System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 141


__ADS_3

Malam pun tiba, Ferzo datang menjemput Syahila. Ferzo juga memberi tahu Yuse agar bisa menjemput ibu Syahila, sedangkan para karyawan mereka naik mobil yang sudah di sediakan Ferzo.


"Apa kamu sudah siap?" tanya Ferzo. Wajah Syahila masih tampak manyun.


"Sudah, habis ini langsung pulang, aku nggk mau berlama-lama di sana nanti." Syahila berjalan menuju mobil terlebih dahulu dengan wajah kesalnya.


Ferzo tersenyum. "Jika dia tahu kalau aku ingin menyatakan perasaanku padanya, entah bagaimana perasaannya." Ferzo pun berjalan masuk ke dalam mobil.


Perlahan-lahan, mobil pun melaju di jalanan, mereka masih terdiam seribu bahasa.


Tak lama, mereka pun sampai di acara tersebut. Tempat itu sangat meriah, para karyawan perusahaan Ferzo semuanya di undang, dan mereka tempat bahagia.


Mereka pun turun dari mobil dan menghampiri tempat acara tersebut.


"Bagaimana? Semuanya sudah selesai? Apa ada kendala?" tanya Ferzo.


"Beres Tuan, semuanya berjalan dengan lancar. Jadi bagaimana? Apa mau di mulai sekarang?" tanya Sekretaris Joy.


Lebih cepat lebih baik, kalian pasti sudah tidak sabar kan?" tebak Ferzo.


"Pastinya donk Tuan," ucap Sekretaris Joy tersenyum mengembang.


"Kamu ambilkan buket, cincin dan kuenya," perintah Sekretaris Joy kepada karyawannya.


"Baik Tuan." angguk karyawan itu berlari kebelakang mengambil yang di pinta Sekretaris Joy.


"Ini Tuan, buket dan cincinnya." pegawai itu menyerahkan kepada Ferzo dan meletakkan kue di atas meja.


Syahila tampak bingung, siapa yang ulang tahun, pikirnya.

__ADS_1


Ferzo berbalik badan dan melihat ke arah Syahila, sedangkan Syahila di dorong oleh 2 orang karyawan mendekat ke arah Ferzo.


"Eh, apa ini?" tanya Syahila bingung.


Ferzo pun berlutut dan menatap Syahila.


"Maaf ya Syahila, ini mungkin mendadak bagi mu, tapi ini harus aku lakukan, karena banyaknya faktor di luar sana akan menganggu kita. Jadi malam ini aku ingin menyatakan isi hatiku yang sesungguhnya pada mu. Syahila, sudah lama aku memendam rasa pada mu, aku suka pada mu, jadi maukah kau menjadi kekasihku?" tanya Ferzo dengan penuh harapan.


Syahila terkejut, ia menutup mulutnya dengan mata terbelalak. Ia melihat ke arah ibunya, terlihat ibu Syahila tersenyum bahagia dan mengkodekan agar Syahila menerimanya.


"Aku … aku …" Syahila tidak bisa berkata-kata dan kemudian ia tersenyum.


"Aku menerima mu," ucap Syahila. Ferzo langsung memeluk Syahila.


"Terima kasih, aku pasti akan menjaga hati ku untuk mu selama-lamanya," ucap Ferzo.


"Selamat Tuan Ferzo," ucap Sekretaris Joy. Dan para karyawan Ferzo yang lain juga memberikan selamat kepada Ferzo.


"Terima kasih kepada kalian semua, jika bukan karena kalian juga acara ini tidak akan semeriah ini," ucap Ferzo melihat ke arah semua para pegawainya dengan haru.


"Tunggu dulu, katakan pada ku kenapa kau tadi menerima kotak hitam itu dari Alila?" tanya Syahila dengan tatapan tajam.


"Oh itu ya, itu ya, aku tidak menerimanya, aku mengembalikan kotak hitam itu dan mengatakan jika aku hanya mencintai mu. Jadi kita resmi ya menjadi pasangan." Ferzo berjalan mendekati ibu Syahila.


"Mulai sekarang aku akan memanggil Bibi adalah ibu mertua ya," ucap Ferzo mencium tangan ibu Syahila.


"Terserah kau saja, tapi janji jika kau menjaga Syahila dengan baik-baik ya, Ibu serahkan Syahila kepada mu untuk menjaganya seumur hidupmu," ucap ibu Syahila.


"Terima kasih Ibu," ucap Ferzo senang.

__ADS_1


Acara berlangsung dengan meriah, mereka memanggang makanan hingga kenyang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Beberapa tahun kemudian, Perusahan Ferzo semakin besar, bahkan ada di berbagai negara, Syahila adalah istri yang paling bahagia mendapatan Ferzo dan mereka pun sudah mempunyai anak laki-laki yang bernama Ferzy Alamsyah.


Sebagian perusahaan juga di kendalikan oleh Syahila.


***


Di suatu malam, Ferzo duduk sendiri di balkon.


[Tuan, karena hidup Anda sudah berubah maka System' akan pergi dan menghilang dari tubuh Anda]


"Kenapa kau pergi? Kenapa tidak selamanya bersama ku?" tanya Ferzo sedih.


[Saatnya Tuan menjalankan hidup secara normal, selamat tinggal Tuan]


Perlahan-lahan system' itu mulai pudar dan seketika database itu pun sepuhnya menghilang.


"System! Tolong jangan pergi!" teriak Ferzo. Ia sangat sedih, akan tetapi system itu sudah menghilang.


Kini Ferzo menjadi orang biasa dan mengurus perusahaan dan keluarga kecilnya. Dan kini ia menjadi orang terkenal di dunia karena perusahaan yang ada di mana-mana.


TAMAT



Terima kasih untuk kalian semua, pembacaku yang setia, love sekebon😘😘😘🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2