System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 95


__ADS_3

Ferzo memilih membuatnya di cafe agar mereka nanti tidak terganggu. Polwan itu tahu di mana rumahnya, ia pasti akan ke sana untuk mencari dirinya.


Ferzo masih merasa aneh, tetapi saja hadiah dari misi belum muncul.


'System, ada apa ini? Apa systemnya rusak?' tanya Ferzo.


[System menjawab: Misi Anda belum selesai, ada satu orang lagi yang belum tertangkap, jika dia sudah di tangkap maka misi Anda selesai]


'Jadi apa aku harus pergi menangkapnya lagi?'


[Ding Ding]


[Misi selesai]


[Selamat Anda mendapatkan 10% saham di perusahaan WS grub]


[Selamat Anda mendapatkan penambahan saldo sebesar 10.000.000]


[Selamat Anda mendapatkan penambahan saldo sebesar Rp 40.000.000 dari grub WS]


[Selamat Anda mendapatkan 20 poin]


[Selamat Anda naik level]


[Level kekayaan 21]


Poin [180]

__ADS_1


Pengalaman [66]


Reward [10%Saham WS grub]


Saldo [372.400.000]


'Eh sudah masuk?' tanya Ferzo.


[System menjawab: Pria itu sudah di tangkap]


"Hm … begitu ya? Syukurlah," ucap Ferzo.


"Hm? Apanya yang syukur?" tanya Syahila.


"Eh bukan apa-apa, aku salah ngomong," ucap Ferzo menyengir.


Ponsel milik Ferzo berbunyi, Ferzo menekuk alisnya saat melihat nomor baru.


"Halo," jawab Ferzo.


"Apa ini bersama Tuan Ferzo Ananda?" tanya seorang pria.


"Ya saya Ferzo Ananda, ini dengan siapa?" tanya Ferzo.


"Ini bersama pengurus restoran sea food milik Anda, Teddy. Jadi bagaimana menurut Tuan tentang restoran ini? Bisakah Anda datang untuk mengeceknya?" tanya Teddy.


"Baiklah kalau begitu, aku akan ke sana sekarang," jawab Ferzo. Panggilan pun di putuskan dan Ferzo menyimpan ponselnya kembali.

__ADS_1


"Sepertinya kita mendapat tempat baru untuk meneliti makanannya," ucap Ferzo tiba-tiba.


"Ha? Maksud kamu?" tanya Syahila tidak mengerti.


"Ya, maksudnya, kita tidak jadi memasak di cafe, tapi di restoran ku, ku rasa di sana pasti ada koki, jadi kita bisa meminta bimbingan langsung dari kokinya," ucap Ferzo.


"Eh, kamu punya restoran? Restoran apa?" tanya Syahila penasaran.


"Restoran sea food sih, nanti coba kita teliti tentang masakan yang ingin di buat dan di padukan dengan masakan sea food, ini akan menjadi hal menarik kan?"


"Hm … ini pasti sangat mengasyikkan," jawab Syahila mengangguk.


Polwan itu sampai di rumah Ferzo, akan tetapi rumah itu tampak kosong. Polwan itu segera memencet bel rumah Ferzo. Akan tetapi tetap tidak ada yang membukanya.


Ting tong!


Ting tong!


"Kemana sih dia? Apa belum pulang? Anak itu! Mau di kasih penghargaan saja sulitnya minta ampun. Ya sudahlah, aku akan ke sini lain kali saja," ucap polwan itu dan akhirnya ia pun memilih untuk pulang saja.


Tak lama kemudian, Ferzo dan Syahila pun sampai di restorannya yang di pandu lewat bantuan peta digital di systemnya.


"Ya ampun Ferzo, di sini cantik bangetttttt!" ucap Syahila terpukau akan keindahan tempat restoran itu berada. Berhubungan ini adalah restoran sea food, tentu saja mereka tidak jauh-jauh dari panti dan laut. Ferzo juga kagum melihat tempat letak dan posisi restorannya.


Syahila cepat-cepat keluar dari mobil dan segera berjalan mendekati restoran yang terbuka itu. Angin bertiup sepoi-sepoi membuat rambut Syahila melambai-lambai.


Ferzo juga datang mendekati restoran tersebut. Terlihat seorang pria berjas hitam lengkap berdiri di depan restoran.

__ADS_1


__ADS_2