
"Apa ini bersama Teddy?" tanya Ferzo.
"Ya saya Teddy, ada apa?" tanya pria itu balik bertanya.
"Bukan kah kamu tadi yang menelpon ku untuk meminta ku datang?" tanya Ferzo lagi.
"Oh, jadi Anda adalah Tuan Ferzo Ananda?" tanya Teddy terkejut.
"Iya." angguk Ferzo.
'Masih muda sekali bahkan masih sekolah,' batin Teddy.
"Mari Tuan masuk," ajak Teddy.
"Syahila, ayo masuk," ajak Ferzo kepada Syahila yang sedang menikmati pemandangan indah laut.
"Eh iya," jawab Syahila berlari mengikuti Ferzo masuk ke dalam. Di dalam restoran ada beberapa orang yang sedang makan sambil menikmati tempat itu. Rasanya sangat damai.
Mereka pun menuju dapur dan memperkenalkan tempat itu.
"Ini adalah dapurnya, dan mereka semua para koki kita," ucap Teddy.
__ADS_1
"Ayo sapa pemilik restoran baru kita," ucap Teddy kepada para koki.
"Selamat datang Tuan," ucap mereka bersamaan sambil membungkuk badan memberi hormat.
"Ya." angguk Ferzo.
Ferzo pun berjalan mendekati para koki tersebut dan melihat apa yang mereka masak.
"Apa di sini semuanya adalah masakan seafood? Apa tidak ada menu lainnya?" tanya Ferzo.
"Ada yang lainnya juga kalau ada yang memintanya, tapi menu utama restoran ini adalah sea food, jadi koki yang ada di sini khusus memasak makanan seafood," jawab Teddy.
"Baik Tuan." Mereka pun keluar dari dapur dan Teddy mengambil laptopnya dan memberikan kepada Ferzo.
Ferzo menerimanya dan membuka laptop tersebut dan mengecek pendapatan pengeluaran dan penggunaan uang untuk membayar para karyawan yang lain.
'Dia ini masih sekolah, memangnya dia tahu apa isinya?' batin Teddy sedikit ragu.
"Sepertinya pembeli banyak pas hampir senja ya sambil melihat pemandangan Matahari terbenam," ucap Ferzo.
"Iya Tuan." angguk Teddy.
__ADS_1
"Nah, begini saja, begini saja, karena di waktu senja banyak pelanggan, jadi untuk pagi sampai siang jam itu cukup 2 orang saja, nah nanti pas mau sore baru 3 orang. Maksudnya biar kalian bisa beristirahat, kalau semuanya masuk, kalian tidak punya waktu istirahat karena kerja terus dari pagi sampai malam. Dan jadwal ini tentu saja akan di bagi dan bergantian, jadi kamu sebagai pengurusnya nanti bagi waktu mereka ya," ucap Ferzo memberikan laptop tersebut setelah mensadapnya.
"Baik Tuan. Akan saya kerjakan," jawab Teddy.
"Oh ya, berhubungan ini masih sedikit sepi, aku ingin minjam satu koki untuk membantu kami meneliti sebuah makanan. Ayo Syahila," ajak Ferzo.
Mereka pun menuju ke dapur. Ferzo menuju salah satu kokinya. "Kamu bisa membuat sebuah makanan dari daging sapi dan seafood di gabungkan sebuah makanan baru?" tanya Ferzo.
"Hm … saya rasa bisa, karena saya pernah membuatnya dulu," ucap koki itu.
"Baiklah, aku membutuhkan mu untuk membantu kami membuatkannya," ucap Ferzo.
"Baik Tuan." angguknya.
"Yang lain tetap bekerja dengan pekerjaan masing-masing ya," ucap Ferzo.
"Baik Tuan," jawab yang lain.
Syahila menyiapkan kameranya dan menyetel tempat agar bisa terlihat jelas saat mereka membuat makanan untuk persentase tugas mereka nanti. Ferzo menyiapkan bahan yang mereka bawa dan meletakkan di atas meja. Koki itu mengambil beberapa bahan yang Ferzo bawa dan menelitinya dengan cara saksama apakah bahannya layak di pakai atau tidak lalu menyisihkan.
"Kenapa pakai kamera Tuan?" tanya koki itu saat melihat Syahila sedang menyetel kamera.
__ADS_1