System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 107


__ADS_3

"Silakan Tuan di tanda tangani di sini," ucap Ari meletakkan berkas itu di hadapan Ferzo dan memberikan sebuah pena.


Ferzo pun menandatanganinya.


"Selamat Tuan, hotel ini sudah sah menjadi milik Anda," ucap Ari memberikan ucapan selamat kepada Ferzo.


"Terima kasih atas ucapannya, tapi jika aku menemukan kamu seperti itu lagi, jangan salah aku memecat mu dan membuatmu tidak mendapat pekerjaan di mana pun, kau karena sudah lama kerja di sini makanya aku baru berbaik hati tetap mempertahankan mu di sini, kau malah membiarkan aku di maki oleh seorang satpam. Tidak kah kau mengajari para karyawan untuk bersikap sopan kepada orang? Baik itu di dalam tempat kerja mau pun di luar jam kerja. Sepertinya peraturan hotel ini memang harus di rubah, jika tidak kejadian seperti ini akan terulang kembali," ucap Ferzo memarahi Ari.


"Baik Tuan, tidak akan terjadi lagi, aku akan memastikannya baik-baik, jika terjadi kesalahan lagi, maka aku bersedia di pecat seperti yang Anda katakan," ucap Ari menundukkan kepala.


"Berikan aku laptop, aku akan membuat pengumuman untuk seluruh karyawan hotel ini," perintah Ferzo.


"Baik Tuan." angguk Ari menundukkan kepala dan ia pun keluar dari ruang utama hotel dengan wajah murung.


Ari segera mengambil laptop di meja resepsionis lalu membawanya kembali ke ruangan Ferzo.

__ADS_1


"Ini Tuan laptopnya," ucap Ari meletakan di atas meja Ferzo. Ferzo pun membuka laptopnya dan mulai mengetik tentang peraturan baru untuk hotelnya.


Ari terdiam di tempatnya tanpa bergerak sedikit pun karena ia tahu atas kesalahannya dan ia merasa tidak enak hati.


"Kamu kenapa tidak duduk, mungkin aku akan lama, panggil juga teman-teman ku ke sini," perintah Ferzo.


"Baik Tuan." angguk Ari menurut.


Tak lama kemudian teman-teman Ferzo masuk ke dalam ruangannya.


"Syahila, aku ingin mengatakan pada mu satu hal deh," ucap Ferzo.


"Ngomongin apa?" tanya Syahila mengangkat alisnya.


"Nanti setelah aku menyelesaikan tugas ku dulu," ucap Ferzo. kembali fokus ke layar monitornya.

__ADS_1


"Oke." angguk Syahila, mereka pun duduk di kursi tamu dan melihat-lihat apa yang menarik di sana.


45 menit berlalu, akhirnya peraturan baru sudah selesai Ferzo membuatnya lalu menekan enter dan itu terkirim di layar lebar di dekat resepsionis agar para karyawan bisa melihatnya langsung.


Setelah selesai, Ferzo duduk di sofa dekat Syahila.


"Ari, kosongkan satu kamar VIP dan sulap jadikan sebuah rumah sekalian ada dapurnya, aku butuh ruangan itu untuk tempat tinggal Syahila dan ibunya," ucap Ferzo.


"Baik Tuan." angguk Ari keluar dari ruangan dan menuju ruang VIP. Biasanya tempat itu sangat besar dan luas, jika hanya di tempati 2 orang saja itu sudah lebih dari cukup.


Syahila mengangkat alisnya melihat ke arah Ferzo.


"Apa maksudnya ini semua Ferzo?" tanya Syahila.


"Aku tidak ingin kalian tinggal di sana, jadi untuk semetara tinggallah di hotel karena hotel lebih dekat dengan cafe, sedangkan rumah kalian jauh dari cafe. Jika nanti ada hari libur baru pulang lihat rumah kalian," ucap Ferzo.

__ADS_1


"Tapi Ferzo ini terlalu berlebihan untuk kami, bagaimana mungkin aku bisa terima ini semua sedangkan kau sudah sangat berbaik hati pada ku dan ibuku," ucap Syahila tidak enak hati.


__ADS_2