System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 74


__ADS_3

Mama Alila menarik nafas berat. Rasanya berat sekali cobaan yang ia rasakan hari ini. ia menatap lekat ke arah wajah anak semata wayangnya dengan penuh haru, suami yang saat ini belum tahu keadaanya. Dan anaknya malah tak sadarkan diri.


Mereka duduk termenung di ruangan Alila sambil menunggu papa Alila akan di pindahkan.


Jam sudah menunjukkan pukul 18:20 menit, akhirnya papa Alila keluar dari ruang UGD dan akan segera di pindahkan ke kamar yang lain.


"Maaf, siapa wali dari bapak Zul?" tanya salah satu suster yang berada di luar pintu.


"Saya suster," jawab Mama Alila menunjukkan ke dirinya sendiri.


"Baik Buk, sekarang ikut kami ke ruangan pasien, karena pasien akan pindah ruangan," ucap suster itu.


"Baik sus." angguk mama Alila. Mama Alila melihat ke arah Ferzo, Shopia dan Lazi.


"Kalian tolong jaga Alila sebentar ya," pinta mama Alila dengan mata yang memerah, tak terasa tiba-tiba saja air matanya jatuh, ia segera menyekanya dan pergi keluar dari ruangan Alila di rawat.


"Semoga aja Om nggak kenapa-napa, tubuhku benar-benar merinding banget saat tubuhnya tadi di sayat, ngilu banget," ucap Lazi memegang kedua tangannya merinding.


"Hm … kenapa sih tiba-tiba hidup Alila berubah 180 derajat hari ini? Alila pasti akan trauma apa yang ia rasakan hari ini, kasihan Alila," ucap Shopia menatap Alila sedih.


Triring! Triring! Triring!

__ADS_1


Ponsel milik Ferzo berbunyi. "Maaf, aku keluar sebentar terima telpon," izin Ferzo. Shopia mengangguk.


Ferzo keluar dari ruangan dan ia pun mengangkat teleponnya.


"Halo Syahila," jawab Ferzo.


"Kamu di mana? Aku di rumah kamu sekarang," ucap Alila melihat sekeliling rumah Ferzo.


"Maaf Syahila aku belum ngasih tau kamu, maaf ya malam ini kita nggak jadi buat meneliti makanannya karena ada teman aku masuk rumah sakit," ucap Ferzo merasa tidak enak hati.


"Oh gitu ya, nggak apa-apa, tapi kamu di rumah sakit mana?" tanya Syahila lagi.


"Di mana itu?" tanya Syahila penasaran.


"Di jalan KPR 3," jawab Ferzo.


"Oke!" Syahila memutuskan panggilannya membuat Ferzo bingung.


"Hm … maksud dia oke itu apa?" tanya Ferzo sambil melihat ponselnya yang ada riwayat panggilan dari Syahila.


Ferzo pun tidak memikirkannya, ia menyimpan kembali ponselnya dan masuk ke dalam ruangan.

__ADS_1


"Ughhhh ...." terdengar suara Alila yang sudah siuman.


"Alila, kamu sudah sadar?" tanya Shopia antusias.


Alila menelan air ludahnya tapi ia berusaha membuka matanya meskipun berat.


"Alila, kamu dengar suara kami kan?" tanya Lazi mendekatkan wajahnya ke arah wajah Alila.


"Alila, pelan-pelan buka matamu," ucap Ferzo lembut. Perlahan-lahan mata Alila terbuka, orang pertama kali yang ia lihat adalah Ferzo.


"Wah, tidak menyangka ya, padahal kita yang tadi bersuara duluan eh malah Ferzo yang ia lihat duluan. Huh! Dasar tak setia kawan," ucap Lazi bercanda.


"Air," ucap Alila pelan. Shopia mengambil segelas air dari dispenser dalam ruangan itu.


"Ini Alila, kamu duduk dulu," ucap Shopia. Ferzo dan Lazi membantu Alila untuk duduk. Lazi meletakkan batal di belakang Alila agar ia bisa bersandar.


"Ayo minum." Shopia menyodorkan gelas berisi air itu ke bibir Alila, dengan pelan ia meneguknya.


"Alila, bagaimana perasaan kamu?" tanya Shopia.


"Aku panggil suster dulu ya." Ferzo berlari ke luar ruangan dan Alila melihat.

__ADS_1


__ADS_2