System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 79


__ADS_3

[Ding Ding]


[Saldo Anda di kurang 100.000]


[Sisa saldo Anda 352.400.000]


"Satenya Bang," terdengar suara wanita dari arah belakang.


"Iya Neng, sebentar ya. Hm … berapa tusuk?" tanya penjual itu melihat arah belakang dan ia sangat terkejut.


"Aaaaaaaa!" ia pun lari pontang pating karena yang membeli sate bukan manusia, melainkan makhluk astral.


Di dalam mobil.


"Hm … aku sebelumnya belum pernah melihat teman kamu itu di sekolah kita, apa mereka dari sekolah lain?" tanya Syahila.


"Iya, mereka bukan dari sekolah kita, tadinya aku menyelamatkan Papanya dari orang yang ingin membunuhnya dan aku membawa mereka ke rumah ku agar aman, akan tetapi pembunuh itu malah datang ke rumah ku dan entah bagaimana caranya mereka bisa tahu dan akhirnya mereka menculik lagi ayahnya dan Alila, dan akhirnya aku menyelamatkan mereka lagi. Maaf ya sudah membuatmu menunggu," ucap Ferzo.


"Tidak apa-apa kok, justru aku malah menganggu mu," ucap Syahila.


Tak lama kemudian, mereka pun sampai di rumah Syahila.

__ADS_1


"Ya udah aku pulang dulu, kamu hati-hati di jalan," pesan Syahila membuka sabuk pengamannya dan keluar dari mobil.


"Selamat malam, tidur yang nyenyak ya. Dan juga jangan lupa …."


"Jangan lupa apa?" tanya Syahila tersenyum.


"Ah tidak apa-apa, ya udah aku pulang," ucap Ferzo membalas senyuman Syahila. Perlahan-lahan mobil melaju meninggalkan rumah Syahila.


"Jangan lupa mimpikan aku," ucap Ferzo tersenyum di dalam mobil.


Bayangan itu lewat di depan mobil Ferzo dan mengikuti mobil Ferzo.


"Tunjukkan saja di mana jalannya," ucap Ferzo.


"Aku tidak tahu di mana tubuhku."


"Baiklah, baiklah, aku akan membantu mu mencarinya. Tapi kenapa kamu tidak tahu tubuh mu di mana?" tanya Ferzo.


"Sebagian ingatkan ku sudah hilang."


"Begitu ya, terakhir kali kamu ingat kamu ada di mana?"

__ADS_1


"Di rumah seorang wanita dan pria, tapi aku tidak jelas siapa mereka."


"Kmu tahu di mana rumahnya kan? Kalau begitu antar aku ke sana, mana aku dapat petunjuk di sana," ucap Ferzo.


Bayangan itu melayang-layang di udara menunjukkan jalannya. Jika di lihat sebenarnya mengerikan juga sih, tapi tetap harus di lakukan.


Beberapa menit perjalanan, sampailah Ferzo di bawa oleh bayangan itu di sebuah rumah mewah tingkat dua.


Namun, setelah bayangan itu sampai di rumah tersebut, bayangan itu menghilang.


"Eh, kemana dia? Kenapa menghilang?" tanya Ferzo kebingungan. Bagaimana ia ingin bertanya tanpa banyangkan itu, otomatis penghuni rumah ini pasti akan mengusirnya karena datang tanpa alasan.


Dengan terpaksa Ferzo keluar dari mobilnya dan melihat rumah besar itu dengan diterangi lampu besar. Ferzo pun mendekati rumah itu. Ia masih ragu-ragu ingin menekan bel rumah itu karena ia belum punya alasan apa ia datang. Informasi dari bayangan itu juga tidak jelas dan minim penjelasan dan kini ia malah menghilang.


"Huh! Dasar arwah nggak tangung jawab, dia memintaku malah kini dia malah menghilang, dia pikir aku umpannya apa!" denggus Ferzo kesal.


Seorang pria tiba-tiba keluar dari rumah dan terkejut saat melihat Ferzo ada di depan rumahnya.


"Kamu … siapa?" tanya pria itu menekuk alisnya.


"Ehem … aku ingin mencari seorang wanita yang dulunya tinggal di sini," ucap Ferzo ngasal.

__ADS_1


__ADS_2