
Ferzo memberhentikan mobilnya di pinggir dan ia segera keluar dari mobilnya, di jalan ada yang berlalu lalang tapi kenapa tidak ada yang membantunya, mereka hanya lewat dan melihat saja.
Ada juga satu orang yang memegang kamera. Ferzo sempat berpikir jika ini hanya untuk konten semata.
Tapi dari yang Ferzo lihat, hidung pengemis itu berdarah, jika ini konten rasanya itu sudah tidak wajar, Ferzo pun menghampiri mereka.
"Berhenti!" teriak Ferzo. Mereka melihat ke ara Ferzo. Ferzo masuk di sebuah keramaian itu dan membawa pengemis yang di pukul itu keluar dari kerumunan tersebut.
"Hey! Apa yang kau lakukan! Kami ini sedang membuat konten!" teriak pria itu.
"Konten macam apa ini? Kalian ingin membunuhnya!" bentak Ferzo menunjuk ke arah pengemis yang hidungnya berdarah.
"Dia sudah setuju dengan hal ini, benarkan?" pria yang memegang kamera itu melihat ke arah pria itu.
Pria itu terdiam dan menunduk.
"Hey! Katakan sesuatu!" seru pria itu. Pengemis itu mengangguk perlahan, dari wajahnya sanga jelas jika ia terpaksa.
"Lalu di mana uangnya?" tanya Ferzo.
Pria itu mengeluarkan uang 100 ribu dan melemparnya ke arah Ferzo.
"Hey! Kau punya pikiran tidak sih? Uang 100 ribu ini mana cukup untuk pengobatannya, bisa jadi hidungnya infeksi, kalau kalian aku laporkan ke polisi dendanya bisa 10 juta!" tampil Ferzo.
__ADS_1
"Ini 100 ribu lagi, karena ini sesuai perjanjian maka tidak ada laporan karena ini suka rela," ucap pria itu melemparkan lagi uang 100 ribu. Ia mendekati para pengemis yang lain pergi ke pojokan, dan mereka bertukar pakaian, ternyata mereka bukan pengemis sungguhan melainkan teman-teman pria itu, mereka saling tos dan ia menerima beberapa lembar uang kepada teman-temannya sambil tertawa.
"Kamu kenapa mau di pukuli mereka, lihatlah teman-temannya banyak mendapatkan uang, kamu yang di pukuli tidak dapat segitu." nasehat Ferzo merasa kasihan dengan pengemis itu.
"Tadi perjanjiannya hanya pura-pura di pukul saja, dan tidak di pukul sampai separah ini, aku tadi minta mereka untuk berhenti tapi mereka malah memukul ku tambah kuat," jawab pengemis itu memegang hidungnya yang sakit.
"Haishh ... ya sudah, ini aku ada uang buat kamu berobat, jika ada lagi hal seperti ini kamu jangan mau dan lebih baik lari saja ya. Ya udah tunggu di sini sebentar," ucap Ferzo masuk ke dalam mobil.
[Klik di sini untuk membuka]
[Klik]
Ferzo mengambil sejumlah uang dari Systemnya lalu ia pun keluar lagi.
"Ini uang untukmu, pergi berobat sana, jangan sampai infeksi," ucap Ferzo memberikan uang itu kepada pengemis tersebut.
"Ya sudah aku pergi dulu ya, ada urusan," ucap Ferzo masuk ke dalam mobilnya.
"Baik terima kasih Bang."
Mobil pun melaju di jalanan.
[Ding Ding]
__ADS_1
[Saldo Anda di kurang 500.000]
[Sisa saldo Anda 33.560.000]
[Ding Ding]
[Misi selesai]
[Selamat Anda dapat penambahan saldo 6.000.000]
[Selamat Anda mendapatkan 10 poin]
[Selamat Anda mendapatkan Reward sebuah cafe di pusat kota]
[Selamat Anda naik level]
[Level kekayaan 11]
Poin [100]
Pengalaman [30]
Reward [Cafe di pusat kota]
__ADS_1
Saldo [39.560.000]
"Wih, aku dapat cafe, kalau begitu mari kita lihat dulu bagaimana bentuk cafe ku itu," ucap Ferzo tersenyum senang.