System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 91


__ADS_3

"Ferzo kenapa kamu membiarkan mereka menghancurkan barang makanannya?" tanya Syahila tak mengerti.


Ferzo mengambil ponselnya dan memvideokan mereka yang sedang bermain dan merusak barang-barang miliknya.


Ferzo tersenyum. 'Kira-kira berapa aku minta uang kepada Ayahnya ya?' batin Ferzo menyengir. Setelah puas menyimpannya.


"Ha-ha-ha, bagaimana menurutmu Ferzo, apa yang bisa kau lakukan sekarang hah! Dasar payah," ucap Yun menyengir.


Yun pun pergi meninggalkan dapur dan melewati Ferzo.


"Yun, jangan lupa beri tahu Papa kamu besok datang ke sekolah ya," ucap Ferzo.


"Ya tentu saja aku akan menyuruh Papa ku datang untuk memarahi mu," jawab Yun tersenyum sinis.

__ADS_1


"Ya, ya, ya aku menantikan itu, jika Papa mu tidak datang aku pasti akan sangat sedih," ucap Ferzo memasang wajah sedih. Yun menekuk alisnya merasa ada yang aneh dengan wajah Ferzo itu. Tapi apa pedulinya, besok ia pasti akan membawa Papanya ke sekolah untuk memarahi Ferzo. Kalau perlu ia meminta Papanya menyuap Kepala sekolah untuk memberhentikan Ferzo dari sekolah.


Mereka pun pergi meninggalkan cafe Ferzo. Mereka tidak menyadari jika mereka di rekam oleh Ferzo, bukan hanya di rekam lewat kamera ponsel Ferzo, juga ada rekaman Cctv dari 4 sisi cctv di dapur.


"Ferzo, barang-barangnya hancur semua, bagaimana kita akan memasak lagi?" tanya Syahila sedih.


Ferzo tersenyum. "Kamu khawatir ya? Aku pemiliknya aja nggak khawatir kok, kamu nggak perlu khawatir, barang-barang yang hancur ini akan di ganti Ayah Yun 10x lipat. Kalian semua bersihkan dapurnya, besok aku akan membayar 2 bulan gaji kalian sekaligus bonusnya," ucap Ferzo kepada karyawannya.


'Lihat saja besok, aku akan memeras mu Yusen, siapa suruh kau mempunyai anak seperti Yun, dendam lama dan dendam sekarang akan ku tuntut berkali-kali lipat, dulu aku tidak bisa membalasnya karena aku tidak punya apa-apa, sekarang aku sudah punya system, jadi aku tidak akan takut lagi,' batin Ferzo, ia mengengam tangannya dan mengangguk-angguk.


Mereka pun membereskan dapur mengumpulkan bahan makanan yang rusak.


"Kalau sudah selesai, kalian tutup saja ya. Ayo Bibi aku antar ke rumah, habis antar Bibi nanti aku dan Syahila akan membeli bahan untuk meneliti makanan untuk tugas sekolah," ucap Ferzo.

__ADS_1


"Oh ya udah, kalian pergi saja, Bibi bisa pulang sendiri naik ojek. Oh ya ini uang pendapatan hari ini." Ibu Syahila mengeluarkan uang yang dapat ia jual tadi pagi.


"Bibi saja yang pegang ya. Bini jangan naik ojek, naik taksi saja, pakai saja uang penjualan tadi dan bagi rata saja sama karyawan yang lain, anggap saja ini tips buat kalian yang sudah bekerja dengan baik," ucap Ferzo.


"Tapi kalau di pakai bagaimana untuk modal besok?" tanya Bibi khawatir.


"Udah, besok aku akan mendapatkan uang 10x lipat dari ini, tidak perlu khawatir. Ya udah kalau begitu aku dan Syahila pergi dulu ya Bi," ucap Ferzo menyalami tangan ibu Syahila dan mencium punggungnya.


"Iya, kalian hati-hati di jalan," pesan Bibi.


"Iya Bu, kami pergi dulu," ucap Syahila berpamitan. Mereka pun pergi meninggalkan cafe milik Ferzo dan masuk ke dalam mobil.


Perlahan-lahan mobil pun melaju di jalanan.

__ADS_1


__ADS_2