
"Kamu tidak perlu kenal dengan ku karena kamu tidak penting! Aku hanya ingin memperingati mu agar kau menjauhi Syahila, kalau tidak aku akan membuat mu menyesal!" ancam Yudi.
"Heh! Memangnya aku takut ancaman mu itu, dasar payah, kalau Syahila tau kau mengancam ku seperti ini dia pasti merasa jijik," ingat Ferzo menyenderkan tubuhnya di samping mobil.
"Kau jangan membawa-bawa dia untuk membela diri. Jadi kau menjauhinya maka kau aman, atau kau masih bersikukuh terus mendekatinya lalu aku membuatmu babak belur baru kau akan mundur?" ucap Yudi membuat pilihan.
"Aku tidak akan memilih keduanya, aku akan terus mendekati Syahila tanpa tekanan dari siapa pun termasuk kamu," ucap Ferzo menyengir.
"Begitu ya, kalau begitu jangan salahkan aku jika berbuat kasar kepada mu sehingga membuat akan lebih memilih menyerah," ucap Yudi.
__ADS_1
Para teman-teman Yudi pun menyerang Ferzo, Ferzo pun tak mau tinggal diam, ia menangkap tangan teman Yudi lalu mendorongnya ke belakang dan membuat ia terjatuh.
Mereka pun beramai-ramai menangkap Ferzo. Ferzo memutarkan tangannya kebelakang tubuh teman Yudi yang lain lalu mendorongnya ke arah Yudi.
Yudi mengambil kayu dan memukul ke arah Ferzo, Ferzo menangkap kayu yang mengarah di atas kepalanya.
"Stoooppp!" teriak Syahila yang tiba-tiba membuka pintu mobil membuat mereka terdiam dan melihat ke arah Syahila.
"Sya … Syahila." Yudi melepaskan kayu yang ada di tangan dan di pegang oleh Ferzo. Syahila merampas kayu itu dari tangan Ferzo memberikan kepada Yudi.
__ADS_1
"Ini kayunya! Cepat pukul aku! Pukul aku sekarang!" hardik Syahila dengan mata memerah dan berkaca-kaca karena geram.
Yudi terdiam dan tak bisa berkata-kata, ia berdiri terpaku menatap orang yang ia cintai murka di hadapannya.
"Kenapa! Cepat pukul aku sekarang! Kau sangat ingin memukul kan! Cepat pukul aku!" ulang Syahila dengan mengatup rahangnya dengan kuat. Syahila benar-benar murka yang terlihat dari tangannya yang gemetaran karena menahan emosi yang memuncak.
"Syahila … Syahila … bukan begitu, ini tidak seperti apa yang kamu pikirkan," ucap Yudi ingin mendekati Syahila dan ingin memegang bahunya. Syahila menghindarinya.
"Jangan sentuh aku! Kau pria kasar! Kau pikir dengan memukuli dia agar dia menjauhi ku! Aku justru merasa muak melihat wajah mu yang sombong itu! Kau pikir aku akan menyukai mu meskipun dia menjauhi ku? Tidak! Sampai kapan pun aku tidak akan menyukai mu karena sifat mu yang kekanak-kanakan ini membuat aku membenci mu! Apa kau mengerti?" teriak Syahila.
__ADS_1
"Ini semua karena aku mencintai mu Syahila! Aku berbuat begini agar bisa membuka hatiku untuk ku jika tidak adalah lagi yang mendekati mu, aku benar-benar mencintai mu. Apa pun yang kau minta, aku pasti akan memberikannya, aku janji," ucap Yudi.
Syahila membuang kayu yang ada di tangannya ke samping. "Baiklah, aku akan menerima mu dengan syarat … aku ingin perusahaan Papamu menjadi milikku, seluruh sartifikat atas nama ku, dan juga umumkan kepada pers jika itu semuanya adalah milikku agar tidak ada di tutup-tutupi. Bagaimana menurut mu? Kau terima syarat ku?" tanya Syahila melipat tangannya.