
Melihat Ferzo datang, para pengawal itu siap siaga, mereka mendatangi Ferzo. Ferzo melihat ke dalam dan ternyata benar kalau di sana ada teman-temannya yang sedang berlutut dengan tangan terikat kebelakang, mulut di tutup, sedangkan Papa Alila di siksa.
"Hey! Hentikan!" teriak Ferzo.
Seorang bos besar duduk di sofa di depan papa Alila, terlihat luka-luka di wajah papa Alila dan jas yang ia kenakan robek-robek akibat sayatan pisau. Sedangkan Alila menangis dan begitu juga Shopia dan Lazi.
Mereka melihat ke arah Ferzo dengan menekuk alisnya. Ferzo benar-benar geram dan membuat darahnya mendidih.
"Kurang ajar! Beraninya kalian menyakiti mereka!" terima Ferzo dengan lantang. Tubuhnya bergetar hebat sungguh ia tidak peduli lagi dengan dirinya, ia pun menghajar para pengawal itu dengan membabi buta.
Untung saja sebelumnya ia mengambil kekuatan kebal dari senjata. Jadi ia tidak terluka meskipun mereka melukainya dengan pisau.
Dari arah belakang seorang pria membawa pisau yang cukup panjang kira-kira 10 cm. Ia menusuk punggung Ferzo membuat Alila dan yang lain panik, akan tetapi malah pisau itu patah.
Klank!
Patahan pisau itu terjatuh ke lantai membuat pria itu terkejut. Tanpa pikir panjang lagi, Ferzo menghantam kepala pria itu lalu menarik tangannya dan melempar ke arah bosnya itu.
Bruk!
Tubuh pria itu mendarat di pangkuan bosnya. Pengawal yang lain mengangkat tubuh pria itu dan melemparnya ke bawah.
__ADS_1
"Kamu sungguh membuatku kesal," ucap bosnya itu, ia menodongkan senjata apinya. Ferzo kaget karena ia hanya membeli kebal senjata tajam saja.
Dor!
Dor!
Dor!
Bosnya itu menembak ke arah Ferzo, untung saja Ferzo mempunyai kecepatan dan kelincahan, ia bisa menghindari dan bersembunyi di belakang pengawal bos itu.
Dor!
Dor!
Dor!
Saat bos itu mau menembak Ferzo lagi, pelurunya habis.
"Ep, Kenapa? Peluru habis?" tanya Ferzo menyengir.
"Berikan pelurunya!" perintah bosnya itu.
__ADS_1
Kesempatan datang, Ferzo berlari dan menendang punggung bosnya itu, membuat bos itu terjatuh.
Ferzo menarik kakinya lalu sekuat tenaga mematahkannya.
Krak!
"Aaaaaaaa!" teriak bosnya itu menjerit kesakitan yang luar biasa.
Senjata api itu di ambil oleh anak buahnya dan ingin di masukan pelurunya, Ferzo berdiri dan menendang senjata api itu hingga senjata api itu terlempar ke atas.
Dengan bersusah payah, papa Alila berdiri dan menyambut senjata api itu.
Dengan merangkak, ia memberikan kepada Ferzo. Ferzo menerimanya, karena ia tak bisa menggunakannya, maka Ferzo membengkokkan senjata api itu dan tidak bisa di gunakan lagi.
Hanya tinggal para pengawal itu saja lagi, sedangkan bosnya sibuk dengan kakinya yang kesakitan itu. Ferzo berlari dan kemudian menghajar sisa para pengawal itu, ia mengambil senjata tajam milik pengawal yang lain lalu menusuk mereka dengan brutal, membuat para korban berjatuhan.
Ada juga 2 orang pengawal yang ingin kabur, Ferzo mengejarnya lalu menangkapnya, Ferzo melukainya dan memotong leher pengawal itu dan mereka pun bersimbah darah.
Akhirnya semuanya selesai, tidak ada pengawal yang hidup lagi, ada pun mereka pingsan dan bangun nanti mereka jadi orang linglung.
Seketika Ferzo tersadarkan dengan apa yang ia lakukan, karena tadi ia melakukan dalam keadaan amarah dan tak sadar diri.
__ADS_1