
Pelajaran pun berlangsung dengan khidmat, setiap soalan Ferzo dapat menjawabnya.
[Peringatan!]
[Peringatan!]
[Ada bahaya!]
[Ada bahaya!]
Ferzo menekuk alisnya dan berhenti menulis, ia melihat sekeliling kelasnya, apa terjadi sesuatu?
Mendadak saja, ada sekitar 16 sepeda motor yang datang ke sekolahnya, para murid-murid itu melemparkan batu-batu dari balik pagar membuat kaca jendela pecah dan berserakan.
Trank! Trank! Trank!
"Ayo berjongkok, awas kalian terkena batunya," ucap Bu guru, dan para murid pun berjongkok. Ada yang bersembunyi di bawa meja.
Tanpa di sadari, Yun bersembunyi tidak jauh dari Ferzo dan mereka saling menatap.
__ADS_1
"Aaaaaaaa! Kau bahkan lebih seram dari mereka," ucap Yun berpindah tempat untuk bersembunyi.
"Cih! Jelas-jelas dia mendekati ku," kata Ferzo sewot.
"Kalian jangan di samping tembok di sana ya, nanti terkena kacanya. Tak lama para murid-murid itu pun pergi dengan sepeda motor mereka.
Ferzo berdiri di dekat jendela dan melihat dari mana sekolah mereka berasal.
[Klik di sini untuk membuka]
[Klik]
Ferzo mencari dari mana berasal anak-anak murid tadi dan apa alasan mereka melakukan itu.
"Ya ampun, inikan masalah percintaan, kenapa satu sekolah yang datang? Apa semua murid tadi itu teman selingkuhan wanita itu?" tanya Ferzo.
Kepala sekolah menelpon polisi dan tak lama kemudian, polisi pun datang ke sekolah untuk mengusut masalahnya dan melihat bukti-bukti yang ada.
Para guru dan murid masih dalam mode waspada meskipun para siswa itu tidak akan mengulangi hari ini, tapi tidak tahu besok.
__ADS_1
Ferzo keluar dari kelas dan berjalan mencari murid pria yang sedang di incar para murid-murid sekolah lain.
Ferzo melihat pria itu bersama satu orang temannya yang lain sedang berbicara masalah ini dan terlihat sedikit gugup.
"Kau, aku ingin berbicara dengan mu," ucap Ferzo tanpa basa basi. murid itu melihat sekeliling dan berharap tidak ada orang yang ada di sekitar mereka.
"Duduklah, ada apa?" tanya siswa itu.
Ferzo pun duduk yang berhadapan langsung dengan murid itu.
"Mereka datang itu karena kau kan?" tebak Ferzo.
Murid itu terdiam, lalu melihat ke arah temannya. Mereka pun saling berpandangan.
"Itu … dari mana kau tahu?" tanya murid itu menatap Ferzo.
"Tidak perlu kamu tau aku tau dari mana, yang pastinya ini sih parah banget, mereka sampai menyerang sekolah kita karena hal kecil ini, aku rasa jika kau pulang sendiri bisa-bisanya nanti kau bakal di habisi oleh mereka," ucap Ferzo.
"Itulah yang aku khawatir kan, bisa-bisanya mereka seperti ini, yang mengherankan kenapa aku malah jadi seperti pelaku, sedangan murid itu adalah selingkuhan mantan pacar ku, menghabisi ku juga untuk apa?" tanya murid itu memegang kepalanya pusing dengan masalahnya.
__ADS_1
"Minta perlindungan saja sama polisi," ucap Ferzo.
"Hm … mana mungkinlah, polisi saja sudah banyak yang harus ia kerjakan, lagian aku ini hanya anak murid, bukan pejabat juga mau di minta kawal setiap hari," jawab murid itu.