System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 105


__ADS_3

"Hotel kamu?" tanya Syahila melihat ke arah Ferzo. Yuse juga terkagum-kagum melihatnya.


"Hm … aku rasa," jawab Ferzo pelan. "Ya udah, ayo turun," ajak Ferzo yang membuka sabuk pengaman lalu membuka pintu mobil.


Mereka pun keluar dari mobil dan berdiri di depan hotel tersebut.


"Haisss … anak jaman sekarang, masih sekolah siang-siang malah mainnya di hotel, masih pakai seragam sekolah lagi. Ya ampun, mana ceweknya satu cowoknya 3 lagi, apa orang tua mereka tahu jika mereka melakukan hal yang tidak senonoh ini," ucap pengunjung hotel yang duduk di atas balkon lantai 2.


"Wah, benar-benar kamu ya, orang kaya sesungguhnya," puji Yuse.


Mereka masuk ke dalam hotel itu dan mendadak di halangi oleh petugas pengamanan.


"Maaf Adek-adek, anak sekolah di larang masuk jika tidak bersama orang tua kalian," ucap petugas keamanan itu menghalangi langkah Ferzo dan yang lainnya.

__ADS_1


Ferzo menatapnya petugas keamanan itu. "Panggilkan Ari, kau akan tau kenapa kami ada di sini," ucap Ferzo.


Para pengunjung yang sedang keluar masuk dan berlalu lalang melihat ke arah Ferzo dan teman-temannya sambil menggeleng.


"Heh! Dek! Kalian itu masih sekolah, ngapain siang-siang ke hotel, tunggu udah dewasa baru ke sini," ucap salah satu pengunjung yang sedang bersama pria.


"Lihatlah, kalian kencang juga ya, hanya membawa satu wanita dan akan bermain dengan 3 pria," ucap pria itu terkekeh.


"Iya, kalian lebih baik pulang saja, ini bukan taman bermain yang anak sekolah seperti kalian, kecil-kecil udah tapi udah punya otak mesum, orang tau kalian tidak mengajari kalian apa? Atau orang tua kalian juga seperti ini? Dasar anak-anak yang tidak berpendidikan! " ucap petugas keamanan itu mengejek.


Ia pun mengambil ponselnya lalu menelpon Ari.


Tuuut! Tuuut! Tuuut!

__ADS_1


"Halo Tuan," jawab Ari.


"Kau bilang kau akan menunggu ku, lalu di mana kamu? Perlakuan yang tidak pantas seperti inikah yang aku dapatkan, jika aku sendiri tidak apa-apa, ini teman-teman ku juga mendapat sindiran, apa kau tidak perlu bekerja lagi!" tukas Ferzo.


"Maaf, maaf, maaf Tuan, saya akan ke sana sekarang," ucap Ari meletakkan telponnya dan berlari menuju pintu utama.


"Mau ke mana Pak Ari," sapa salah satu pegawai itu saat melihat Ari buru-buru. Ari tidak menyahutinya dan terus berlari. Nasib pekerjaannya sedang di ujung tanduk.


Terlihat anak sekolah beberapa orang di pintu utama yang tertahan oleh petugas keamanan dan ia pun langsung mendekati Ferzo.


"Maaf Tuan, maaf Tuan, ini kesalahan ku, aku benar-benar minta maaf, tidak akan ada lain kali," ucap Ari membungkukkan badan beberapa kali membuat petugas keamanan dan yang lain merasa heran karena Ari malah menundukkan kepala kepada anak SMA.


"Pecat dia dan usir mereka!" perintah Ferzo kepada Ari menunjuk ke arah petugas keamanan itu dan menunjuk ke arah pria dan wanita yang mengejek mereka tadi.

__ADS_1


"Apa! Maksudnya apa ini?" tanya petugas keamanan itu tak mengerti.


"Tadinya aku tidak ingin memecat mu cara kinerja mu tadi, tapi pada akhir ucapan mu menyakiti perasaan kami, jadi aku memecat mu dengan cara tak terhormat!" tukas Ferzo.


__ADS_2