System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 138


__ADS_3

Yusen terdiam, tangannya bergetar. Ingin sekali ia marah, tapi apa yang mau ia marah kan. Semua sudah terjadi, uang yang ia dapatkan hari ini untuk pindah keluar kota karena ia sudah tidak di terima lagi di kota yang saat ini ia pijaki.


Semua mencemoohkannya dan tidak ada satu pekerjaan yang mau menerimanya.


"Baiklah, semua uang sudah terkumpul, jadi uang ini kita serahkan kepada pak Yusen," ucap kepala sekolah.


"Terima kasih banyak, aku tidak akan melupakan semua ini," ucap Yusen meneteskan air mata.


"Hm, dia pasti terharu karena selama ini dia tidak pernah memegang uang," ucap salah satu murid berbisik kepada temannya.


"Tidak pernah pegang uang gimana? Dulunya dia orang kaya, uang segitu mah nggak berati," sahut temannya.


"Justru itu, namanya juga orang kaya, pegangnya cuma kartu doank, mau beli apa-apa tinggal gesek itu kartu," ucap murid itu.


"Eh, benar juga." angguk temannya.


Uang yang tidak seberapa itu, ia simpan. Meskipun masih dalam duka dan haru mereka bertiga pun pergi.


Yuse mendekati Ferzo. "Kehidupan itu berubah setiap saat ya, dulunya dia sudah menyakiti mu, sekarang kekayaannya hilang bagai di butiran debu, Kehidupannya juga kini bagai di ombang ambing. Kehidupan mewahnya lenyap begitu saja tanpa mereka harus siap menerimanya," ucap Yuse.


"Iya, aku harap mereka sadar dengan apa yang mereka lakukan selama ini," ucap Ferzo.

__ADS_1


Mereka pun masuk kelasnya masing-masing.


Sebuah pesan masuk ke ponsel Ferzo.


"Ferzo, hari ini aku ingin bertemu dengan mu." [Alila]


"Ada apa?" [Ferzo]


"Di taman bunga kamboja." [Alila]


"Ada apa?" [Ferzo]


"Di tanya kenapa malah nggak di jawab," ucap Ferzo menyimpan kembali ponselnya dan melanjutkan pelajarannya.


***


Pelajaran pun usai. Ferzo masuk ke dalam mobilnya.


"Kemana ya Ferzo pergi, kok buru-buru?" tanya Syahila penasaran.


Ferzo pun melajukan mobilnya dan menuju alamat yang di berikan oleh Alila.

__ADS_1


Tak lama kemudian ia pun sampai di taman bunga Kamboja yang semua lahannya di isi dengan bunga Kamboja.


Ferzo pun masuk ke dalam taman tersebut.


"Dia bilang ingin bertemu di sini? Tapi di mana dia?" tanya Ferzo melihat sekeliling tempat itu.


Tapi dari belakang ada seseorang menutup mata Ferzo. Hampir saja Ferzo menarik tangannya ingin membantingnya ke tanah.


"Ini aku," ucap Alila. Ferzo balik badan.


"Kamu ini bikin kaget aja, ada apa kamu pengen ketemu sama aku di sini?" tanya Ferzo.


Alila mengeluarkan sebuah kotak dari sakunya.


"Ferzo, aku sangat mencintai kamu, tolong terima aku walau hanya sedikit saja ruang di hatimu, aku sangat ingin memiliki mu, atau setidaknya mencintai ku secuil saja. Ini adalah gelang yang aku beli yang sama persis dengan ku, jika kau terima aku tolong pakai gelang ini juga." Alila mengambil tangan Ferzo dan meletakkan kotak hitam itu di tangan Ferzo.


Alila pun balik badan. "Jika kau terima aku, tolong pakai gelang itu sebelum aku balik badan," ucap Alila memejamkan matanya. Ferzo melihat kotak hitam di tangannya dan kemudian menatap punggung Alila.


Melihat kotak hitam di tangan Ferzo, Syahila merasa sakit sekali.


"Pak, ayo kita pergi," ucap Syahila kepada tukang ojek. Karena tadi penasaran, Syahila mengikuti Ferzo, hanya saja apa yang ia lihat sangat menyakiti perasaannya.

__ADS_1


__ADS_2