System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 43


__ADS_3

Pria itu tidak menjawab, ia mencekik leher Ferzo, tapi Ferzo menendang perutnya dengan kuat membuat pria itu terpental.


pria itu pun berusaha untuk berlari akan tetapi Ferzo menarik bajunya dari belakang dan pria itu memegang tangan Ferzo lalu menendang kakinya, akan tetapi Ferzo menghindarinya.


Ia pun memegang tangan pria itu lalu memutarnya ke belakang.


"Berikan dompet itu dan serahkan dirimu ke polisi," ucap Ferzo.


Pria itu tetap terdiam Ferzo pun menendang kakinya membuat pria itu jatuh ke tanah. Ia pun memeriksa seluruh tubuh pria itu dan mendapati sebuah tas kecil berwarna coklat dan Ferzo mengambilnya lalu menyimpannya.


Ferzo memegang tangan pria itu dengan kuat lalu membawanya ke tempat wisata tadi. Sebesar apapun pria itu mencoba untuk melepas dari genggaman Ferzo tapi pegangan Ferzo lebih kuat lagi.


Wanita yang kehilangan tas itu duduk di kursi sambil menangis beberapa orang temannya sedang mencari tas itu.


"Ini orang yang mencuri tasmu," ucap Ferzo membawa pria pencuri ke hadapan wanita yang sedang menangis itu.


"Kau ...." wanita itu menunjuk ke arah pria yang berjaket hitam di hadapannya.


"Aku … aku terpaksa." Pria itu menundukkan kepala merasa bersalah.


"Yah, ternyata kamu bisa bicara, aku tadi berpikir jika kau bisu," ucap Ferzo mencibir.

__ADS_1


"Lepaskan saja dia," pinta wanita itu.


"Eh, mana boleh begitu, aku udah capek-capek menangkap dia mempertaruhkan nyawaku malah kamu melepaskannya begitu saja," ucap Ferzo tak terima.


"Lepaskan saja tangannya, dia tidak akan lari," ucap wanita itu menatap tajam ke arah pria berjaket hitam itu.


Ferzo pun melepaskannya.


"Mana tas ku?" tanya gadis itu menampung tangannya di kepada pria itu.


Ferzo mengambil tas kecil yang pas-pasan untuk hp lalu memberikan kepada gadis itu.


"Oh, terima kasih," ucap gadis itu tersenyum kepada Ferzo.


"Ferzo!" teriak Alila dan yang lain juga mendekat.


"Eh, kalian." Ferzo memutar badannya kebelakang melihat mereka yang menghampirinya.


"Ini uang untuk kamu karena sudah berhasil menemukan dompetku." wanita itu menyodorkan selembar uang merah kepada Ferzo.


"Tidak, terima kasih." Ferzo mendorong tangan gadis itu hingga di hadapan dadanya.

__ADS_1


"Ambil saja, aku bantu kamu juga ikhlas kok." angguk Ferzo serius.


"Ini ambil aja." wanita itu kembali menyodorkan uang itu lagi.


"Tidak, dia lebih membutuhkan dari pada aku," ucap Ferzo melihat ke arah pria yang berjaket hitam itu. Pria itu membuang wajahnya ke samping.


"Aku pulang dulu," ucap Ferzo minat gadis itu lalu pergi meninggalkan mereka.


Alila, Shopia dan Lazi mengikuti Ferzo.


"Oh ya, bagaimana jika Comot dan Cimot aku bawa pulang saja," saran Alila.


"Jangan donk, mereka baru saja punya rumah baru, biarkan mereka tidur di rumah barunya dulu," ucap Ferzo.


"Hm … baiklah, tapi lain kali aku bawa pulang ya," ucap Alila memberikan Comot dan Cimot kepada Ferzo.


"Kamu kenapa nggak beli aja?" tanya Ferzo, mereka berjalan sambil keluar dari taman wisata itu.


"Hm … aku kurang suka sih," jawab Alila.


"Tapi kamu suka tadi sama Comot dan Cimot?" tanya Ferzo mengangkat alisnya.

__ADS_1


"Iya, setelah tadi melihat mereka berdua aku jadi suka, rasanya aku suka mereka saja, aku jadi merasa sudah dekat dengan mereka, jadinya aku nggak pengen beli yang lain, bagaimana kalo aku beli mereka aja?" tanya Alila tersenyum.


__ADS_2