
Tak lama guru pun datang. Merek duduk di kursinya masing-masing.
"Anak-anak, ayo buka buku halaman 30," ucap Bu guru.
Para murid pun membuka buku dan mereka pun mengerjakan soal.
Beberapa jam kemudian, pelajaran pun selesai. Bel tanda sekolah untuk pulang pun berbunyi.
Para murid berhamburan keluar dari kelas, Ferzo berdiri di samping mobil sambil menunggu Syahila.
Tak lama kemudian, Syahila datang dengan senyumannya.
"Lama ya?" tanya Syahila.
"Nggak lah, baru saja. Ya udah ayo masuk," ajak Ferzo.
"Iya." angguk Syahila.
"Kamu tunggu di sini sebentar, aku beli minuman dulu, haus soalnya," ucap Ferzo.
"Iya."
Ferzo pun menuju kantin sekolah yang masih belum tutup itu dan membeli 2 botol minuman mineral dan juga makanan ringan lainnya.
"Berapa nih bude?" tanya Ferzo.
"50 ribu," jawab pemilik kantin. Ferzo merogoh kantong celananya dan memberikan selembar uang berwarna merah.
Pemilik kantin itu menyerahkan kembalinya.
__ADS_1
"Terima kasih Bude," ucap Ferzo menerima uang yang dan kantong plastik yang berisi jajan. Ferzo kembali berjalan menuju mobilnya.
[Ding Ding]
[Saldo Anda di kurang 50.000]
[Sisa saldo Anda 372.350.000]
"Itu Dia, ayo kita beri dia pelajaran," ucap Yudi mengepalkan tangannya. Ferzo masuk ke dalam mobil dan memberikan makanan ringan itu kepada Syahila.
"Ini makanlah," ucap Ferzo.
"Terima kasih," ucap Syahila menerimanya. Ferzo menghidupkan mesin mobilnya dan meninggalkan sekolah.
Mereka pun juga masuk ke dalam mobil. Perlahan-lahan mobil pun melaju meninggalkan sekolah.
Tiba-tiba saja beberapa mobil dari belakang mengikuti mereka.
"Hm … itu bukannya mobil Yudi? Mau kemana dia?" tanya Syahila.
"Yudi yang mana?" tanya Ferzo.
"Yudi yang waktu itu bersama pergi ke kantin," ucap Syahila.
"Mungkin mereka mau pergi ke suatu tempat," ucap Ferzo. Syahila mengangguk. Mobil pun terus melaju dan saat berbelok, mobil Yudi menyalip mobil Ferzo membuat mobil Ferzo berhenti mendadak.
"Ada apa ini?" tanya Ferzo menekuk alisnya.
"Mungkin dia ingin melukai mu Ferzo, karena waktu itu dia datang dan terus bertanya tentang kamu," ucap Syahila khawatir.
__ADS_1
"Dia menjadikan ku saingan cinta ya," ucap Ferzo menatap mobil di depannya sambil memegang stir.
Yudi datang mendekati mobil Ferzo lalu mengendorkan kaca jendela mobil Ferzo.
Duk! Duk! Duk!
"Buka pintunya!" teriak Yudi.
"Syahila, kamu sembunyi gih di belakang," ucap Ferzo.
"Kenapa? Bagaimana nanti jika kamu terluka?" tanya Syahila panik.
"Udah, kamu jangan mengkhawatirkan aku, aku sendiri bisa mengatasi mereka semua," ucap Ferzo sambil tersenyum.
"Baiklah, kamu hati-hati ya," ucap Syahila. Syahila pun berpindah ke belakang dan menundukkan tubuhnya ke bawah.
Ferzo perlahan-lahan membukakan kaca jendela mobilnya.
"Ada apa?" tanya Ferzo datar.
"Keluar kamu!" perintah Yudi.
"Kalau aku tidak mau kenapa?" ucap Ferzo menyengir.
"Kalau begitu aku hancurkan saja mobil mu dan sekalian kau di dalamnya," ucap Yudi.
Syahila ingin keluar tapi Ferzo menekan kembali kepala Syahila agar ia tidak keluar. Ferzo pun keluar dari mobilnya dan menutup kembali pintu mobil.
"Kau! Aku peringatkan lebih baik jauhi Syahila," ucap Yudi.
__ADS_1
"Heh! Memangnya kau siapa berani memerintah ku hah! Kenal juga enggak," ucap Ferzo tersenyum sinis.