
"Ferzo, kamu sudah pulang," ucap Yuse mendekati Ferzo dan ia lega karena semuanya selamat.
"Iya." angguk Ferzo.
"Ferzo, lepaskan aku!" teriak Yun memberontak berusaha melepaskan diri.
Ferzo mendekati Yun dan Mamanya. "Kamu tau nggak jika Papa kesayangan mu itu sekarang di tangkap? Bukan hanya itu saja, Papa mu di tangkap atas korupsi uang negara dan juga perusahaan kalian juga bangkrut dan meninggalkan hutan yang sangat besar. Jadi malam ini aku ucapkan selamat menjadi gelandangan," ucap Ferzo mengulurkan tangannya di hadapan Yun.
"Oh ya lupa, tangan mu masih terikat ya, ya sudah aku bantu kamu membukanya," ucap Ferzo membuka ikatan tali itu.
"Oh ya, kamu silakan pulang. Aku tidak akan mengusik mu, karena hidupmu saja saat ini sudah menderita. Aku adalah orang yang paling baik di dunia meskipun kau dulu menyiksa ku sedemikian rupa, tapi melihat kau seperti ini rasanya sungguh menyedihkan," ucap Ferzo tersenyum penuh haru.
"Cih! Memangnya aku bakal percaya ucapan mu itu, heh! Kau yang malah menyedihkan, lihat saja, kau akan mati menggenaskan. Ayo Mama kita pulang," ajak Yun.
Mama Yun berdiri dan memegang tangan anaknya. "Mereka ini siapa?" tanya mama Yun bingung.
"Nanti setelah sampai rumah baru aku jelaskan," ucap Yun melihat ke arah mamanya dan kemudian lihat ke arah Ferzo dengan tatapan tajam.
Mereka pun keluar dari rumah Ferzo dan pergi pulang.
__ADS_1
"Ayo beristirahat dulu, aku antara kan ke kamar tamu," ajak Ferzo.
"Oh ya, Comot dan Cimot mana?" tanya Syahila.
"Mereka ada di kamarnya, kenapa?" tanya Ferzo.
"Biarkan aku tidur dengan mereka," pinta Syahila.
"Oh baiklah." Ferzo membuka ruangan itu dan terlihat kedua ekor anabul itu sedang tidur.
"Itu mereka, bawalah," ucap Ferzo.
Ferzo mengantar mereka ke dalam kamar tamu.
"Ferzo aku pulang saja," ucap Yuse.
"Kenapa? Nggak tidur di sini aja, besok baru aku antar kamu pulang, lagian udah tengah malam banget," saran Ferzo.
"Ya udahlah." angguk Yuse.
__ADS_1
"Kamu tidur denganku aja," ajak Ferzo. Mereka pun masuk ke dalam kamar Ferzo dan Yuse sangat terkagum-kagum.
"Ya ampun Ferzo, kamar kamu mewah sekali," ucap Yuse melihat seluruh isi kamar tersebut.
"Tapi rumah ini baru aku tempati, ya udah aku mandi dulu. Kamu tidurlah lebih dahulu," ucap Ferzo mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.
Menteri keuangan dan para polisi datang menjemput Yusen. Ia pun di bawa masuk ke dalam mobil polisi. Karena kakinya terluka, ia pun di bawa rumah sakit, sedangkan rumahnya dalam pemeriksaan.
Perusahaannya sudah bangkrut saat ini ada di angka 0%.
Saat Yun dan Mamanya sampai di rumah, mereka sangat terkejut karena banyak sekali orang di rumahnya.
"Hey! Ada apa ini!" teriak mamanya panik. Yun juga terdiam tak bisa berkata-kata saat rumah mereka di bongkar dan di periksa. Ada beberapa berkas yang bertumpuk di atas meja.
"Hey! Apa yang kalian lakukan! Kenapa kalian tidak menghentikan mereka!" teriak mama Yun kepada pengawalnya. Mereka hanya terdiam dan tertunduk.
"Maaf Nyonya, mereka adalah dari menteri keuangan negara," jawab mereka pelan.
"Iya aku tahu, tapi kenapa mereka ke sini?" tanya mama Yun menggoyang-goyangkan tubuh pengawalnya itu.
__ADS_1