
Sesampainya di sana, benar saja jika Syahila dan ibunya sudah ada di sana.
Mereka sedang membereskan barang-barang belanjaan ya masuk ke dalam prizer.
Ferzo langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam cafenya.
"Eh, Ferzo," sapa Syahila berdiri melihat Ferzo datang.
"Bagaimana? Udah siapan?" tanya Ferzo.
"Udah, semua barangnya udah di beli sama Ibu. Oh ya tadi sudah ada yang datang lho, cuma kami bilang yang besok baru bukanya," ucap Syahila mengangkat bahunya.
Ferzo mengangguk-angguk, cukup senang karena belum buka saja pengunjung ada yang mau datang. "Jadi Bibi yakin mau buka besok?" tanya Ferzo menyakinkan.
"Iya, lebih cepat lebih baik," jawab ibu Syahila tersenyum.
"Ya udah, pokoknya Bibi yang meng-handle semua cafe ini ya, kalau bahannya habis pake saja uang hasil penjualan itu di putar-putar pokonya lah, pokoknya semua aku serahin sama Bibi," ucap Ferzo.
"Baiklah, Bibi juga akan menjaga kepercayaan Nak Ferzo," ucap ibu Syahila yakin.
"Oke! Besok kalian bisa bekerja, cafe ini di buka jam sembilan sampai jam 10 malam, mana tau nanti cafe ini berkembang pesat maka nanti kita bisa tambah karyawan dan pake sip," ucap Ferzo.
Mereka tampak senang karena sudah mulai bekerja, mereka semua merentangkan tangan dan bersorak senang.
__ADS_1
Karena bekerjanya mulai besok, jadi hari ini mereka pun pulang untuk istirahat total, karena besok mereka harus mulai bekerja penuh ekstra.
Yang lain pulang dengan motornya masing-masing, Syahila dan ibunya naik ke dalam mobil Ferzo untuk di antar pulang.
"Hm … kira-kira kapan kita akan meneliti tentang makanan untuk tugas sekolah?" tanya Syahila membuka pembicaraan.
"Kapan ya? Malam ini? Kamu mau?" tanya Ferzo.
"Oke, lebih cepat lebih bagus, sisanya nanti aku tinggal bantu-bantu di cafe kamu aja nanti," ucap Syahila tersenyum.
"Bolehkan Ibu?" tanya Syahila meminta persetujuan dari ibunya.
"Iya, tapi jangan pulang larut, besok kalian juga harus sekolah," ucap Ibu.
"Baiklah, nanti malam aku jemput," ucap Ferzo.
"Oke!"
Tak lama kemudian mereka pun sampai di rumah milik Syahila. Syahila dan ibunya turun dari mobil.
"Ya udah, aku pulang dulu ya, ucap Ferzo membuka kaca jendela mobilnya.
"Iya, hati-hati di jalan," ingat Syahila. Ferzo mengangguk dan pelan-pelan kaca jendela pun tertutup dan mobil pun meninggalkan rumah Syahila.
__ADS_1
Ferzo memutar mobilnya menuju rumahnya.
Triring!
Triring!
Triring!
Ponsel milik Ferzo berdering, ia melihat nama yang ada di ponselnya itu adalah Alila.
"Halo," jawab Ferzo yang fokus melihat ke depan.
"Kamu di mana?" tanyanya.
"Aku mau pulang ke rumah, kenapa?" Ferzo balik bertanya.
"Aku mau ke rumah kamu, pengen lihat Comot sama Cimot," ucap Alila.
"Hm … ya udah tinggal datang aja," jawab Ferzo.
"Mana aku tahu rumah kamu di mana? Kalo aku tau mah udah ke sana aku tanpa menelpon mu duluan," ucap Alila manyun.
"Baiklah, baiklah, aku share lokasinya," ucap Ferzo. Panggilan di putuskan dan Ferzo pun mengirimkan lokasi rumahnya.
__ADS_1
Motor pun terus melaju dan tak lama ia pun sampai di rumah. Ferzo membuka pintu karena pulang tadi ia langsung ke rumah Syahila dan belum melihat kedua anabulnya itu.