System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 94


__ADS_3

Terlihat salah satu pria yang ia kejar itu bergabung dengan warga yang sedang berkumpul dan pura-pura masuk ke dalam cerita warga.


"Cih! Dia pikir aku bisa terkecoh apa," ucap Ferzo yang langsung menangkap tangan pria itu dan mengengam tangan pria itu dengan kuat.


"Hey! Apa-apaan ini!" teriak pria itu mencoba melepaskan tangannya, tapi genggaman tangan Ferzo bagaikan lem. Sangat sulit di lepaskan.


"Apa-apaan ini, Apa-apaan ini. Ayo ikut aku ke kantor polisi," ucap Ferzo menarik tangan pria itu.


"Hey! Apa salah ku! Kamu berani seperti ini aku akan menuntut mu atas pencemaran nama baik!" hardik pria itu marah seolah-olah merasa teraniaya.


"Apa salah mu? Heh! Kau pikir ini jaman baholok apa! Di ATM itu ada kamera CCTV-nya, wajah dan kelakukan kamu di sana di rekam o'on," balas Ferzo.


"Emangnya ada apa ini?" tanya warga di sana.


"Dia ini yang sudah membobol ATM dan juga membuat petugas keamanan ATM pingsan," jawab Ferzo.


Pria itu berusaha melawan untuk melepaskan diri.


"Kau jangan melawan ya, atau ku hajar kau sampai babak belur," ancam Ferzo.


"Kalau kau berani menghajar ku, aku akan melaporkannya balik pada polisi, di sini banyak para warga sebagai saksi," ucap pria itu menunjuk ke arah warga yang ada di sana.


"CCTV lebih jujur, seluruh pakaian mu, wajah mu, dan apa yang kau lakukan tadi sudah terekam dengan jelas, kalau kau berani melawan maka kau akan babak belur, lagian di sini tidak ada rekaman CCTV," ancam Ferzo.


"Iya, bawa saja kekantor polisi," ucap warga yang lain juga malah ikut membantu memegang tangan pria itu.


"Bukan saya! Bukan saya! Ada orang lain yang membobolnya," ucap pria itu membela diri.

__ADS_1


"Iya, orang lain itu juga teman mu dan itu wajah kalian terekam jelas di CCTV ATM, kau jangan berdelik lagi ya, ayo Pak kita bawa ke tempat ATM yang tidak jauh dari sini," ajak Ferzo.


Mereka pun membawa pria itu menuju tempat ATM tadi. Terlihat petugas keamanan itu duduk di kursi di depan ATM sambil memegang tengkuknya.


"Lho? Ada apa ini?" tanya petugas keamanan itu menekuk alisnya.


"Ini dia yang membobol ATM tadi kan Pak?" tanya Ferzo.


"Iya! Dia juga sudah memukul ku hingga pingsan," ucap petugas keamanan itu geram.


"Sudah telpon polisi?" tanya Ferzo.


"Sudah, sebentar lagi polisi akan datang." angguk satpam itu.


"Oh baiklah, mari kita tunggu," ucap Ferzo. Melihat kerumunan itu. Syahila keluar dari mobil dan menghampiri Ferzo.


"Ada apa ini Ferzo?" tanya Syahila penasaran.


'Hm … kok aneh ya, kenapa aku belum mendapatkan hadiahnya?' batin Ferzo.


Wi wi wi wi wi wi!


Sirine mobil pun datang dan berhenti di depan ATM.


Polisi itu pun keluar dan menghampiri orang-orang yang sedang berkumpul.


Ferzo tertegun saat melihat polwan yang tidur tadi malam di rumahnya. 'Diakan tugas malam, kenapa hari ini malah datang, apa dia nggak capek?' batin Ferzo.

__ADS_1


Polwan itu juga terkejut saat melihat Ferzo lalu ia tersenyum.


"Kita bertemu lagi, karena kamu di sini ayo ke kantor polisi sekalian," ucap polwan itu.


Ferzo langsung memasang wajah manyun.


"Yang menangkapnya tadi siapa?" tanya polwan itu.


"Dia," ucap warga itu menunjuk ke arah Ferzo.


"He-he-he, tidak bisa di elak lagi, kamu harus ikut dengan ku," ucap polwan itu.


"Ada satu lagi yang kabur, tangkap temannya dulu," ucap Ferzo.


"Oh masih ada yang kabur, kita cek dulu di CCTV untuk melihat wajahnya," ucap polisi itu. Petugas keamanan itu mengambil ponselnya yang sudah terhubung dengan CCTV itu memperlihatkan wajah temannya yang satu lagi.


Para polisi pun memulai pengejaran untuk satu pria pembobol ATM itu.


Yang satunya juga di bawa masuk ke dalam mobil polisi.


"Kamu juga ikut untuk memberi keterangan," ujar polwan itu melihat ke arah Ferzo.


"Aku ada tugas sekolah, nggak punya waktu buat ngurus yang lain buk polwan, tugas ku besok mau di antar, mana tugas ini tentang penelitian lagi, lain kali aja buk polwan," ucap Ferzo yang langsung menarik tangan Syahila masuk ke dalam mobil. Ferzo langsung tancap gas melajukan mobilnya.


"Hey! Tunggu!" panggil polwan itu, tapi mobil pun terus melaju.


"Hm … kamu kira kamu bisa lari kemana? Aku tahu rumah kamu, aku akan ke sana setelah mengantar pencuri itu," ucap polwan itu menyengir.

__ADS_1


"Syahila, kita bikin di cafe ku aja ya," ucap Ferzo.


"Terserah di mana aja sih," ucap Syahila tersenyum.


__ADS_2