ku saja, jika ingin menangkap pelakunya segeralah ke rumahnya sebelum pelakunya kabur," ucap Ferzo.


"Tidak bisa, kau tetap harus ikut untuk memberikan penjelasan di kantor polisi," ucap polisi itu.


"Hm … kalau begitu ku biarkan saja mayat itu membuat kalian pusing mencarinya," ucap Ferzo manyun.

__ADS_1


"Tidak bisa, kamu harus ikut," ucap polwan itu tegas.


"Baiklah, baiklah, tapi aku ingin pulang dan ganti baju," ucap Ferzo mantap polwan itu sayup.


"Kalian pergi ke rumah pelapor, aku akan menemaninya," ucap polwan itu.


Para polisi itu masuk ke dalam mobilnya dan berangkat menuju tujuannya.


Ferzo masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya menuju rumahnya, polwan itu mengikuti mobil Ferzo dari belakang.


Tak lama kemudian mereka pun sampai di rumah Ferzo. Ferzo membuka rumahnya dengan sidik jarinya. Polwan itu menekuk alisnya.


"Ayo masuk Buk," ucap Ferzo. Ia pun masuk ke dalam dan melihat isi dalam rumah Ferzo. Ia tertegun karena rumah Ferzo termasuk rumah mewah. Ia pun duduk di sofa.


Sedangkan Ferzo masuk ke dalam ruangan anabulnya.


"Hey! Apa yang kalian lakukan!" teriak Ferzo kalang kabut. Kedua ekor hewan itu memanjat tubuhnya dan mengigit celananya.

__ADS_1


Karena mendengar teriakan Ferzo yang lumayan keras itu, polwan berjalan dan mendekati ruangan tersebut.


"Kamu punya peliharaan?" tanya polwan itu melihat Cimot dan Comot yang sudah ada di kepalanya dan kakinya.


"Kamu pergilah mandi, biarkan kau mengurus mereka," ucap polwan itu mengambil Cimot dari kepala Ferzo. Ia juga memeluk Comot untuk melepaskan dari kaki Ferzo.


"Baiklah jika begitu," ucap Ferzo. Ferzo pun masuk ke dalam kamarnya dan ia segera membersihkan diri.


dadi dalam kamar mandi, Ferzo terus menguap dan ia mengantuk, dan akhirnyania pun tertidur di dalam kamar mandi di dalam bak.


15 berlalu, Polwan itu masih sibuk dengan kedua anabul lucu itu.


25 menit kemudian, polwan itu merasa aneh, kenapa Ferzo belum keluar juga dari kamarnya.


40 menit kemudian.


"Kemana sih anak itu? Apa dia melarikan diri dari jendela kamar?" tanya polwan itu berdiri dan masuk ke dalam kamar Ferzo yang lupa ia kunci.

__ADS_1


Ia memeriksa jendela masih terkunci dari dalam, ia pun masuk ke kamar mandi dan kemudian menjerit dan menutup matanya.


Ferzo yang tadinya tertidur pulas mendadak bangun dan hampir tenggelam di dalam bak mandi saking terkejutnya.


__ADS_2