
Mereka pun membahasnya, berhubungan ibu Syahila bisa masak, jadi menu utama mereka adalah hamburger spesial dan steak ayam lada hitam, sedangkan makanan lainnya adalah mie goreng, mie rebus, mie Aceh dan makanan lainnya.
"Oke! Jadi ini udah deal ya, sekarang buat kalian bersih-bersih cafenya. Aku, Syahila dan Bibi akan cari bahan masakannya, jadi bagaimana menurut Bibi, apa sudah yakin besok kita mulai bekerjanya?" tanya Ferzo.
"Lebih cepat lebih baik, lagian ini juga kamu baru buka, orang-orang juga belum tahu dan belum ada pelanggan juga, jadi kita harus secepatnya memulainya," ucap Ibu Syahila.
"Oke! Kalau begitu, mari kita pergi ke pasar," ajak Ferzo.
Mereka pun masuk ke dalam mobil, Syahila duduk di belakang bersama ibunya, dan Ferzo pun melajukan mobilnya di jalanan.
"Kita ke pasar mana Bibi?" tanya Ferzo.
"Hm … kepasar tradisional saja, biasanya di sana banyak apa di butuhkan ada semua," ucap ibu Syahila. Ferzo mengangguk.
Triring! Triring! Triring!
Ponsel milik Ferzo berbunyi, Ferzo mengerutkan alisnya karena ada nomor baru tanpa nama.
"Halo," jawab Ferzo.
"Halo, apa ini dengan Tuan Ferzo Ananda?" terdengar suara seorang pria di seberang sana.
"Ya Saya sendiri," jawab Ferzo mengangguk.
__ADS_1
"Jadi begini Tuan Ferzo, berhubungan Anda adalah CEO perusahaan MT, jadi Anda di haruskan datang ke perusahaan, dan perkenalkan nama Saya adalah Joy, saya adalah asisten Anda, jadi apa Anda punya waktu hari ini, atau Anda buat waktu pertemuan?" tanya Joy.
"Baiklah, aku akan ke sana sekarang," jawab Ferzo mantap.
"Baik Tuan, Saya menunggu Anda," jawab Joy. Panggilan di putuskan, rasanya deg-degan karena Ferzo belum pernah mengalami hal semacam ini, ia juga sangat jarang berkomunikasi pada orang banyak, saat dirinya menjadi CEO, maka itu akan merubah hidupnya secara drastis, ia akan menjadi terkenal dan harus siap menghadapi segala macam cobaan.
"Bibi, maaf ya, kalian belanjanya tanpa aku temani ya, karena ada hal mendesak lainnya, jadi nanti Syahila kalau kalian sudah selesai belanja kalian hubungi aku saja ya, nanti aku jemput," ucap Ferzo merasa bersalah.
"Tidak apa-apa, lagian belanja akan sangat lama, itu sangat membosankan," ucap Ibu Syahila.
"Baiklah Bibi." Ferzo menambah kecepatan mobilnya agar segera sampai di pasar tradisional.
Tak lama kemudian, mereka pun sampai, Syahila dan ibunya turun terlebih dahulu.
[Klik di sini untuk membuka]
[Klik]
[Apa Anda ingin mengambil uangnya?]
[Ya]
[Tidak]
__ADS_1
Ferzo mengklik [Ya]
Ia pun mengambil beberapa juta uang di dari Systemnya. Kemudian ia pun keluar dari mobilnya. Ferzo melihat ke kiri dan kanan dan memasukkan uang ke dalam tas ibu Syahila.
"Bibi, uangnya di dalam, belanjalah, aku pergi dulu ya," ucap Ferzo.
"Baiklah, kamu hati-hati di jalan," pesan ibu Syahila.
"Iya Bibi." angguk Ferzo. Ia pun masuk ke dalam mobil dan kemudian memutar mobilnya dan melaju di jalanan.
Ding Ding
Saldo Anda di kurang 10.000.000
Sisa saldo Anda [292.100.000]
[Klik di sini untuk membuka]
[Klik]
Ferzo melihat peta digitalnya untuk menemukan lokasi perusahaannya.
"Hm … ternyata di pusat kota juga," ucap Ferzo mengangguk-angguk.
__ADS_1
Tak lama kemudian, ia pun sampai di perusahaannya, ia sangat terkejut karena perusahaan sangat besar, tinggi dan luas.