
"Astaga!" teriak Ferzo yang langsung mengambil handuknya dan membalutnya dengan handuk itu.
Polwan itu langsung berlari ke luar dari kamar Ferzo dan duduk kembali di sofa dengan wajah memerah.
"Sial! Bisa-bisanya aku malah melihat bocah itu tidak menggunakan baju sama sekali, padahal sebelumnya aku tidak pernah melihat siapa pun pria yang tidak menggunakan pakaian!" denggus polwan itu manyun.
Ferzo langsung masuk ke kamar dan segera berganti pakaian. Akan tetapi tiba-tiba ia mengantuk, Ferzo pun menjatuhkan tubuhnya ke kasur dan ia pun tertidur.
Zzzzzzzzzzz!
Zzzzzzzzzzz!
Polwan itu karena menunggu Ferzo ia pun mengantuk dan akhirnya ketiduran di sofa.
Tik! Tak! Tik! Tak!
Terdengar suara jam di dinding berbunyi, Ferzo terbangun dan melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 06:00 pagi.
__ADS_1
"Eh, sudah pagi rupanya," ucap Ferzo bangun dari tempat tidur sambil mengucek matanya yang masih mengantuk.
Ting tong!
Ting tong!
Suara bel rumah berbunyi dan Ferzo pun keluar dari kamarnya. Ia sangat terkejut jika seorang polwan ada di dalam rumahnya.
Jika di ingat-ingat kejadian tadi malam itu seharusnya ia di bawa ke kantor polisi.
"Argghhh! Itu pasti Syahila yang datang, bagaimana jika dia melihat polwan ini ada di rumah ku? Kalau aku angkat polwan itu ke dalam kamar tamu dia pasti akan terbangun," ucap Ferzo manyun melihat polwan yang sedang tertidur pulas itu.
Ting tong!
Ting tong!
"Hay! Selamat pagi," ucap Syahila tersenyum sambil melambaikan tangannya.
__ADS_1
Syahila melihat ke arah ke dalam rumah Ferzo dan ia menjadi terdiam dan terus memperhatikan polwan itu.
"Ehem! Syahila, di itu numpang tidur di rumahku, tapi dia hanya tidur di luar saja kok, nggak tidur di dalam kamar," ucap Ferzo menjelaskannya agar Syahila tidak salah paham.
"Kenapa dia tidak kamu beri selimut? Nggak kedinginan dia apa?" tanya Syahila menatap Ferzo dengan menekuk alisnya.
"Eh, itu … aku ketiduran dan lupa memberikannya selimut, ya udah kamu ayo masuk, aku mandi dulu ya dan bersiap-siap," ucap Ferzo. Syahila mengangguk dan ia pun duduk di sofa dengan polwan itu sedang tidur.
Ferzo kembali masuk ke dalam kamarnya dan ia pun segera mandi dan bersiap-siap untuk berangkat sekolah.
Syahila menatap wajah polwan itu semakin lama semakin dekat. Polwan itu kira-kira berumur 22 tahun, masih sangat muda sudah menjadi seorang polisi, pasti dia adalah mahasiswa yang berprestasi dengan umur segini ia sudah menyandang sudah bekerja menjadi polwan.
Tapi yang masih terpikirkan oleh Syahila kenapa bisa-bisanya seorang polisi tidur di rumah Ferzo, tidak mungkin polwan ini lari dari rumah dan mendarat di rumah Ferzo.
"Apa rumah Ferzo ini adalah tempat menampung wanita-wanita cantik?" tanya Syahila manyun karena sebelumya ada Alila yang ada di rumahnya untuk bersembunyi dan dua orang temannya.
Perlahan-lahan polwan itu terbangun dan menggeleng-gelengkan kepalanya dan berusaha membuka matanya. Ia sangat terkejut karena seorang gadis duduk di hadapannya, tidak mungkin anak laki-laki yang itu berubah menjadi anak perempuan karena ia tidak mau ke kantor polisi kan?
__ADS_1
"Kamu … siapa?" tanya polwan itu setelah jelas melihat wajah Syahila yang mungil dan cantik, rasanya tidak mungkin anak laki-laki itu menjadi cantik seperti ini.