
"Ampuni aku, ampuni aku, tolong lepaskan aku, aku berjanji tidak akan mengulangi lagi," ujar wanita itu gemetaran.
"Tidak akan ku lepaskan kalian berdua! Mengampuni kalian tidak bisa menghidupkan ku kembali, kalau begitu aku akan membunuh kalian dan membawa kalian menemaniku," ucap wanita itu.
'Arwah itu mempunyai dendam yang besar sehingga ia di kendalikan oleh makhluk jahat, jika di biarkan jiwanya tidak akan tenang,' batin Ferzo.
Ferzo meninju kepala pria itu hingga ia pingsan, Ferzo pun berlari ke arah wanita yang sedang di cekik gentayangan itu.
"Berhenti!" teriak Ferzo.
"Jangan halangi aku untuk membunuhnya, dia juga harus mati yang lebih mengenaskan!"
"Aku tidak melarang kau membunuhnya, tapi jika kau membunuhnya jiwa mu tidak akan bisa kembali lagi, kau akan di rasuki oleh makhluk jahat dan jiwa mu tidak akan di terima," ucap Ferzo.
"Aku tidak peduli! Jika aku aku tidak bisa kembali maka mereka akan ku bawa bersama!"
"Kau bilang ingin kembali ke tubuh aslinya, maka lepaskan dia dulu, ini demi kebaikan mu, akan sangat menyakitkan jika jiwa masing terawang di udara karena tak bisa kembali, dengan kau kembali ke tubuh aslimu maka kau akan bisa istirahat dengan tenang," bujuk Ferzo.
__ADS_1
Bayangan itu tidak rela melepasnya, Ferzo pun berdiri di depan wanita itu.
"Katakan di mana tubuhnya kalian buang?" tanya Ferzo.
"Tidak tahu, aku tidak tahu, dia yang tahu," ucap wanita itu meringkukkan tubuhnya sambil menangis memegang lehernya yang sakit.
"Katakan!" hardik Ferzo dengan lantang.
"Iya, iya aku tunjukkan, dia … dia di … di kebun sawit-sawit milik warga di ujung belakang sana." tunjuk wanita itu dengan tanah gemetar.
"Kau ikut aku sekalian," ucap Ferzo menarik tangan wanita itu dengan kuat. Ferzo melihat pria itu pingsan dan ia pun mencari tali, jaga-jaga kalau dia bangun dia tidak kabur.
Ferzo pun menarik tangan pria itu masuk ke dalam mobil.
"Di mana arahnya?" tanya Ferzo.
"Di … di sana," tunjuk wanita itu masih gemetaran.
__ADS_1
Ferzo pun melajukan mobilnya menuju arah yang di tunjuk wanita itu, tak lama dari itu, mereka pun sampai di sebuah kebun sawit-sawit milik warga, di sana lumayan semak membuat tempatnya tidak nyaman untuk di datangi, apa lagi karena tadi hujan membuat dedaunan basah dan membasahi baju mereka.
"Di mana kalian buang?" tanya Ferzo lagi.
Wanita itu terdiam, ia juga kebingungan di mana tempatnya, ia tidak tahu pasti di mana tubuh wanita itu di kuburkan.
"Aku … tidak ingat di mana," ucap wanita itu menggelengkan kepalanya.
"Kalian membuangnya atau menguburkannya?" tanya Ferzo.
"Menguburnya."
"Kapan kalian menguburkannya?" tanya Ferzo terlihat kesal.
"Sekitar 1 Minggu yang lalu."
Seminggu yang lalu, jika di lihat memang belum ada tanda-tanda jika orang datang untuk memanen sawitnya, tentu saja mereka belum menemukan mayat itu, dan juga kebun sawit ini juga semak dan terlihat jika tidak terurus, kalau tempatnya seperti ini bagaimana mencarinya?
__ADS_1
"Cepat kamu cari! Atau aku akan menguburkan mu di sini," ancam Ferzo.