System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 112


__ADS_3

Ferzo mengeluarkan sejumlah uangnya.


"Bonus untuk kalian bertiga nih aku kasih 6 juta perorang, dan untuk Bibi 10 juta," ucap Ferzo memberikan uang itu.


"Tapi Nak, ini banyak sekali, Bibi tidak berbuat banyak untuk kamu dan cafe ini," ucap ibu Syahila merasa tak enak hati, karena banyak sekali yang Ferzo berikan.


"Nggak apa-apa, buat keperluan Bibi dan Syahila juga. Dan ini ada 30 juta untuk beli bahan makanan, jadi besok kembali berjualan lagi," ucap Ferzo meletakkan sejumlah uang di atas meja.


[Ding Ding]


[Saldo Anda di kurang 58.000.000]


[Sisa saldo Anda 314.000.000]


"Ya udah, hari ini Bibi langsung ke pasar bersama pegawai yang lain, nggak perlu merepotkan kamu," ucap Bibi tersenyum.


"Bener nih, dapat uang dari Bos aku berasa pengen healing dulu," ucap yang lain.


"Oh ya udahlah, aku juga mau istirahat dan mengerjakan tugas sekolah. Kamu gimana Syahila?" tanya Ferzo.


"Aku ikut Ibu aja deh, menemani ibu belanja, tapi kamu nggak perlu antar kami. Pergilah beristirahat, kami pakai taksi online saja," ucap Syahila.


"Ya udah ya, aku pulang dulu, kalian hati-hati di jalan," ucap Ferzo.


"Oke, terima kasih ya Ferzo," ucap Syahila tersenyum.

__ADS_1


"Ya terima kasih Bos, semoga hari-hari mu menyenangkan," ucap karyawannya yang lain.


"Ya ya, aku pergi dulu," ucap Ferzo melambaikan tangan dan masuk ke dalam mobil. Mereka pun melambaikan tangan saat mobil Ferzo perlahan-lahan melaju.


"Ayo kita tutup cafenya. Tapi kalian harus ingat kebaikan Nak Ferzo, jadi bekerjalah dengan rajin dan tekun, gimana caranya agar cafe ini bisa maju, jangan hanya terima uangnya saja ya," pesan ibu Syahila.


"Siap kepala koki," ucap mereka senang.


Baru saja sampai di tengah perjalanan, ada peringatan dari system'.


[Peringatan!]


[Peringatan!]


[Ada bahaya!]


[Ada bahaya!]


"Apa yang terjadi? Apa systemnya rusak kali ya? Ya udahlah aku mau tidur sejenak, biarkan mereka bersenang-senang," ucap Ferzo memasukkan mobilnya ke dalam garasi dan ia pun masuk ke dalam kamar lalu mereka bahkan tubuhnya. Para anabul itu berlarian mengejar Ferzo.


"Ah kalian, maaf ya, aku lama pulangnya, ya sudah, kalau rindu sini tidur di pelukan ku saja," ucap Ferzo memeluk kedua anabulnya. Lalu ia pun tidur.


Triring! Triring! Triring!


Ponsel milik Ferzo berdering, akan tetapi karena Ferzo sangat mengantuk, ia tidak mendengarkan suara ponselnya.

__ADS_1


Tik! Tok!


Tik! Tok!


Suara jam di dinding berdetak kuat, Ferzo melihat jam di dinding yang di mana ia tidur lumayan cukup juga.


"Eh, sudah jam 19:20 menit rupanya, bahkan aku lupa makan siang," ucap Ferzo mengucek matanya.


Ferzo mengambil ponselnya dan melihat isi dalamnya.


"Eh, ada yang menelpon, nomor baru. Siapa ya?" tanya Ferzo menelpon balik.


Tuuut! Tuuut!


Tuuut! Tuuut!


"Halo, kenapa lama sekali mengangkatnya, aku sampai di gigit nyamuk." terdengar suara seorang pria. Tapi Ferzo seperti mengenal suara itu.


Ferzo menekuk alisnya, kira-kira siapa penelpon itu, apa ada musuh lain lagi.


"Ini sama siapa dan ada apa?" tanya Ferzo.


"Cepat sekali kau melupakan ku ya, orang kesayangan mu sudah ada di tangan ku, jika kau menginginkan mereka maka datang sekarang juga," ucap pria itu.


"Siapa orang kesayangan yang kau maksudkan?" tanya Ferzo lagi tambah tak mengerti.

__ADS_1


__ADS_2