
Syakira terima menatap Ferzo curiga.
'Aku sebisa mungkin agar tidak terlihat bohong, karena mereka psikologi pasti akan tahu jika aku berbohong,' batin Ferzo.
"Baiklah, aku akan membuat laporan sesuai dengan apa yang kamu katakan, interogasinya selesai," ucap Syakira berdiri dari tempat duduknya.
"Huff selamat," ucap Ferzo mengelus dadanya.
"Syakira itu memang pekerja keras, jadi makanya ia menjadi tangan kanan komandan karena ketekunan dari bekerjanya, bukan hanya itu saja, dia itu si paling teliti dalam hal apa pun, jadi pekerjaannya semua harus tuntas sampai selesai sampai kamu di kejar-kejar sama dia kan," ucap salah satu pak polisi yang sudah berusia 40 tahun.
Ferzo mengangguk-angguk mengerti.
"Jadi meskipun kamu masih anak sekolah pun kamu tetap saja di interogasi sana dia karena dia tidak membedakan kamu anak kecil atau pun dewasa, yang penting pekerjaannya tidak cacat." Pak polisi itu mendekati Ferzo dan berbisik.
"Dia itu maniak pekerjaan," bisik pak polisi sambil terkekeh.
__ADS_1
"Apa yang Anda bisikkan padanya?" tanya Syakira memberikan sebuah sertifikat penghargaan kepada Ferzo.
Dengan bingung Ferzo menerimanya.
"Kau bisa tulis nama mu sendiri karena kami tidak tahu nama mu," ucap Syakira.
"Baiklah terima kasih," ucap Ferzo tersenyum. Sebuah mobil polisi dan mobil derek datang mendekati kantor polisi.
Polisi membawa dua orang pria yang sudah sadarkan diri tapi wajahnya sudah bonyok yang satunya. Tangan mereka di borgol dan motor yang di derek tadi di turunkan dari mobil.
"Ayo masuk," ucap polisi itu saat pria itu memberontak.
"Oh, jadi kamu ingin aku menendang anu mu untuk kedua kalinya lagi ya?" pria itu terkejut saat mendengar suara Ferzo. Ferzo pun berdiri dari tempat duduknya sambil mengendong anak tersebut.
"Aaaaaaaa! Kau! Kau!" pria itu kaget hingga tak bisa berkata-kata.
__ADS_1
"Apa? Berani berbohong karena polisi kalau kalian kecelakaan? Bagaimana jika aku membuat kalian kecelakaan beneran," ucap Ferzo menyengir.
"Tidak! Tidak! Pak tolong jauhkan dia dari ku, dia itu sangat menyeramkan," ucap pria itu memohon dengan mimik wajah yang menyedihkan.
"Berarti benar kalian yang menculik anak ini?" tanya polisi itu.
"I-iya Pak," ucapnya terpaksa mengaku.
"Dari tadi di tanya kamu terus mengelak. Dan juga motor yang mereka pakai adalah motor curian, bisa jadi mereka mencuri motor sekalian membawa anak ini. Untunglah kamu menyelamatkan dia dan menghajar mereka sehingga mereka tidak bisa kabur," ucap polisi itu.
"Iya Pak. Oh ya, bagaimana dengan orang tua anak ini? Apa tidak ada kabar jika ada yang mencari anak ini?" tanya Ferzo.
"Kita tunggu saja kabarnya," Ical Polisi itu.
"Hu-hu-hu Pak! Pak polisi! Tolong! Anak ku hilang!" terdengar jeritan suara seorang wanita tunggang langgang berlari ke arah kantor polisi tanpa sendal dan hanya memakai pakaian pendek sambil menangis, seorang pria memarkirkan motornya juga berlari ke arah kantor polisi.
__ADS_1
"Ini kah anak Ibu?" tanya Ferzo mengangkat anak itu.
Wanita itu langsung memeluk anaknya dan menangis. "Kemana saja kamu Nak," ucap Ibunya mencium anak itu tanpa henti. Ferzo terdiam dan terenyuh melihat ibu anak itu begitu menyayangi anaknya.