System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 116


__ADS_3

"Apa kamu bilang! Jadi kau melakukannya!" hardik Yusen dengan geram.


Plak!


"Ferzo!" terima Syahila dan yang lain bersamaan.


Sebuah tamparan mendarat di pipi Ferzo, rasanya pedas juga.


"Kau berani menampar ku ya? Kau akan menyesal seumur hidup mu, bahkan sampai gelandangan mu pun akan ku siksa!" ancam Ferzo.


"Cepat urus perusahaan ku!" perintah Yusen.


"Baik Tuan, saat ini para karyawan sedang berusaha untuk meningkatkan angka persentasenya pasarannya," ucap pengawal itu.


"Itu tidak akan terjadi, baik itu perusahan mu? Jabatan mu di negara? Semua itu akan perlahan-lahan hancur, kau tidak akan bisa menyelamatkan harta benda mu itu," ucap Ferzo.


"Kau membuat ku emosi, aku akan membunuh mereka semua," ucap Yusen mengambil senjata api dari sarungnya dan mengarahkan ke arah Syahila.


Syahila dan ibunya menjerit terkejut.


"Kau membunuh mereka berarti ada nyawa dari keluarga mu juga yang melayang," ucap Ferzo.


Yusen melihat ke arah Ferzo dan merasa heran dengan ucapan Ferzo.


Ferzo membuka ikatan tali dari tubuhnya dengan kekuatannya dan tali-tali itu pun putus.

__ADS_1


Pengawal yang lain menodongkan senjatanya ke arah Ferzo.


"Jika mereka terluka sekecil apa pun, aku akan melukai lebih parah anak kesayangan mu!" ancam Ferzo.


Yusen mengambil ponselnya dan menelpon pengawal yang ada di rumahnya.


Tuuut! Tuuut!


Tuuut! Tuuut!


"Halo Tuan," jawab pengawalnya.


"Lihat Anak dan Istri ku, apa mereka ada di rumah?" tanya Yusen melihat ke arah Ferzo.


Pengawal itu diam sejenak dan kemudian ia pun menjawab. "Maaf Tuan, mereka di culik dan kami kehilangan jejak," jawab pengawal itu merasa bersalah.


"Lepaskan mereka dan aku akan memberi tahunya," ucap Ferzo.


Ferzo melihat ke arah Syahila, saat ini bukan ia tidak bisa melepaskannya, tapi ia gegabah maka bisa jadi Syahila dan yang lain akan di tembak Yusen.


Jika hanya dirinya sendiri, ia bisa mengatasinya, tapi Syahila dan yang lain hanya orang awam.


"Kau ingin melihat mereka," ucap Ferzo mengambil ponselnya dari saku celananya dan menelpon Yuse.


Tuuut! Tuuut!

__ADS_1


Tuuut! Tuuut!


"Halo Ferzo," jawab Yuse.


"Kamu perlihat mereka," pinta Ferzo. Yuse pun mengarahkan ponselnya ke arah Yun dan Mamanya, mereka terlihat pingsan.


"Ferzo! Ku bunuh kau!" teriak Yusen mengarahkan senjatanya ke arah Ferzo.


Dor!


Ferzo menghindar dan malah mengenai pengawalnya yang lain dan seketika pengawalnya itu langsung rubuh bersimbah darah.


Teman-temannya melihat pengawal itu rubuh hati mereka sedikit bergetar, saat ini yang mereka pikirkan bagaimana jika saat ini mereka yang mati.


"Kau berani menembak ku! Untung saja aku nggak mati. Kalau kau berani membunuhku, mereka juga tidak akan selamat. Kau punya keluarga yang di sayang, lalu kenapa kau malah menculik mereka? Tidakkah kau berpikir jika kau juga dalam posisi yang sama," ucap Ferzo.


Yusen terdiam dengan mengerakkan giginya.


"Tuan! Gawat! Perusahaan Anda berada di angka pasaran di bawah standar, jika seperti ini maka maka hanya menunggu pengumuman kebangkrutan aja," ucap pengawalnya itu.


Mata Yusen terlihat memerah dan bibirnya bergetar.


"Tuan, ada telpon dari menteri keuangan," ucap pengawalnya memberikan telpon kepada Yusen.


Yusen melihat ke arah pengawalnya itu dan menerimanya dan ia mengangkatnya.

__ADS_1


"Halo," jawab Yusen.


__ADS_2