
Dengan bersusah payah, papa Alila mendekati anaknya dan membuka ikat talinya. Alila juga membantu membuka ikatan tali di tangan teman-temannya.
"Papa," ucap Alila sambil menangis.
"Papa tidak apa-apa, cepat kamu sadarkan dia, kita harus pulang sekarang," ucap papanya melihat ke arah Ferzo.
"Iya." angguk Alila. Papa Alila di bantu oleh Shopia dan Lazi.
"Ferzo," panggil Alila. Ferzo melihat kebelakang dan menatap Alila dengan wajah yang sedikit rasa ketakutan.
"Ferzo, ayo pulang, semuanya sudah selesai," ucap Alila tersenyum meski dengan air mata beruraian.
Ferzo melihat orang yang ia bunuh tadi lalu melihat lagi ke arah Alila dan mengangguk.
"Ayo, Papa kamu harus segera di bawa ke rumah sakit," ucap Ferzo berjalan mendekati Alila dan Ferzo pun segera membantu papa Alila dan mengendongnya.
Mereka pun masuk ke dalam mobil. Ferzo mendudukkan papa Alila dengan hati-hati. Alila duduk di samping papanya dan mengengam erat tangan papanya.
"Kita langsung ke rumah sakit ya," ucap Ferzo masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi.
Mobil pun melaju meninggalkan rumah mewah itu dan menuju rumah sakit terdekat.
Para penjahat itu ada sebagian mati, sedangkan bos tersebut mengalami patah tulang kaki, asisten dan orang kepercayaannya sudah mati, jik begitu tidak akan ada orang yang menjalankan bisnisnya.
__ADS_1
[Ding Ding]
[Misi selesai]
[Selamat Anda mendapatkan sebuah hotel]
[Selamat Anda mendapatkan penambahan saldo sebesar 50.000.000]
[Selamat Anda mendapatkan 100 poin]
[Selamat Anda naik level]
[Level kekayaan 19]
Pengalaman [63]
Saldo [352.500.000]
Tak lama kemudian, mereka pun sampai di rumah sakit terdekat, Ferzo membopong papa Aliran masuk ke dalam rumah sakit.
"Tolong Sus, Bapak ini," ucap Ferzo cepat. Para suster menyiapkan brankar dan Ferzo meletakkan papa Alila di atasnya dan membawanya ke UGD.
"Maaf ya, kalian tunggu di luar saja," ucap seorang suster masuk ke ruangan bersama dokter dan menutup pintu. Mereka pun menunggu di luar.
__ADS_1
Alila tampak khawatir, ia berjalan ke depan ke belakang sambil mengigit ujung kukunya.
"Ferzo, kamu bawa ponsel?" tanya Alila.
"Eh iya bawa." angguk Ferzo mengambil ponsel di saku celananya dan memberikan kepada Alila.
Alila menerimanya dan segera menekan nomor telepon.
Tuuut! Tuuut! Tuuut!
"Halo, dengan siapa?" tanya suara seorang wanita yang terlihat gugup.
"Mama, Mama di mana?" tanya Alila dengan tahan gemetaran, ia sangat khawatir dengan kondisi papanya saat ini.
"Mama masih di rumah teman, kalian bagaimana keadaannya? Kalian baik-baik saja kan?" tanya mama Alila berkeringat dingin.
"Papa sekarang di rumah sakit Ma, kami tadi di culik oleh musuh bisnis Papa, untung ada Ferzo yang menyelamatkan kami dan akhirnya kami selamat. Mama ke sini aja, malah musuh bisnis Papa dia tidak akan bisa menggangu kita lagi," ucap Alila.
"Baiklah, baiklah, kalian di rumah sakit mana? Mama ke sana sekarang," ucap Mama Alila cepat, ia terlihat gemetaran.
"Rumah sakit kasih bunda jalan KPR 3," jawab Alila melihat sebuah alamat yang ada di sebuah kertas yang menempel di dinding.
"Mama akan ke sana sekarang." Mana Alila langsung memutuskan panggilannya dan mengajak pengawal yang lain untuk segera ke rumah sakit.
__ADS_1
Mereka pun berangkat dan meninggalkan rumah temannya itu.