System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 97


__ADS_3

"Karena itu tugas sekolah," jawab Ferzo.


Mereka pun mulai memasak dan tak lama kemudian selesai. Makanan yang menggugah selera.


Setelah semuanya selesai, Ferzo memutuskan untuk pulang saja, lagian hari juga sudah hampir senja.


"Ya udah, aku antar kamu pulang dulu ya," ucap Ferzo.


"Iya." angguk Syahila.


"Terima kasih buat kalian semua ya, udah bantu kami," ucap Ferzo tersenyum.


"Sama-sama Tuan, kami juga senang bisa membantu Tuan," ucap mereka.


"Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu," ucap Ferzo berpamitan. Mereka pun masuk ke dalam mobil dan mobil pun melaju di jalanan.


Tak lama kemudian, mereka sampai di rumah Syahila lalu Ferzo pun pulang menuju rumahnya.


Triring! Triring! Triring!


Ponsel milik Ferzo tiba-tiba berbunyi.


"Alila? Aku melupakan dia di rumah sakit ya," ucap Ferzo yang segera mengangkatnya.

__ADS_1


"Halo Alila," jawab Ferzo.


"Hay Ferzo, aku mau ngabarin kalau hari ini aku pulang dari rumah sakit, cuma Papa aku masih di rawat," ucap Alila.


"Oh syukurlah, lalu gimana keadaan Papa kamu? Apa sudah membaik?" tanya Ferzo.


"Ya begitulah, kayaknya nggk bakal bisa sembuh dengan cepat," ucap Alila.


"Oh begitu ya, ya udah kamu istirahatlah dulu sebelum pulang, aku juga sedang menuju pulang, mau istirahat juga. Ya udah ya, kamu istirahat ya," ucap Ferzo.


"Eh iya." panggilan pun di putuskan.


Ferzo terus melajukan mobilnya karena gelap juga sudah datang.


Sesampainya di rumah, Ferzo masuk ke dalam rumah dan membuka pintu ruangan dua anabulnya.


"Makanan kalian sudah habis ya? Padahal aku udah meletakkan makanan yang banyak. Kalian mulai rakus ya, kalau begitu kalian harus jadi topeng monyet untuk mencari makan sendiri, aku nggak sanggup ngasih makan kalian berdua kalau makan kalian sebanyak ini," omel Ferzo sambil meletakkan makanan di dalam mangkok. Ia juga membersihkan tempat pup anabulnya dan memberi minum.


"Ya udah, aku mau istirahat dulu ya, indah ngantuk berat nih," ucap Ferzo menguap dan merenggangkan tubuhnya, lalu masuk ke dalam kamar.


Ferzo langsung merebahkan tubuhnya di kasur dan memejamkan matanya, karena mengantuk, ia lupa untuk mandi terlebih dahulu.


Beberapa jam kemudian.

__ADS_1


Ting tong!


Ting tong!


Suara bel terdengar keras dari dalam rumah.


"Astaga! Siapa sih malam-malam begini datang, nggak tau orang mau istirahat apa! Ah bodoh amatlah," ucap Ferzo kembali tidur.


Ting tong!


Ting tong!


Ting tong!


Lagi-lagi bel rumahnya berbunyi, mau tak mau Ferzo pun bangun dengan keadaan masih mengantuk, ia pun duduk di sofa, membuka pintu rumahnya dengan remot. Setelah terbuka, Ferzo kembali baring di sofa karena ngantuk berat. Orang itu masuk ke dalam rumah Ferzo.


Melihat Ferzo tidur di sofa tersebut, ia pun duduk di sofa.


"Hey! Bangun! Ngapain kamu tidur hari masih sore," ucap orang itu menggoyang-goyangkan tubuh Ferzo.


"Sore apaan, ini udah malam tau, matamu nggk lihat udah gelap begini, lagian ngapain sih datang malem-malem begini, nggak tau orang mau istirahat," omel Ferzo dengan mata terpejam, antara sadar dan ngantuk.


Orang itu mendadak terdiam. "Beraninya dia bicara begitu pada polisi," ucap polwan itu geram.

__ADS_1


__ADS_2