
"Silakan saja jika kau mampu!" tantang Ferzo.
Joy pun membawanya keluar lalu melemparnya dari perusahaan. Akan tetapi Kerin berusaha untuk masuk lagi, ia menahannya dan kembali mendorong Kerin keluar dari perusahaan.
"Maaf Tuan, kenapa Anda memilih saya?" tanya Amel wanita berusia 27 tahun itu.
Ferzo menggaruk-garukkan kepalanya, rasanya sangat canggung karena ia di panggil Tuan dari orang yang lebih tua darinya.
"Hm … itu … karena tadi kakak sudah menolong ku, dan aku juga melihat dari sifat dan cara berpakaian kakak lebih cocok di bandingan wanita tadi," jelas Ferzo.
"Jangan panggil saya kakak, Anda adalah CEO di sini, jadi panggil saja Amel," ucap Amel meletakkan tangan di dada kirinya dan menundukkan kepala memberi hormat.
"Apa lebih tepatnya Sekretaris Amel saja ya," ucap Ferzo.
"Terserah Anda saja Tuan," ucap Amel.
"Baiklah, karena sekretaris Amel pernah di promosikan menjadi sekretaris setidaknya sekretaris Amel pernah mempelajari menjadi sekretaris kan? Dan juga melihat kerja sekretaris Kerin pastilah Anda sedikit banyaknya sudah mengerti," ucap Ferzo.
"Benar Tuan, saya sudah mempelajarinya, saya akan mempelajarinya lagi lebih dalam," ucap Amel yakin.
"Baiklah silakan sekretaris Amel masuk keruangan Anda, aku ada kerjaan sedikit," ucap Ferzo.
"Baik Tuan." angguk Amel. Ia pun berjalan masuk ke dalam ruang sekretaris dan melihat berkas-berkas untuk ia pelajari.
[Klik di sini untuk membuka]
[Klik]
Ferzo meng-klik gambar toko di sana, ia mencari gambar gembok alias kunci.
[Kunci otomatis\= poin 45 uang 1.000.000]
Gunakan kunci otomatis
__ADS_1
Memuat…
Loading…
Mulai…
10%…
20%…
30%…
40%…
50%…
60%…
70%…
90%…
100%…
Selesai.
[Poin Anda di potong 45 poin]
[Sisa poin Anda 100]
[Saldo Anda di kurang 1.000.000]
[Sisa saldo Anda 291.100.000]
__ADS_1
[Kunci otomatis siap di gunakan]
Ferzo mengunakan kunci otomatis itu di data perusahaannya, jadi apa bila ada yang ingin mencurinya maka itu akan terkunci otomatis, baik itu mencuri secara paksa mau pun menyalinnya secara diam.
"Bagus, semuanya bisa terkendalikan," ucap Ferzo.
Joy masuk dalam ruangan Ferzo dan berdiri di depan meja Ferzo.
"Hm … hari ini tetep bekerja seperti biasanya, dan juga data perusahaan sudah aku amankan. Beberapa hari ini biarkan Sekretaris Amel mempelajari pekerjaannya, kamu hanya perlu pantau saja segala sesuatu yang ada di sini, aku ingin mengurus cafe ku dulu, kalau ada apa-apa beritahu aku termasuk pegawai yang pemalas," ucap Ferzo.
"Baik Tuan." angguk Joy. Ferzo menutup laptop di hadapannya lalu mereka pun keluar dari ruangan itu.
Joy mengantar Ferzo hingga di pintu utama. "Hati-hati di jalan Tuan," pesan Joy.
"Iya." angguk Ferzo tersenyum. Ia masuk ke dalam mobilnya dan mobil itu pun melaju di jalanan.
Ferzo mengambil handset dan meletakkan di telinganya, ia segera menelpon Syahila.
Tuuut!
Tuuut!
Tuuut!
"Halo," jawab Syahila.
"Kalian masih di pasar?" tanya Ferzo.
"Barusan sampai di cafe kamu," jawab Syahila.
"Lho kok sudah sampai di cafe, kalian pulang pake apa? Kenapa nggak menungguku saja," ucap Ferzo khawatir.
"Kami naik taksi kok, lagian kamu ada urusan mendadak jadi kami pikir mungkin kamu akan sibuk," jawab Syahila tersenyum.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, aku langsung ke cafe ya," ucap Ferzo memutuskan panggilannya dan ia memutar mobilnya kembali menuju cafe.