
"Tunggu dulu," ucap ibu itu berusaha berdiri dan melihat ke arah Ferzo.
"Anakku depresi begini karena di tinggal niah oleh pacarnya, jadi aku minta sama kamu, bisakah kamu menikah dengannya saja, karena sepertinya kamu adalah orang yang tulus dan baik," ucap ibu itu. Ferzo langsung tertegun mendengar ucapan ibu itu.
"Hm … maaf sekali Buk, saya belum mau nikah, soalnya saya masuk sekolah kelas 2 SMA," ucap Ferzo mengatup kedua tangannya dan menundukkan kepala sebagai tanda penolakan yang halus.
"Oh, begitu ya, maaf jika Ibu sudah lancang," ucap ibu itu sedikit kecewa. Polisi itu tersenyum melihat ke arah Ferzo.
"Baiklah jika begitu saya permisi dulu," ucap Ferzo.
Ferzo pun meninggalkan kantor polisi dan masuk ke dalam mobilnya dan melaju di jalanan.
[Ding Ding]
[Misi selesai]
[Selamat Anda mendapatkan penambahan saldo sebesar 6.000.000]
[Selamat Anda mendapatkan 40 poin]
[Selamat Anda mendapatkan Reward saham 80 persen di perusahaan MT]
[Selamat Anda mendapat penambahan saldo reward dari 80% saham MT sebesar 150.000.000]
[Selamat Anda naik level]
[Level kekayaan 14]
Poin [140]
Pengalaman [45]
Reward [saham 80% MT grub]
__ADS_1
Saldo [287.250.000]
Mobil pun terus melaju di jalanan.
"Wah … udah ratusan juta aja nih, kalian begitu aku akan terus kaya," ucap Ferzo.
Tak lama kemudian, ia pun sampai di rumahnya, mobil pun ia masukkan ke dalam garasi lalu Ferzo pun masuk ke dalam rumahnya.
Ferzo merebahkan tubuhnya di kasur untuk melepaskan lelahnya, karena jam juga sudah menunjukkan pukul 01:13 menit.
xxx
Matahari sudah menampakkan sinarnya dan menyinari seluruh Negara kota B, Ferzo membuka matanya secara perlahan-lahan melihat langit-langit kamarnya yang di hiasi lampu kristal besar.
Dengan terpaksa dan berusaha melawan rasa malasnya, Ferzo duduk di sisi ranjangnya dengan menggosok-gosokkan matanya karena penglihatan masih kabur.
Ia pun berdiri dan langsung mengambil handuknya dan masuk ke kamar mandi, ia segera mandi dengan air hangat.
"Hay, selamat pagi anak-anak ku," ucap Ferzo masuk ke dalam kamar, mereka tampak masih tertidur pulas di tempat tidurnya yang empuk dan malas untuk bangun.
"Enak sekali ya jadi kalian, nggak punya beban hidup, makan tinggal makan, bangun kapan saja bangun, pup tinggal pup, tidur ya tinggal tidur lagi," omel Ferzo mengambil makanannya lalu memasukkan ke dalam mangkok dan begitu untuk minumannya.
"Ya udah, aku berangkat sekolah dulu ya, jangan nakal di rumah dan jangan berantem, nanti tak potong anu kalian," ancam Ferzo. Tapi kedua anabul itu menguap santai dan kembali tidur. Ferzo menutup pintu kamar dan ia pun keluar dari rumahnya.
Ferzo mengunci rumahnya lewat sidik jarinya dan ia bergegas masuk mobil.
"Hm … ini pertama kalinya aku bawa mobil ke sekolah, aku harus punya SIM dulu nih," ucap Ferzo.
[Klik di sini untuk membuka]
[Klik]
Ferzo meng-klik toko di systemnya untuk mencari pembuatan SIM secara instan di system'.
__ADS_1
[Pembuatan SIM: Poin 5 uang 100.000]
"Oke, gunakan." Ferzo meng-klik gambar SIM.
[Gunakan poin dan uang untuk membuat kartu SIM]
Memuat…
Loading…
Mulai…
10%…
20%…
30%…
40%…
50%…
60%…
70%…
80%…
90%…
100%…
Selesai.
__ADS_1