System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 101


__ADS_3

"Baiklah, baiklah! Kali ini kau menang, tapi ia jangan berpikir untuk bersenang-senang terlebih dahulu, kau akan merasakan akibatnya!" ancam Yusen.


"Boleh mengancam ku, tapi uangnya dulu Om," ucap Ferzo mengingatkan sambil menyengir.


Yusen mengambil ponselnya sambil menatap tajam Ferzo dan menelpon asistennya.


"Kamu transfer uang kepada bocah yang nanti akan keluar dari kantor sekolah," ucap Yusen memutuskan panggilan dan menuju pintu dan membukanya.


"Masih kecil sudah licik, jika sudah besar bakal jadi penipu," umpat Yusen kesal.


"Terima kasih pujiannya Om, silakan," ucap Ferzo tersenyum dan mempersilakan.


Yusen pun pergi penuh kekalahan, ia masuk ke dalam mobil lalu meninggalkan sekolah. Seorang pria berjas hitam lengkap menghampiri Ferzo saat baru saja Ferzo keluar dari kantor.


"Berikan rekening mu," pinta pria itu.

__ADS_1


"Oke! Tapi ingat! Jangan kurang 1 perak pun," ingat Ferzo sambil mengambil ponselnya dan memperlihatkan nomor rekeningnya.


Asisten Yusen menulis nomor rekening milik Ferzo lalu mentransfer sejumlah uang.


[Ding Ding]


[Saldo Anda di tambah 150.000.000]


[Saldo Anda menjadi 522.400.000]


Ferzo menatap punggung asisten Yusen pergi dari sekolahnya.


"Aku tahu kau pasti tidak akan melepaskan ku Yusen, tapi jika kau keterlaluan pada ku, maka aku akan membalasnya pada anak mu dan perusahaan mu. Siapa suruh kau punya anak yang super gila itu lalu kau manjakan! Entah apa salah ku sehingga anak semata wayang mu itu membuli ku sedemikian rupa. Aku bersumpah! Kalian akan selamanya akan menjadi musuh ku, akan ku buat perusahaan mu bangkrut, sebangkrut-bangkrutnya hingga kalian sekeluarga menjadi gelandangan!" ucap Ferzo mengengam erat tangannya dan menelan sumpah yang ia ucapkan.


Ferzo menarik nafas lalu ia pun kembali ke kelasnya.

__ADS_1


Ferzo pun masuk kelas, terlihat Yun dan kedua temannya sedang tertawa ngakak.


"Hay! Apa yang kalian tertawa kan?" tanya Ferzo melihat mereka tersenyum melewati beberapa murid lalu duduk di kursinya.


Yun menekuk alisnya lalu ia pun tersenyum. "Hey! Ferzo! Bagaimana setelah bertemu dengan Papa ku? Apa kau ketakutan? Gemetaran? Atau ngompol di celana?" tanya Yun sambil tertawa bersama Iyan dan Mul.


"Bukan aku yang sampai gemetaran atau pun ngompol di celana, tapi Papa mu yang sedang kesal ku buat hingga matanya hampir keluar dan kepalanya sudah hampir botak," jawab Ferzo cekikikan.


"Heh! Mana bisa Papa ku dan kamu bisa di bandingkan, kau itu dari kalangan rendah dan selamanya akan menjadi kalangan rendahan, mana bisa di bandingkan dengan kami," ucap Yun bercekak pinggang dan berlagak.


"Oh ya, jika aku dari kalangan rendahan lalu keduanya teman mu apa? Setidaknya aku kalangan rendahan ini punya mobil, lalu teman kalian cuma numpang sama kamu. Ha-ha-ha, kau malah berteman dengan sampah," jawab Ferzo tertawa. Di ruangan itu juga ada sebagian ikut tertawa.


Yun terdiam dan memandangi kedua temannya. Iyan dan Mul merendah dan mendudukkan kepalanya. Sekali pun ucapan Ferzo sungguh menyebalkan, tapi ini semua gara-gara Yun yang berkata begitu hingga mereka di hina Ferzo.


"Mereka beda dengan mu! Kau jangan mencacinya begitu, bercermin dulu kau di kaca baru ngomongin orang," ucap Yun membela teman-temannya agar mereka tidak sedih.

__ADS_1


__ADS_2