
"Tuan, ada Video tentang Tuan muda," ucap salah satu asisten Yusen.
"Video tentang apa?" tanya Yusen yang saat ini sedang di ruang kerjanya.
Asisten itu memberikan ponselnya kepada Toha.
"Ini Tuan."
Yusen melihat anaknya yang sedang di kerumuni oleh orang-orang dan di permalukan, apa lagi Ferzo membawa-bawa namanya dan nama perusahaannya.
"Sial! Beraninya anak itu mempermalukan anaku ku di depan orang ramai, dia juga mempermalukan nama perusahaan ku! Lihat saja aku akan membalasnya! Don, kamu periksa siapa anak itu!" perintah Yusen geram.
"Baik Tuan." angguk Don.
"Papa! Papa! Papa!" panggil Yun dari luar ruangan.
Asisten membukakan pintu untuk Yun. Yun berlari masuk ke ruang Papanya.
__ADS_1
"Papa! Aku di permalukan oleh anak sialan itu! Aku ingin Papa membereskan anak itu," ucap Yun berlaku manja pada papanya. Karena ia adalah anak satu-satunya maka ia selalu mendapatkan perlakuan baik dari Papa dan Mamanya meskipun ia berlaku salah. Ia selalu mendapat pembenaran dari orang tuanya, makanya apa yang ia lakukan meskipun salah tapi di matanya tetap benar.
"Sayang, kamu jangan khawatir, Papa akan membereskan dia segera mungkin agar tidak ada penghalang kamu," ucap Yusen memegang kepala anak semata wayangnya itu.
"Pa, dia bilang meminta Papa untuk datang besok di sekolah, dia ingin menantang Papa, dia sepertinya ingin menjelekkannya Papa deh, anak yang menyebalkan itu sudah membuatku malu setengah mati," denggus Yun kesal.
"Kamu tenang saja, akan Papa temui dia di sekolah dan balik mempermalukannya. Siapa anak itu?" tanya Yusen.
"Namanya Ferzo, dia dulunya cuma anak pengembala kambing, tidak tahu dia mendadak kaya. Waktu itu ia memperlihatkan motor dan mobil yang ia dapatkan hasil dari investasi uang di penjualan emas dan investasi di perusahaan game online, habis itu dia mengatakan jika Papa kaya hasil dari korupsi uang rakyat, mana mungkin kan Pa. Pokoknya aku ingin menghabisi dia dan mengeluarkan dia dari sekolah, sejak ada dia aku tidak bisa bersekolah dengan tenang," ucap Yun manyun.
"Kamu benar anakku, jika di biarkan anak itu masih di sekolah maka akan menimbulkan masalah untuk kita, secepatnya kita harus menyingkirkan dia," ucap Yusen mengangguk-angguk menaikkan sudut bibirnya.
"Benar Papa, singkirkan anak menyebalkan itu," ucap Yun bercekak pinggang.
"Kamu mau beli yang mana saja?" tanya Ferzo.
"Aku ingin meneliti makanan barat deh, aku butuh daging, sayur-sayuran dan bumbu lainnya. Jadi kita akan memasak di mana?" tanya Syahila.
__ADS_1
"Masak di rumah ku aja, perlengkapan dapur di rumahku lengkap kok," ucap Ferzo.
"Oke!" Mereka pun memilih bahan makanan yang segar dan berkualitas tinggi.
"Berapa semuanya ini Buk?" tanya Ferzo.
"Semuanya 1.350.000," jawab penjual itu. Ferzo mengambil uang di sakunya dan memberikan kepada penjual tersebut.
[Ding Ding]
[Saldo Anda di kurang 1.350.000]
[Sisa saldo Anda 371.000.000]
Setelah membelinya, mereka pun berjalan menuju mobil dan masuk ke dalam mobil. Mobil pun melaju di jalanan.
"Oh ya, kira-kira kamera ponsel bagus nggak ya? Kalau bisa kita berdua ada di rekaman itu," ucap Syahila.
__ADS_1