System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 89


__ADS_3

Mobil pun terus melaju dan akhirnya mereka pun sampai di cafe Ferzo.


Di sana sudah ada ibu Syahila dan pekerja yang lain.


"Bagaimana Bibi, apa sudah ada yang datang?" tanya Ferzo.


"Sangat ramai tadi Nak. Baru saja buka benar-benar banyak pengunjung yang datang, semoga saja akan terus begini," ucap ibu Syahila tersenyum.


"Kalian mau makan apa?" tanya Ibu Syahila.


"Apa saja, tidak perlu merepotkan Bibi karena Bibi sudah kecapean," ucap Ferzo.


"Enggak ah, Bibi malah senang kok. Tunggu sebentar ya," ucap ibu Syahila.


Beberapa menit kemudian, makanan selesai. Ibu Syahila meletakkan makanan di atas meja.


"Ayo di makan, cicipi enak apa nggak," ucap ibu Syahila.


"Kalau ramai berati sudah pasti enak Bini," jawab Ferzo tersenyum. Mereka pun melahapnya.


"Hm … aneh ya, kok nggak ada pengunjung lagi," ucap salah satu pegawai Ferzo.

__ADS_1


Setelah mendengar ucapan pegawai itu, mereka pun baru sadar jika setelah Ferzo dan Syahila datang tidak ada pengunjung satu pun yang datang, mereka hanya lewat saja di depan cafe Ferzo sambil berbisik.


"Hm … ada yang aneh?" tanya Ferzo menekuk alisnya. Ferzo berdiri dan keluar dari cafenya.


"Mau kemana?" tanya Syahila.


"Mau lihat-lihat, entah apa yang aneh," ucap Ferzo berdiri di pinggir jalan di depan cafenya.


"Ada yang lewat beberapa orang dan Ferzo memberhentikannya.


"Tunggu Kak, bolehkah aku bertanya," ucap Ferzo mengatup kedua tangannya dan 2 orang gadis itu pun berhenti.


"Mau kah singgah di cafe kami untuk mencicipi makanan di cafe ini, rasanya sangat enak dan tidak kalah dengan masakan restoran," ucap Ferzo.


"Kata siapa Kak?" tanya Ferzo mengerutkan dahinya.


"Itu ada orang yang di sana ngasih tahu," ucap gadis itu menunjuk ke arah beberapa orang yang sedang bersembunyi di balik cafe yang lain.


"Terima kasih Kak ya udah ngasih tahu," ucap Ferzo berlari meninggalkan cafenya dan menuju arah yang di tunjuk gadis tadi.


"Oh kalian ya rupanya, pantas mendadak cafe ku sepi, ayo ikut aku ke kantor polisi." Ferzo menarik tangan Yun dan Mul.

__ADS_1


"Lepaskan!" terima Yun.


"Orang bodoh yang akan mendengarkan ucapan mu," ucap Ferzo terus menarik tangan Yun dan Mul.


Ferzo menarik keduanya ke arah depan Cafenya. Hari ini Iyan tidak sekolah jadi hanya mereka berdua yang beraksi.


Ferzo memegang tangan mereka dengan kuat agar tidak lepas.


"Hay para orang-orang yang tadi mengatakan jika cafe ku menggunakan formalin, apa mereka yang mengatakannya!" teriak Ferzo dengan kencang, orang-orang datang melihat kearah suara yang cukup keras itu.


"Sekali lagi, buat para kalian yang tadi mengatakan cafe yang menggunakan formalin harap kumpul di depan cafe ku, aku akan memberi klarifikasi tentang masalah ini!" teriak Ferzo lagi.


Syahila juga berdiri di samping Ferzo juga ikut berteriak.


"Mari-mari sini, kumpul bagi Bapak-bapak, Ibu-ibu, kakak-kakak, Adik-adik yang tadi menemukan orang ini harap ke sini!" terima Syahila. Ibu Syahila dan pegawai yang lain juga keluar dari cafe.


Para orang-orang pun berkumpul.


"Apa mereka yang mengantarkan jika cafe ku yang menggunakan formalin?" tanya Ferzo menunjuk ke arah Yun.


"Iya," jawab mereka serentak.

__ADS_1


"Apa kalian kenal siapa dia?" tanya Ferzo. Mereka terlihat menggeleng kepala tapi ada juga yang masih ragu-ragu antara kenal dan tidak.


__ADS_2