System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 111


__ADS_3

"Ah, itu hanya sakit sedikit," ucap Ferzo kembali mengangkat tangannya dan ingin menghantam pria itu.


"Eh tunggu! Jangan di wajah!" teriak pria itu. Akan tetapi tidak sempat lagi, tinju Ferzo mendarat di pipi pria itu membuat darah dari hidungnya keluar.


"Rasakan itu," ucap Ferzo berdiri dan balik badan meninggalkan mereka semua yang sudah terkapar.


Ferzo berjalan mendekati mobilnya dan melihat Dandi yang menangis terisak-isak sambil memeluk kaki Yuse.


"Jangan mengaku ku sebagai sahabat jika kau saja mengkhianati ku! Pergi sana!" hardik Yuse berusaha melepaskan tangan Dandi dari kakinya tapi Dandi tidak ingin melepaskannya.


Mau tak mau Yuse menendangnya dan Dandi pun terjembab dan jatuh. Meskipun Yuse tidak tega tapi ia harus tegas.


"Jadi bagaimana lagi? Mereka semua sudah ku habisi, aku rasa kamu aman sekarang," ucap Ferzo.


"Terima kasih banget ya atas bantuan kamu, bahkan kamu orang lain saja membantu ku, tapi orang yang sudah aku anggap keluarga malah mengkhianati ku, tidak tahu aku mau beri kamu kompensasi apa," ucap Yuse berharap.

__ADS_1


"Jangan seperti itu, jika kau membalasnya berarti kita bukan teman," ucap Ferzo.


Yuse mengigit bibirnya sambil mengangguk-angguk. Yuse melihat ke arah Dandi yang sedang menatapnya dengan beruraian air mata.


"Seharusnya teman begitu, tapi itu tidak berlalu untuknya. Ferzo jika kau minta bantuan ku pasti aku akan membantumu sebisa mungkin," ucap Yuse menepuk pundak Ferzo.


"Ya sudah ayo aku antar kalian pulang," ucap Ferzo melihat ke arah Yuse lalu melihat ke arah Dandi.


"Antar saja dia, aku pulang sendiri saja, lagian aku mau ke sekolah untuk mengambil motor ku, aku naik taksi saja," ucap Yuse tersenyum.


"Ya udah, kalau gitu aku pergi dulu ya," ucap Yuse.


"Ya udah, hati-hati di jalan," pesan Ferzo. Yuse pun pergi meninggalkan Ferzo dan Syahila.


"Ya udah Syahila, aku antar kamu ke cafe," ucap Ferzo. Mereka pun masuk ke dalam mobil dan perlahan-lahan mobil pun melaju meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


"Sial! Benar-benar sial! Bisa-bisanya aku malah kalah di tangan satu orang yang bisa menghabisi kelompok ku! Kau pikir aku akan tinggal diam dan tidak membalaskan dendam ini, aku akan membalaskannya berkali lipat! Lihat saja nanti," ucap pria itu menyeka darah di hidungnya.


"Aduh, sakit bangetttttt, ku rasa jari tangan ku patah," ucap temannya mengipas-kipaskan tangannya.


"Aku rasa tulang punggung ku bergeser," sahut temannya yang lain.


"Jika seperti ini biaya pengobatan pasti akan banyak, mana semua babak belur lagi," ucap pria itu melihat teman-temannya babak belur, ada yang luka lebam di mata, di wajah dan ada juga yang pingsan.


Tak lama mereka pun sampai di cafe, Ferzo dan Syahila turun dari mobil dan masuk ke dalam cafe. Hari ini mereka memasak barang seadanya karena Ferzo juga berjanji akan membayar uang Binus yang ia dapat dari Papa Yun.


"Seperti yang aku janjikan, hari ini kalian dapat bonusnya, tunggu sebentar ya," ucap Ferzo berlari menuju mobilnya.


[Klik di sini untuk membuka]


[Klik]

__ADS_1


Ferzo mengambil sejumlah uang dari Systemnya dan memasukkan ke dalam tasnya lalu membawa kembali masuk ke dalam cafe.


__ADS_2