System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 59


__ADS_3

"Waw … ini perusahaan ku kah?" tanya Ferzo keluar dari mobilnya. Ia terkagum-kagum dengan kemegahan perusahaan itu, tapi ada rasa malu juga, rasa bangga juga, rasanya campur aduk.


Ferzo pun berjalan menuju pintu utama, di sana ada 2 orang penjaga. Mereka berdiri saat melihat Ferzo datang dan ingin masuk ke dalam.


"Orang yang tidak berkepentingan tidak boleh masuk, apa lagi kamu anak sekolah, jadi di larang masuk," ucap salah satu penjaga keamanan itu.


"Tapi inikan adalah perusahaan ku, kenapa kau tidak boleh masuk?" tanya Ferzo menekuk alisnya.


"Apa kamu pemilik perusahaan ini? Ha-ha-ha, kamu jangan melawak, mana ada pemilik perusahaan ini masih anak sekolah, apa kamu ingin mengatakan jika kamu anaknya? Dengar ya, pemilik perusahaan ini masih single dan masih muda, jadi tidak mungkin dia punya anak. Jadi kamu lebih baik pergi sekarang!" usir petugas keamanan itu.


Ferzo menatap kedua petugas keamanan itu sambil menekuk alisnya, kenapa mereka kasar sekali, setidaknya mereka harus bertanya dulu. Tapi mereka main usir aja, seolah-olah perusahaan ini di bawah kendali mereka dan bisa berbuat seenaknya.


Baru saja hari ini datang ke perusahaanya malah sudah di suguhi kejadian yang tidak mengenakkan ini.


"Kenapa aku harus pergi dari perusahaanku? Biarkan aku masuk," ucap Ferzo mencoba masuk dengan menerobos mereka.

__ADS_1


Akan tetapi kedua petugas keamanan itu menangkap tubuh Ferzo lalu mendorongnya ke bawah hingga ia terjatuh, semua pegawai yang ada di sana menyaksikan kejadian itu.


"Ck! Lihatlah, anak sekolah itu ingin masuk ke perusahaan besar ini, apa dia ingin mencari masalah?" tanya salah satu pegawai yang ada di sana sambil tersenyum melihat Ferzo yang terjatuh.


"Dia pantas mendapatkan itu, masih kecil tapi sudah berulah," sambung yang lain. Mereka menyaksikan kejadian itu sambil makan dan mengemil, seolah-olah sedang melihat pertunjukkan seru. Di antara dari mereka tidak ada yang inisiatif untuk membantunya.


Ferzo berdiri dan mengibaskan baju seragamnya yang kotor itu dan melihat ada luka lecet di sikunya.


Datanglah seorang wanita kelaut dari perusahaan, kira-kira umurnya 30 tahun, ia datang dan menghampiri Ferzo dan memeriksanya.


"Ah, aku baik-baik saja Kak, terima kasih. Tapi apa aku bisa meminta bantuan dari Kakak?" tanya Ferzo.


"Ya ada apa?" tanya wanita itu mengangkat alisnya.


"Bisakah panggilkan Asisten Joy?" pinta Ferzo.

__ADS_1


"Tapi dia bilang ingin menunggu seseorang, dia adlah Ceo perusahaan ini," jawab wanita itu.


"Ya, dia yang sudah memintaku ke sini," jawab Ferzo. Wanita itu berpikir dan kemudian ia mengangguk.


"Baiklah, tunggu sebentar." wanita itu pun berjalan masuk ke dalam perusahaan.


"Lihatlah, Nona Amel masih saja baik seperti biasa, wajar saja jika dia banyak yang menyukainya," ucap salah satu pegawai pria itu melihat wanita itu berlari dan menuju ruangan di mana tempat ruangan asisten berada.


"Cih! Dia itu cuma ingin mengambil perhatian kalian saja, siapa yang tahu jika dia di luar malah seperti wanita liar," ucap pegawai wanita lainnya.


Tok! Tok! Tok!


"Permisi!" panggil wanita yang bernama Amel itu di balik pintu ruang asisten Joy.


"Masuk," ucap asisten Joy. Amel pun masuk ke dalam ruangan dan berdiri di depan meja Joy.

__ADS_1


__ADS_2