
Yun pun sampai di rumah Iyan. Yun pun menekan bel rumah Iyan.
Ting! Tong!
Ting! Tong!
"Siapa sih malam-malam begini?" tanya ibu Iyan. Ia pun keluar dari kamarnya dan membuka pintu.
"Eh Yun, ada apa malam-malam begini ke sini?" tanya ibu Iyan.
"Tante tolong, Mama Papa aku di tangkap polisi, aku harus bagaimana sekarang?" tanya Yun menangis.
"Di tangkap polisi? Kenapa rupanya? Ayo masuk dulu," ajak ibu Iyan. Yun pun masuk ke dalam dan duduk di sofa. Ibu Iyan pergi memanggil suaminya dan membangunkan Iyan.
Mereka pun berkumpul di ruang tamu di tengah malam tersebut.
"Katakan kenapa sampai Mama dan Papa kamu di tangkap polisi?" tanya ayah Iyan.
"Ceritanya begini." Yun pun menceritakan kejadian awal mula ia di culik Ferzo lalu ia pulang ke rumahnya dan mendapati rumahnya sudah di periksa petugas KPK. Dan sekarang ia tidak tahu bagaimana keadaan papa dan mamanya.
__ADS_1
"Hm … Ferzo menculik mu dan mama mu karena Papa kamu menculik Syahila dan ibunya? Jadi menurut ku wajar saja karena ia ingin melepaskan mereka, tapi kamu baik-baik saja," ucap Iyan.
"Itu … karena ia ingin melihat aku kehancuran keluarga ku," jawab Yun menundukkan kepala.
"Tapi jika Papa mu beneran korupsi dan sudah ada buktinya bagaimana aku bisa membantunya, ini adalah kesalahannya, aku sebagai rakyat biasa juga tidak bisa membiarkan pejabat yang korupsi uang negara yang di dalamnya juga ada uang ku," ucap ayah Iyan.
Yun tertunduk lemas, jika papanya sudah terbukti bersalah dan korupsi uang negara, maka bagaimana hidupnya dan mamanya tanpa papanya.
"Jadi aku harus apa Om?" tanya Yun berharap jika dari keluarga Iyan bisa membantu apa pun yang bisa mereka bantu.
"Hm … begini Yun, aku hanya bisa mencarikan pengacara yang bisa membantu meringankan hukuman Papa kamu," ucap ayah Iyan.
"Tunggu dulu, ayo kita pergi bersama," ucap ayah Iyan. Mereka pun pergi masuk ke dalam mobil. Sedangkan ibu Iyan tinggal di rumah, yang pergi hanya Iyan dan ayahnya.
Mereka pun menuju rumah Yun. Dan saat mereka sampai di sana rumah itu tampak kosong.
"Yun, mungkinkah orang tua mu sudah di bawa ke kantor polisi?" tanya ayah Iyan.
"Mungkin Om," jawab Yun menatap rumahnya yang kosong.
__ADS_1
"Ya sudah, ayo kita berangkat ke kantor polisi," ajak ayah Iyan dan mereka menuju kantor polisi.
***
Tak terasa pagi tiba, rintik-rintik hujan turun ke bumi. Tidak lebat, hanya gerimis saja.
"Dari kalian ada yang bisa nyetir mobil?" tanya Ferzo kepada pegawainya.
"Aku bisa bisa Bos," ucap wanita bernama Alira.
"Ya udah, kamu stir mobil bawa mereka semua ya, dan jangan lupa antar Syahila ke sekolah," pesan Ferzo.
"Oke! Siap!" ucapnya bersemangat.
"Ya udah, kalian satu mobil, aku akan antar Yuse dan sekaligus berangkat sekolah," ucap Ferzo.
Ferzo memberi kunci kepada Alira dan mereka semua masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan rumah Ferzo.
Ferzo juga sudah bersiap-siap berangkat sekolah. Ferzo dan Yuse pun menuju ke arah mobil.
__ADS_1
"Ferzo." terdengar suara wanita yang memanggilnya membuat Ferzo tidak jadi masuk ke dalam mobil.