
"Kenapa nggak bilang kalau kamu mau ke sini. Haishh … kamu ini nggak ada kapoknya ya pergi sendiri. Kamu itu ibarat bunga membawa madu, setiap orang yang melihat kamu itu pasti ingin mendekatinya. Kamu kalau apa-apa kasih tau aku ya," ucap Ferzo khawatir.
"Kan ada kamu yang nolongin aku," sahut Syahila menarik kedua pipi Ferzo dengan gemesnya.
"Ya ampun, kamu ini ya. Ya sudahlah, ayo masuk," ajak Ferzo yang berjalan terlebih dahulu.
Syahila mengikuti Ferzo dari belakang dan melihat sekeliling rumah sakit itu.
Sampailah mereka ke ruang Alila dan di sana sudah ada Mamanya duduk di samping Alila.
Shopia dan Lazi saling berpandangan, mereka tampak mengerutkan bibirnya saat Syahila masuk ke ruangan.
Mata Syahila langsung tertuju ke arah Alila yang juga menatapnya.
"Syahila, ini dia Alila, dan mereka berdua Shopia dan Lazi," ucap Ferzo memperkenalkan mereka.
"Hay," sapa Shopia melambaikan tangan tapi rasanya tidak begitu menyukainya.
"Hay juga." Syahila melambaikan tangan dengan tersenyum. Mendadak suasana menjadi senyap.
Syahila mendekati brankar Alila dan berdiri di sampingnya.
__ADS_1
"Dia kenapa Tante?" tanya Alila.
"Kecapean," jawab Mama Alila. Syahila mengangguk-angguk. Syahila sedikit merasa kurang nyaman karena pandangan Alila kepadanya sedikit berbeda, tatapan kosong itu malah mempunyai arti mendalam.
"Alila, ini Syahila, teman sekolah ku satu sekolah dan sekelas, tapi beda lokal," ucap Ferzo ke pada Alila.
"Wah, bakal ada saingan nih," bisik Lazi.
"Aku rasa Alila punya rival," jawab Shopia mendekatkan wajahnya ke arah Lazi tapi matanya melihat ke arah Syahila.
"Pacar kamu ya?" tanya Alila melihat dengan datar.
"Bukan, kami hanya teman saja, Ibu aku kerja di cafe dia," sahut Syahila cepat.
"Kita tidak tahu siapa yang bakal di pilih Ferzo, bisa jadi Ferzo memilih Alila meskipun dia sering ketemu dengan dia," jawab Shopia.
"Haishh … semoga saja begitu." angguk Lazi.
"Ferzo, aku pulang dulu ya, Tante," ucap Syahila. Lalu ia tersenyum melihat Alila.
"Kamu mau pulang sama siapa?" tanya Ferzo.
__ADS_1
"Dengan ojek lah," jawab Syahila.
"His! Kamu ini, ya udah mari aku antar pulang. Shopia dan Lazi kalian di sini saja? Nggak pulang? Kalau mau pulang aku antarkan" tawar Ferzo.
"Iya Shopia dan Lazi, kalian pulanglah, Tante sudah telpon keluarga Tante datang untuk menjaga Alila," ucap mama Alila.
"Ya udah Tante, kami pulang dulu, nanti kami ke sini lagi," ucap Shopia.
"Ya udah Tante, aku permisi dulu. Alila, cepat sembuh ya biar bisa ceria lagi," ucap Ferzo tersenyum.
"Iya, kalian hati-hati di jalan ya," pesan mama Alila.
"Iya Tante, kami pergi dulu," ucap Ferzo. Mama Alila mengangguk.
Mereka pun melangkahkan kaki ke luar ruangan, Alila terus melihat Ferzo tapi rasanya sangat berat untuk ia berbicara dengan Ferzo saat ini.
"Kamu menyukainya ya?" tanya mamanya.
"Dia … sangat baik," jawab Alila pelan. Mamanya tersenyum. "Iya, dia baik." angguk mamanya.
Mereka semua masuk ke dalam mobil, Syahila duduk di samping Ferzo dan Shopia dan Lazi duduk di kursi belakang.
__ADS_1
"Ya udah aku antara kalian berdua dulu ya," ucap Ferzo melihat kebelakang.
"Iya." angguk mereka bersamaan.