System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 38


__ADS_3

Iyan langsung melajukan motornya dan meninggalkan rumah Ferzo.


"Ini sate untuk Bapak, berapa Pak?" tanya Ferzo memberikan satu bungkus sate.


"500 ribu," jawab bapak itu.


"Sebentar ya Pak," ucap Ferzo masuk ke dalam kamarnya.


[Klik di sini untuk membuka]


[Klik]


Ferzo mengambil beberapa uannya di system dan ia pun segera keluar.


"Ini uangnya Pak." Ferzo memberikan uang kepada bapak tukang itu.


"Terima kasih ya, kalau ada yang mau di perbaiki atau ada yang mau di renovasi, hubungi saya saja ya," ucap bapak itu tersenyum.


"Iya pak." angguk Ferzo. Bapak itu pun keluar dari rumah Ferzo dan naik ke atas motornya dan ia pun pergi.


[Ding Ding]


[Saldo Anda di kurang 500.000]


[Sisa saldo Anda 39.000.000]


Ferzo melihat ruangan itu yang sudah di sulap menjadi rumah untuk bermain Comot dan Cimot, Ferzo hanya menyediakan pasir tempat pup kedua bocah itu.

__ADS_1


"Bagaimana? Apa kalian suka?" tanya Ferzo. Kedua anabul itu berlari masuk ke dalam dan mereka pun mulai memanjat.


"Sudahlah, kalian bermainlah, aku makan dulu." Ferzo membawa bungkus satenya ke dapur dan mengambil piring.


Triring!


Triring!


Triring!


Ponsel milik Ferzo berbunyi, ia segera mengangkatnya.


"Halo."


"Apa ini dengan Tuan Ferzo?" terdengar suara seorang wanita dari seberang sana.


"Saya ingin melamar di cafe Tuan, jadi bagaimana Saya bisa menemui Anda?" tanya wanita itu.


"Apa kamu bisa masak?" tanya Ferzo.


"Hm ... kalau masak nasi goreng, mie goreng, telur goreng, mie rebus, segala macam jus, kopi, kopi susu, kopling gingseng."


"Baiklah, baiklah, kamu di terima, jadi besok jam 13:00 kamu ke cafe ku itu, bawa teman-teman mu juga yang sedang menganggur, besok kita bicarakan masalah ini," ucap Ferzo.


"Wah, terima kasih banyak Tuan, saya pasti akan bekerja dengan rajin," ucap wanita itu senang.


"Baiklah, jangan lupa penampilan menarik pastinya," ucap Ferzo mengidipkan sebelah matanya.

__ADS_1


"Siap Tuan." angguk wanita itu.


Ferzo memutuskan panggilannya dan ia pun melahap makanannya. Setelah kenyang, Ferzo kembali ke dalam kamarnya.


Ia membuka laptop dan melihat perkembangan saham yang ia miliki.


"Aku ada 39 juta, bagaimana jika aku tanam saham dengan perusahaan yang sedikit lebih besar," ucap Ferzo.


Ferzo pun mencari perusahaan kelas menengah, ia pun berkomunikasi kepada perusaan itu dan setelah setelah mencapai kesepakatan Ferzo pun mengirimkan sejumlah uangnya.


"Baiklah, aku akan kirim 30 juta," ucap Ferzo mengambil ponselnya dan mentransfer kan uangnya.


[Ding Ding]


[Saldo Anda di kurang 30.000.000]


[Sisa saldo Anda 9.000.000]


"Oke, sudah terkirim, aku hanya tinggal menunggu hasilnya," ucap Ferzo.


Ferzo masuk akun gamenya dan ia pun bermain game, berhubungan sekarang sudah level 5, tinggal 2 level lagi ia bisa bergabung dengan grub permainan dan ia bisa ikut kompetisi.


Bermain beberapa jam akhirnya ia pun naik level.


"Akh! Kenapa sulit sekali naik levelnya," ucap Ferzo, ia melihat jam dinding besar yang terpampang di atas sandaran ranjang miliknya, saking besarnya itu 2 meter persegi.


"Kalau misalnya jam ini ada bunyinya mungkin akan sangat memekakkan telinga, mana jamnya 5x lipat lebih besar dari tubuhku," ucap Ferzo menyengir. Jam sudah menunjukkan pukul 17:40 menit.

__ADS_1


Ferzo mengambil handuk dan buru-buru ke kamar mandi karena kebelet buang air besar.


__ADS_2