
'Andai ia punya ibu … masih ada,' batin Ferzo melihat kasih sayang ibu itu pada anaknya.
"Ya sudahlah, memang ini jalan takdir ku tanpa orang tua," gumam Ferzo mencoba tersenyum.
"Syukurlah jika ibuk sudah menemukan anaknya kembali, semoga saja ini tidak terulang kembali," ucap Ferzo.
"Terima kasih sudah menemukan anakku, terima kasih banyak," ucap ibu itu sambil menyeka air matanya yang berganti dengan air mata kebahagiaan.
"Sama-sama, oh ya Pak, aku pulang dulu, lagian mau berangkat sekolah juga ini sudah telat dan nggak sempat ngasih kabar juga," ucap Ferzo.
"Kamu sekolah di mana?" tanya Polisi itu.
"Aku sekolah di SMA Negeri 4 ujung batu," jawab Ferzo.
"Baiklah, aku akan meminta kepada wali kelas mu nanti untuk meminta izin untuk mu hari ini, kebetulan sekali ada salah satu di sekolah SMA Negeri 4 ujung batu ada adek ku menjadi guru di sana, nama asli dan kelas berapa kamu?" tanya polis itu lagi.
__ADS_1
"Ferzo Ananda, kelas Xl," jawab Ferzo.
"Baiklah, kamu pulanglah, tapi besok kembali masuk sekolah ya," ucap polisi itu.
"Aman kok Pak." angguk Ferzo.
Ferzo pun berjalan keluar dari kantor polisi dan masuk ke dalam mobilnya. Perlahan-lahan mobil itu melaju di jalanan meninggalkan kantor polisi.
"Ya ampun, dia anak orang kaya sudah pakai mobil, tapi masih ada anak orang kaya yang mau membantu," ucap polisi itu salut.
Ia kembali melajukan mobilnya menuju restorannya. Tak lama kemudian, ia pun sampai di sana.
Sesampainya di sana, Ferzo melihat ada orang yang sedang bertengkar. Ferzo pun cepat-cepat keluar dari mobil dan berlari ke arah restorannya.
"Ada apa ini?" tanya Ferzo.
__ADS_1
"Tuan, untung Anda datang, barusan saja saya mau menelpon Anda," ucap kepala koki itu terlihat panik.
"Ya ada apa ini?" tanya Ferzo saat melihat mereka yang bertengkar dan di pisahkan oleh para pengunjung restoran tersebut, mereka adalah kedua koki yang bekerja di restoran Ferzo.
"Mereka berkelahi gara-gara ada satu masakan yang tidak enak tapi antara saling menuduh dan tidak mau mengakuinya, mereka merasa tidak pernah membuat makanan yang tidak enak itu," ucap kepala koki menjelaskan dengan cepat karena ia panik.
Ferzo pun menengahi mereka dan melihat mereka berdua, mendadak mereka pun terdiam.
"Kalian ini membuat restoran ku tidak mau di kunjungi oleh pelanggan lagi ya?" tanya Ferzo dengan tatapan tajam dan membunuh dengan mengintimidasi mereka agar mereka berhenti bertengkar.
"Maaf Tuan, tapi aku di fitnah olehnya," ucap koki yang sebelah kiri.
"Kau yang memfitnah ku duluan! Kau yang mengatakan jika aku yang sudah membuat makanan yang entah berantah rasanya itu!" teriak koki yang kanan tak terima.
"Cukup! Mari kita selesaikan di luar sana, jangan di tempat ini, atau aku akan memecat kalian berdua, dan membuat kalian berdua tidak akan pernah mendapatkan pekerjaan itu karena aku punya kemapuan itu," ucap Ferzo membuat mereka kembali diam dan menurut.
__ADS_1
"Ayo ikut aku," ajak Ferzo berjalan terlebih dahulu menuju sebuah pantai pasir putih itu dan keadaan restoran kembali reda.